SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 198 - Momentum Perubahan


__ADS_3

“Tidak, kita harus menikmatinya bersama-sama, sangat tidak adil jika semua hanya menjadi fantasi pribadiku, bagaimana jika kita saling berbagi fantasi dan melakukan permainan sesuai dengan kesepakatan kita berdua,” jawab Bai Chen.


Bai Feng tersenyum dan langsung duduk di pangkuan Bai Chen, kedua kakinya bersentuhan dengan paha Bai Chen, Buah Surgawinya juga sudah dihadapkan tepat di wajah Bai Chen.


“Aku tidak sadar bahwa kamu sangat agresif, tapi aku sangat menyukai ini, aku ingin bermain sedikit keras, kalau kamu mau bermain seperti apa?” Bai Chen bertanya sambil menempatkan tangannya di bawah pinggang belakang Bai Feng.


“Sepertinya menarik, tapi setelah itu aku ingin bergantian memimpin permainan, apakah boleh?” Bai Feng bertanya dengan manja, Buah Surgawi miliknya sudah ditempelkan ke wajah Bai Chen.


“Tentu saja boleh,” singkat Bai Chen.


Bai Feng tersenyum mendengar jawaban itu, kemudian dia langsung melepaskan pakaiannya dengan posisi yang tidak berubah sama sekali.


Bai Feng sengaja melakukan itu agar Bai Chen bisa dengan melihat dan menyentuh tubuhnya yang sudah tidak memakai sehelai pakaianpun.


Mereka berdua kemudian memadu kasih dengan berbagai gaya, sampai beberapa barang yang ada di ruangan ini pecah dan berserakan.


Untung saja Bai Chen sudah mengantisipasi dengan memasang array peredam suara, jika tidak mungkin sekarang sudah banyak orang bodoh yang tiba-tiba masuk ke ruangan ini, karena mengira Pemimpin mereka sedang diserang.


Mereka berdua melakukan permainan panas itu sampai hari menjelang malam, mereka kemudian beristirahat sebentar dan terus melakukan permainan sampai larut malam, hingga keduanya sama sama lemas karena nikmat.


“Hari ini adalah hari kita berdua, terima kasih untuk hari ini sayangku,” lirih lembut Bai Chen kepada Bai Feng yang saat ini ada di dada bidangnya.


“Aku juga sangat beruntung memiliki suami seperti kamu suamiku tercinta,” jawab Bai Feng dan terus menempatkan kepalanya di dada Bai Feng.


Mereka berdua kemudian tidur terlelap sampai keesokan harinya.


Satu bulan berlalu dengan cepat, semua rencana Bai Chen mulai dari pembangunan beberapa menara kultivasi sampai pembelian pertambangan sudah selesai.


Kali ini Dinasti Han dikenal dunia sebagai Dinasti Pioneer yang berhasil mengembalikan peradaban seperti sebelum perang.

__ADS_1


Dinasti Sui milik ras iblis juga sudah mengurangi pasukan yang ada di perbatasan karena Dinasti Han mengirimkan ratusan ribu pasukan baru yang menjaga perbatasan.


Akhirnya keseimbangan Dunia Immortal ini mengarah kepada hal yang baru dan pemimpin perubahan itu adalah Dinasti Han atau lebih tepatnya Bai Chen.


Di Aula Istana Dinasti Han.


“Sebelumnya aku akan mengucapkan terima kasih yang besar kepada kalian semua, karena kalian bisa mewujudkan keinginanku hanya dalam waktu satu bulan,” puji Bai Chen kepada para menteri dan para jenderal.


“Semua ini berkat dukungan dan arahan anda Pemimpin Tertinggi, kami semua hanyalah pesuruh yang menjalankan tugas dari anda,” jawab Salah satu menteri.


“Terserahlah kalian berkata apa, tapi dengan semua hal yang baru kita lakukan selama ini, aku ingin mendengarkan perkembangan secara rinci dari kalian semua,” lanjut Bai Chen.


“Baik tuan muda, izinkan saya untuk melaporkan semua hal yang berkaitan dengan militer, Pemimpin Tertinggi,” izin Jenderal Besar yang bernama Han Deli.


“Silahkan Jenderal Han Deli,” ucap Bai Chen mempersilahkan.


“Laporan pertama saya adalah kita berhasil merekrut sekitar satu juta pasukan baru dan mengirimkan sebagian besar menuju ke perbatasan,” jelas Jenderal Han Deli.


“Kita juga berhasil membantu fasilitas militer berupa 10 Menara Kultivasi dan 10 Menara Penempa Tubuh yang sudah ditempatkan di semua markas besar milik militer,” lanjut Jenderal Han Deli.


“Kita juga berhasil membuat sebuah ekosistem baru dalam pelatihan karena para menteri sudah memberikan akses menuju ke perpustakaan yang sekarang memiliki jutaan buku beladiri,” puji Jenderal Han Deli kepada para menteri.


Jenderal Han Deli mengakhir laporannya dan disambung langsung oleh perwakilan dari menteri, dalam kesempatan kali ini akan diwakili oleh Menteri Han Dewu.


“Izinkan saya melanjutkan Pemimpin Tertinggi,” izin Menteri Han Dewu.


“Silahkan Menteri Han Dewu,” singkat Bai Chen.


“Semua buku yang hilang beberapa tahun yang lalu, berhasil kami kumpulkan dan saat ini di perpustakaan memiliki jutaan buku yang bisa diakses oleh siapapun,” lapor Menteri Han Dewu.

__ADS_1


“Kemudian semua banguan yang sudah tidak layak pakai sudah kami bangun ulang, beberapa pasar dan pertambangan juga sudah kami perbaiki dan kami beli sesuai dengan perintah anda,” lanjut Menteri Han Dewu.


“Kami juga mengeluarkan sebuah kebijakan baru yaitu menjadikan alkemis sebagai salah satu pegawai milik Dinasti dan akan menerima pembayaran bulanan,” lanjut Menteri Han Dewu.


“Beberapa pertambangan yang masuk kriteria juga sudah kami beli atas nama anda, jadi semuanya berhasil kami lakukan dalam waktu sebulan ini Pemimpin Tertinggi, tapi…” Menteri Han Dewu ragu untuk meneruskan kata-katanya.


“Teruskan kata-katamu!” Bai Chen memberi perintah.


“Maaf jika saya lancang, tapi banyak dari kami mengeluh bahwa kami selama satu bulan ini tidak bisa berlatih sama sekali,” ucap Menteri Han Dewu.


“Kami ingin meminta izin selama beberapa bulan untuk berlatih dan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada untuk berlatih, apakah boleh Pemimpin Tertinggi?” Menteri Han Dewu.


“Oh hanya itu, boleh saja,” singkat Bai Chen.


“Begini saja, aku akan membiarkan kalian semua berlatih selama satu tahun penuh, selama setahun itu juga aku akan menggantikan semua posisi kalian dengan beberapa bawahanku, agar kalian bisa benar-benar fokus, bagaimana ?” Bai Chen.


“Kami sangat beruntung jika bisa seperti itu, karena kami merasa malu kepada para bawahan kami yang bisa berlatih dan kultivasinya sudah hampir menyamai kami,” sambung Menteri Han Dewu.


“Baik kalau begitu semua bawahanku akan mengambil alih jabatan kalian selama seminggu ini, lakukan dengan cepat, agar kalian juga bisa lebih cepat lagi dalam berlatih,” perintah Bai Chen.


“Akan kami lakukan Pemimpin Tertinggi dan kami mengucapkan terima kasih banyak,” ucap Menteri Han Dewu dan semua orang yang ada disini.


Setelah itu semua tatanan pemerintahan diisi oleh Bayangan Dewa dan Cahaya Dewa, dengan pengaturan yang hampir mirip seperti di Dunia Fana terlebih dulu.


Beberapa minggu setelahnya, Bayangan Dewa dan Cahaya Dewa sudah menjadi petinggi resmi sudah menjalankan semua tugasnya tanpa ada kendala.


Kemudian dalam rapat rutin bulanan yang diadakan di istana, beberapa laporan baru masuk mengenai pergerakan dinasti lain dan mengenai pulau misterius yang ada di tengah laut yang pernah dilaporkan oleh Bai Long dulu.


“Tuan muda, apakah kita harus menguasai semua Dinasti itu, mereka semua kini mulai melakukan pergerakan setelah beberapa bulan ini terdiam,” tanya Hong Zheng yang sekarang menjabat menjadi salah satu Pemimpin Besar.

__ADS_1


“Benar Pemimpin Tertinggi, kita selama satu minggu saja ini sekitar 10 ribu orang terluka di perbatasan, hal ini tidak bisa dibiarkan,” imbuh Hang Tuah yang sekarang juga menjabat menjadi salah satu Pemimpin Besar.


“Kita bunuh saja mereka semua, berani sekali mereka mengancam kedaulatan Dinasti Han, bukankah waktu itu kita menghentikan serangan agar tidak terjadi ketegangan lebih lanjut dengan Dinasti lain,” usul Bai Feng yang duduk sebagai ibu negara.


__ADS_2