
Keesokan paginya, mereka semua sudah siap untuk sarapan dengan bekal yang dibawa oleh rombongan Bai Chen sebelumnya, setelah sarapan yang singkat itu kemudian mereka masuk dalam pembahasan tentang rencana mereka saat ini.
Mereka berdiskusi dengan berbagai pertimbangan, hingga akhirnya memutuskan untuk menuju ke Pintu Dunia Immortal terlebih dulu, mereka membagi diri menjadi dua kelompok, kelompok yang dipimpin oleh Bai Chen akan menyelesaikan masalah terlebih dulu di Dunia Fana.
Kelompok yang dipimpin oleh Bai Long akan menuju Dunia Immortal, kelompok Bai Long itu terdiri dari Bai Long, Bai Don, Bai Cheng, Bai Feng dan 16 Bayangan Dewa, mereka semua akan membantu mengatasi masalah yang ada di Dunia Immortal.
Sedangkan kelompok Bai Chen terdiri dari, Bai Chen, Fei Yuan, Mei Jiao, Lim Sa, Hong Zheng, Hang Tuah, Han Ci, Hei Long dan seluruh Cahaya Dewa, Keempat Bayangan Dewa yang tertinggal bertugas untuk melatih semua anggota Cahaya Dewa, karena mereka berempat yang terkuat dan memiliki pengalaman paling banyak diantara yang lain.
Bai Chen juga bisa tenang karena Bai Long yang memimpin kelompok ke Dunia Immortal, karena dengan kekuatannya itu, tidak ada satupun di Dunia Immortal yang akan bisa melukainya, apalagi membunuhnya, meskipun keberatan, Bai Long pada akhirnya menerima tugas itu.
Disisi lain sebenarnya Bai Feng tidak rela untuk meninggalkan sisi Bai Chen, tapi dia juga ingin segera menyelamatkan Ras Penjaga Mata Anginnya, jika terlalu lama, mungkin para manusia serakah di dunia immortal itu sudah bisa membuka penghalang yang dilakukan oleh Ras Kura-Kura Hitam, sekarang dia harus memilih antara orang yang disayanginya atau Ras nya.
Akhirnya mereka semua memutuskan untuk menuju ke Pintu Dunia Immortal terlebih dulu untuk mengantarkan dan melepas kepergian kelompok Bai Chen, "Baiklah silahkan naik ke pedang di depan kalian, mari kita berangkat sekarang agar tidak memakan terlalu banyak waktu" Bai Chen.
Mereka semua mengangguk dan menaiki pedang itu, kemudian mereka semua terbang menuju ke perbatasan, tempat beradanya Pintu Dunia Immortal. Singkat cerita mereka semua sudah sampai disana, ternyata Pintu itu berada di sebuah Goa dan goa itu sekarang dijaga oleh beberapa kultivator yang terlihat seperti prajurit kekaisaran tengah.
__ADS_1
Ketika mereka turun dari pedang terbang itu, para prajurit itu langsung bertanya "Mohon maaf, ini adalah tempat rahasia dan sedang dalam pengawasan militer, silahkan kalian kembali dan jangan pernah kesini lagi", "Kami hanya ingin masuk ke dalam goa, apakah tidak diperbolehkan" Bai Chen menjawab dengan sopan.
"Kami sudah bilang bahwa ini adalah kawasan rahasia, kalian silahkan kembali" prajurit itu malah semakin mengeraskan suaranya, para prajurit itu sebenarnya tidak banyak, mungkin hanya sekitar 10 orang saja, jika Bai Chen ingin sebenarnya membunuh mereka segampang membalikkan tangan.
Akan tetapi ada yang sedikit aneh, Bai Chen memutuskan untuk bertanya kepada Sistem, 'Sistem, sepertinya ada yang aneh dari mereka bersepuluh, bukankah mereka terlalu kuat untuk ukuran Dunia ini? Atau memang aku saja yang tidak tahu jika ada pasukan yang hampir setara dengan pasukanku di Dunia Fana ini' heran Bai Chen.
[Kecurigaan Master, tidak sepenuhnya salah, 10 orang itu memang bukan dari dunia ini, mereka semua berasal dari Klan Tong di Alam Dewa, mereka semua sepertinya mencari sesuatu di Dunia Fana ini, karena mereka terlihat sangat berhati-hati sampai menyamar menjadi prajurit Benua Tengah]
Bai Chen sedikit terkejut dengan informasi itu, dia langsung menatap serius ke sepuluh prajurit yang ada di depannya, "Apa yang membuat seseorang dari Alam Dewa sampai turun ke Dunia Fana?" Bai Chen bertanya dengan sedikit mengintimidasi.
Rombongan yang dibawa Bai Chen sudah memasang posisi siap bertarung setelah sepuluh orang itu juga memasang posisi yang sama. "Hei bocah, aku tidak tahu kamu mengetahui identitas kami dari mana, kami harus membunuhmu agar terhindar dari masalah kedepannya" orang yang berbicara itu dengan cepat menyerang Bai Chen dengan pedangnya.
Bai Chen dengan santainya mengayunkan Pedang Pelahap Semestanya, “Slash” seketika orang yang menyerang Bai Chen itu tertebas, Bai Chen langsung memberikan tanda untuk rombongannya, agar langsung menyerang para prajurit yang lain.
[Selamat, Master telah membunuh kultivator Holy Tyrant, mendapatkan 40.000 PP & 4.000 PS]
__ADS_1
Pertempuran pun terjadi, sepuluh prajurit yang menyamar itu memiliki ranah Holy Tyrant, tentu saja itu sangat kuat untuk ukuran dunia ini, untung saja ada prinsip dunia yang menahan kekuatan mereka sampai ranah Half-Saint, jika tidak mungkin pertarungan mereka bisa membuat kerusakan yang sangat besar di Dunia Fana ini.
Meskipun secara pengalaman bertarung dan basis kultivasi sepuluh orang itu lebih kuat, tapi yang mereka hadapi sekarang ada rombongan Bai Chen, sebuah rombongan yang semua orang di dalamnya sangat kuat, bahkan untuk ukuran dunia atas mungkin mereka semua akan dinobatkan sebagai jenius tiada tanding.
Tidak butuh waktu lama, sembilan orang yang lain sudah berhasil dilumpuhkan oleh Bai Chen dan rombongannya, disini Lim Sa dan Mei Jiao hanya berlindung di belakang Fei Yuan, jadi mereka tidak ikut andil sama sekali karena akan menjadi beban.
Setelah mereka semua tersungkur dan pedang Bai Chen sudah membelah diri menjadi sembilan dan bertengger di leher mereka, Bai Chen mulai menanyakan perihal kenapa orang-orang Alam Dewa tertarik dengan Dunia Fana ini.
“Kami tidak tahu tuan, kami hanya prajurit biasa” salah satu dari sembilan orang itu menjawab dengan ketakutan karena di lehernya ada pedang milik Bai Chen. Delapan orang yang lainnya juga hanya pasrah dengan apa yang akan ditanyakan dan dilakukan oleh Bai Chen.
“Baiklah, sepertinya kalian tidak berbohong, bagaimana dengan pertanyaan kenapa kalian disuruh menjaga tempat ini, ditambah lagi kalian semua berani menyamar menjadi orang benua tengah?” Bai Chen mengajukan pertanyaan kepada sembilan orang itu.
“Saya akan menjawab tuan, sebenarnya … pintu … ini …” tiba-tiba saja kepalanya meledak karena telah memberikan informasi mengenai misi mereka, delapan orang yang lain paham dengan situasi ini, mereka tidak menyangka bahwa tuan yang mereka layani tega untuk memasang kutukan penghancur kepala itu.
Bai Chen sedikit terkejut dengan itu, “Sepertinya tuan kalian sangat berhati-hati sekali mengenai misi yang kalian emban ini, baiklah kalau begitu sudah tidak ada gunanya membiarkan kalian hidup, tapi sebelum itu aku akan mengambil sendiri informasi dari otak kalian itu” Bai Chen menghampiri satu persatu orang kemudian menggunakan pembaca pikiran Sistem.
__ADS_1