
"Maafkan saya karena telah memanggil anda dari neraka, tapi saya ingin menjadikan mereka semua persembahan kepada anda, dengan pertukaran saya bisa memiliki pasukan undead yang memiliki ranah saint keatas, seperti biasanya." Ketua Tong Kang bersujud sambil meminta hal itu kepada sosok tembus pandang agak kemerah-merahan itu.
"Baiklah aku terima persembahanmu, aku juga akan memberikanmu apa yang kamu butuhkan, karena persembahan kali ini cukup banyak, aku akan memberikanmu ini, Sabit Neraka, semoga bisa membantumu melawan musuhmu itu wahai pengikutku, hahaha." Ucap sosok itu.
"Terimakasih wahai penguasa neraka, saya berjanji untuk terus memperbanyak persembahan kepada anda, sekali lagi terimakasih." Ketua Tong Kang masih bersujud.
100.000 budak iblis tidak bersalah itu kemudian tanpa aba-aba tumbang satu-persatu, karena roh mereka diserap dan dimakan oleh sosok itu.
Sebagai gantinya sosok itu mengubah 100.000 mayat itu menjadi pasukan undead yang memiliki kultivasi ranah saint keatas, kemudian sosok itu menghilang dibarengi dengan awan yang sudah beranjak normal.
"Hahaha, dengan ini aku sudah siap untuk berperang, ayo kita ke perbatasan semuanya, jangan ada yang menjadi pengecut dengan lari dari medan pertempuran atau aku akan menjadikan kalian semua undead seperti mereka." Tegas Ketua Tong Kang.
***
Di Kota Cula Satu, Provinsi Badak Hitam.
"Pemimpin Tertinggi, kita sudah berhasil menguasai setiap sudut dari kota ini, kita berhasil memukul mundur pasukan musuh." Lapor salah satu jenderal yang memimpin rombongan pasukan di ujung.
"Bagus, kalau begitu lebih baik kita lanjut menuju ke kota berikutnya, kita harus mempercepat proses penaklukan provinsi ini kurang dari satu hari." Tegas Bai Chen.
Ketika mereka hendak maju kedepan, "Tunggu dulu…" Teriak Bai Chen membuat semua orang memandang ke arahnya.
Ketika tatapan semua orang bertemu dengan wajah Bai Chen, mata Bai Chen justru memandang ke atas langit dan merekapun ikut memandang langit itu.
Bukan hanya Bai Chen hampir seluruh pasukan ikut merasakan tekanan kuat setelah warna langit itu memerah, bagi beberapa orang saja yang memiliki kultivasi setingkat dengan Bai Chen atau diatasnya, mereka bisa melihat sebuah sosok yang keluar dari awan merah itu.
Kemudian setelah beberapa saat mereka semua melihat fenomena langit atau awan merah itu, mereka semua seakan-akan memiliki firasat yang buruk.
Setelah beberapa saat kemudian, awan merah itu menghilang dan langit kembali normal seperti sedia kala.
"Pemimpin tertinggi, kejadian apa yang baru saja terjadi, kenapa saya memiliki firasat yang buruk?" Seorang jenderal bertanya lagi.
__ADS_1
"Saya setuju tuan muda, sepertinya itu bukan pertanda baik." Para bayangan dewa juga menambahi.
"Kalian semua tenang dulu, kita akan membahasnya bersama dengan pasukan yang bertugas di provinsi sebelah, hilangkan semua pikiran buruk kalian." Tegas Bai Chen.
"Kita semua harus secepatnya menyelesaikan tugas kita dan kembali berkumpul bersama dengan mereka, jangan hilang fokus, mengerti?" Tegas Bai Chen.
"Mengerti."
Bai Chen tidak membiarkan pikiran-pikiran negatif itu mengganggu jalannya penaklukan kali ini.
Alasannya sederhana, karena penaklukan provinsi ini adalah awal dari perang, jadi banyak penaklukan desa dan kota di provinsi ini terjadi konfrontasi serangan, hingga mengakibatkan terjadinya korban jiwa.
Jadi dengan alasan ini Bai Chen tidak ingin pasukannya pecah fokus, "Baiklah mari kita lanjut ke kota berikutnya, URRAAA." Bai Chen.
"URRAAA." Para pasukan kemudian mencoba untuk terus menghilangkan firasat tidak enak tadi.
Singkat cerita pasukan Bai Chen sudah menguasai seluruh kota dan 100% memukul mundur pasukan musuh, mereka juga sudah membebaskan beberapa ribu budak iblis atas permintaan Fei Yuan.
Fei Yuan sebagai bangsa iblis, melihat sesama rasnya diperlakukan seperti itu sangat tidak terima, dia ingin sekali mengamuk dan memporak-porandakan ibukota Klan Tong secara langsung.
"Tuan muda laporan dari mata-mata yang kita tempatkan beberapa puluh kilometer di depan kita, terlihat ada jutaan pasukan yang telah menunggu kedatangan pasukan kita semua." Hang Tuah memberikan laporan.
"Kita berhenti dulu, kita harus menunggu pasukan dari provinsi sebelah dulu, kalian semua bisa beristirahat terlebih dulu di kota ini sambil menunggu yang lainnya, ketatkan penjagaan, bagi yang bertugas berjaga kalian harus teliti jika ada musuh menyerang kita, apakah kalian mengerti?" Tanya Bai Chen.
"Siap mengerti."
Hanya berselang beberapa jam saja, pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Hong Gon sudah mulai memasuki kota ini, dan mengistirahatkan pasukan.
"Selamat datang paman, apa yang menyebabkan kalian agak sedikit terlambat, seharusnya yang datang ke kota ini kalian duluan? Apakah ada sesuatu." Tanya Bai Chen sambil mempersilahkan beberapa petinggi untuk masuk ke tenda pertemuan.
Setelah memasuki tenda, bukan Jenderal Hong Gon yang menjelaskan, tapi Anming, Aiguo dan Jiang.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan muda, kami bertiga sedikit was-was mengenai langit yang berwarna merah tadi, jadi kami memutuskan untuk berdiam terlebih dulu tuan muda, langit merah itu juga memunculkan sebuah sosok, anda melihatnya bukan?" Tanya Anming.
"Ya aku melihatnya, bisa tolong kalian jelaskan mengenai hal itu." Pinta Bai Chen.
"Izinkan saya yang menjelaskan mengenai peristiwa langit merah itu, semua berawal dari cerita leluhur kami terdahulu, bahwa langit merah itu … … …" Aiguo mulai menjelaskan.
Semua orang menyimak penjelasan itu dengan sangat seksama, mereka tidak melewatkan satu kata pun dari penjelasan Aiguo.
"Jadi seperti itu tuan muda, pihak musuh seperti nya memiliki hubungan dengan Penguasa Neraka, dan menggadaikan jiwanya untuk mendapatkan kekuatan Raja Mayat, kemungkinan besar musuh kita besok adalah undead." Tutup Aiguo.
"Tuan muda baru saja saya mendapatkan informasi lagi, informasi ini sangat terpercaya karena berasal dari Han Ci yang tadi anda suruh untuk mengintai pasukan musuh." Hang Tuah.
"Informasi itu menguatkan argumen senior Aigui, terdapat jutaan undead dalam pasukan musuh, terlebih lagi kultivasi mereka diatas ranah saint." Hang Tuah.
'Ini benar-benar Krisis Dunia Fana, sepertinya aku tidak bisa berlama-lama lagi menyembunyikan kartu asku, kalau begitu jangan salahkan aku karena membantai kalian semua Klan Tong.' Gumam Bai Chen.
"Tidak masalah, undead lemah terhadap serangan yang memiliki suhu tinggi, kita akan menggunakan serangan model lama, kalian paham maksudku bukan?" Tanya Bai Chen.
Perkataan Bai Chen membuat wajah suram semua orang menghilang, diganti dengan wajah kasihan kepada Klan Tong.
"Kalau kita menggunakan cara itu, sudah dipastikan berhasil dan kita akan menang secara instan." Hong Zheng menanggapi.
"Iya benar, aku akan memulai dengan serangan areaku ditambah dengan pedang bentuk ketigaku : ledakan, setelah baru kalian semua yang menyerang, strategi sederhana yang mungkin paling efektif melawan mereka semua." Bai Chen.
"Tuan muda, kita mendapat surat dari musuh, mereka berkata akan membiarkan kita istirahat malam ini, kita akan berperang secara terbuka dan adil besok pagi ketika matahari sudah mulai meninggi." Han Ci yang tiba-tiba muncul, langsung memberikan laporan.
"Seperti yang kalian dengar, besok kita akan berperang melawan mereka semua, kuatkan mental kalian sendiri dan mental pasukan kalian mulai malam ini, kalian paham?" Bai Chen.
"Paham."
Setelah itu mereka semua terjaga dari tidurnya, kebanyakan dari mereka menunggu keesokan harinya dengan berkultivasi dan menyemangati setiap pasukan yang ada di bawah kendali mereka.
__ADS_1
Bulan pun digantikan dengan matahari yang sudah menyombongkan sinarnya di ufuk timur.
Semua pasukan sudah siap siaga, mereka menunggu komando dari Bai Chen untuk maju menyerang, karena pasukan dari Klan Tong juga sudah bersiap siaga, sebuah hutan gundul yang luas akan menjadi medan perang kedua kubu.