SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 179 - Serangan Terakhir


__ADS_3

“Hehe, enak saja ingin menghalau serangan hanya dengan angin sayap itu, memangnya aku tidak memikirkan kemungkinan itu? Aku akan terus melakukan ini dengan beberapa elemen lainnya,” gumam Bai Chen.


Tiga raksasa itu tidak tinggal diam, kali ini mereka bertiga berinisiatif memberikan serangan jarak jauh terlebih dulu kepada Bai Chen, mereka mengirimkan petir tiga warna yaitu perpaduan emas, merah dan biru yang langsung menghantam tubuh Bai Chen.


“Jgeeeeerr…”


Bai Chen tidak sempat menghindarinya karena dia mengira bahwa ketiga raksasa itu akan menyerang dengan senjata yang ada di tangan mereka bukan serangan jarak jauh seperti ini.


“Bruuuaaak…”


Bai Chen sekali lagi terjatuh dan menabrak tanah, “Kuat sekali serangan mereka, memang benar tubuhku tidak lecet, tapi serang mereka bertiga tidak main-main, jika orang lain yang mendapatkan serangan itu, sudah dipastikan orang itu akan meninggal dalam waktu sekejap,” pikir Bai Chen.


“Tapi, ini sedikit menguntungkan karena tubuh spesialku, aku bisa menyerap petir tiga warna itu, kalau begitu lebih baik aku terus menyerang mereka dengan cara tadi untuk menjaga jarak dan mereka akan mengirimkan petir tiga warna itu lagi.” Bai Chen membuat rencana di pikirannya.


“Yosh, mari kita lakukan itu.” Bai Chen kemudian terbang ke langit lagi dengan pakaian yang sudah agak lusuh karena terbentur di tanah barusan.


“Woeee, kalian bertiga aku akan menyerang bersiaplah, jangan lupa serang aku dengan petir tiga warna kalian yang lemah itu, aku barusan hanya sedikit terkejut saja, tapi aku tidak merasakan sakit sama sekali,” provokasi Bai Chen.


Bai Chen kemudian melepaskan serangan persis seperti yang tadi tapi kuantitasnya ditingkatkan menjadi 200 ribu pedang terbang dan elemennya diganti dengan air raksa.


Ketiga raksasa dengan entengnya menyilangkan tombak, trisula dan sayap mereka masing-masing, benar saja ternyata 200 ribu pedang itu belum mampu memberikan serangan telak kepada mereka bertiga, tapi tetap saja mereka terkena sayatan di berbagai tempat.


Ketiga raksasa itu juga menyerang Bai Chen dengan Petir Tigas Warna, mereka juga menambahkan intensitasnya dan berharap Bai Chen tidak bangkit lagi setelah terjatuh karena serangan cepat mereka bertiga.


“Jgeeeeerr…”

__ADS_1


Ketika serangan Petir Tiga Warna itu menghantam tubuh Bai Chen, dia sudah mempersiapkan diri untuk menerima petir itu dan menyerapnya agar bisa menjadi elemen baru yang dimilikinya.


“Bruuuaaak…”


Tapi karena memang kekuatan yang begitu dahsyat, Bai Chen kembali jatuh dan menabrak tanah lagi, dia kemudian terbang lagi dan terus melakukan hal yang sama selama setengah hari kedepan.


Setelah ratusan kali percobaan seperti itu, Bai Chen sudah semakin mahir menggonta-ganti elemen sesuka hatinya, kali ini energi qi yang berada di tubuhnya berkurang sebanyak sepertiga, tapi kabar baiknya adalah dia sudah menyerap dan bisa menggunakan Petir 3 Warna.


Bukan hanya itu, tubuh ketiga raksasa itu sudah terlihat semakin banyak lubang akibat serangan Bai Chen yang sekarang sudah sampai pada kuantitas 10 juta pedang terbang.


“Hahaha, akhirnya berhasil, terima kasih untuk kalian bertiga, berkat kalian aku kini memiliki elemen Petir 3 Warna, yang mungkin akan aku gabungkan juga dengan Petir Hitam dan membentuk Petir 4 Warna,” ungkap Bai Chen kepada ketiga raksasa yang ada di depan mereka.


Bai Chen sekarang juga sudah tidak harus jatuh dan menabrak tanah lagi, dia sekarang sudah bisa menghadap serangan Petir 3 Warna musuh sambil terbang di langit.


“Baiklah karena tujuanku sudah tercapai, bagaimana jika kita melakukan pertarungan sungguhan, kali ini aku akan menjajal pertarungan jarak dekat dengan kalian bertiga,” tantang Bai Chen.


Setelah mengatakan itu, Pedang Pelahap Semesta berubah bentuk menjadi Pedang Ganda dengan pedang kanan yang diselimuti oleh Api dan dikuatkan dengan Api Emas, sedangkan pedang kiri diselimuti oleh Air dan dikuatkan oleh Es Abadi.


“Aku sekarang hanya bisa menghentikan waktu selama beberapa detik saja, jadi aku akan melakukan ini semua dengan cepat,” pikir Bai Chen.


“Aku akan maju kalian bersiaplah…” Bai Chen maju dengan kecepatan tinggi, saat ini dia sudah berada diantara ketiga raksasa itu.


“Trang…”


Dua tangannya dengan lincah menyerang dan berbenturan dengan senjata dari ketiga raksasa itu hingga mereka bertiga mundur dan mengambil posisi mengelili Bai Chen sekarang.

__ADS_1


“Oh, sepertinya kalian setuju denganku untuk bertarung denganku di jarak dekat, kalau begitu ayo kita lakukan…” Bai Chen langsung menyerang dan menggunakan berbagai serangan yang mengincar leher dari ketiga raksasa ini.


“Duar…”


Bai Chen terpental akibat serangan penuh Iblis Asura, kemudian dia bangkit lagi dan kembali menyerang mereka bertiga dengan pedang ganda miliknya.


Prajurit Petir menggunakan tombaknya untuk mengisi celah kosong di antara jeda waktu serangan Bai Chen, hal ini membuat Bai Chen sedikit harus lebih cepat lagi agar tidak terkena serangan ini.


“Slash…”


Tapi sayang sayap milik Naga Biru yang bisa membuat bilah angin mengenai tubuh Bai Chen dengan sangat dalam dan akhirnya Bai Chen untuk pertama kalinya kehilangan darah dari sebuah pertempuran.


“Argh, ternyata begini ya rasanya tertebas dan terluka, terima kasih telah menyadarkanku bahwa aku tidak selalu diatas, ternyata aku masih lemah jika dibandingkan dengan yang lain, tapi aku tidak niatan untuk kalah, oleh karena itu aku akan tetap menghajar kalian bertiga lebih keras,” ucap Bai Chen.


Bai Chen kemudian memasuki mode serius dan konsentrasi tingkat tinggi, ketiga raksasa itu juga mulai mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.


Serangan demi serangan mengarah dan tertangkis begitu saja, hingga tidak terasa malam hari tiba dan sudah banyak berbagai orang-orang kuat di Dunia Immortal ini melihat pertarungan tiga raksasa itu dengan Bai Chen.


Mereka sedang menyaksikan kejadian yang super langka, bisa mendapatkan kesengsaraan prajurit petir, otomatis akan menjadi orang berkuasa atau terhormat setingkat dengan kaisar, tapi anak muda bernama Bai Chen ini malah dengan tenangnya memanggil kesengsaraan Naga Biru.


Kesengsaraan langka yang sudah hilang beberapa ribu tahun yang lalu, karena faktor ini banyak orang kuat yang melihat ini memiliki pandangan yang sama yaitu merekrut Bai Chen untuk bergabung atau masuk kedalam kelompok mereka masing-masing.


Tapi saat ini mereka tidak berani bergerak mendekat lebih jauh karena pertarungan ketiga raksasa dan Bai Chen sudah mulai memasuki ronde terakhir, dan akibat dari pertarungan ini seluruh padang rumput yang awalnya hijau sekarang menguning dan banyak gosong disana-sini, semua akibat pertarungan ini.


“Hei kalian bertiga sepertinya bukan hanya aku saja yang hampir kehabisan energi, kalian juga sepertinya sudah tidak bisa berlama-lama lagi disini, bagaimana dengan mempertaruhkan semuanya dalam serangan terakhir, apakah kalian bertiga berani?” Bai Chen menantang ketiga raksasa.

__ADS_1


Seperti mengerti yang dikatakan Bai Chen, ketiga raksasa itu kemudian berada dalam satu garis lurus, mereka sudah mulai menyusun sebuah serangan terakhir untuk mengakhiri tugas mereka untuk menguji Bai Chen.


“Sepertinya kalian sangat mudah diajak kompromi,” gumam Bai Chen, kemudian dia menggunakan seluruh kekuatannya dengan membuat 100 juta pedang terbang yang dibentuk seperti sebuah pedang raksasa dengan gabungan seluruh elemen.


__ADS_2