
“Adik Bai Feng, aku masih tidak paham, apa yang kalian maksud? Bisakah kamu menjelaskannya lebih rinci lagi?” Mei Jiao bertanya.
“Begini kak, jadi sebenarnya aku dan mereka sama-sama dibangkitkan dengan kekuatan suami, tapi perbedaannya mereka semua hanya bisa menuruti semua perintah dari suami tanpa bisa membantah sama sekali,” jawab Bai Feng.
“Sedangkan aku berbeda, setelah aku dibangkitkan aku masih memiliki kesadaran dan bisa memilih semuanya sesuai dengan pilihanku sendiri tanpa ada intervensi dari suami, singkatnya seperti kak,” sambung Bai Feng.
“Oh, jadi itu hal yang menjelaskan ketika kita bertiga menyerang semua monster itu dan mereka semua tidak membalas kita,” paham Mei Jiao.
Mei Jiao mencoba untuk memahami perkataan Bai Feng, meskipun masih banyak lagi misteri yang tidak bisa dia ungkapkan dari jawaban singkat Bai Feng itu.
“Sayang, aku pernah membaca buku mengenai keterampilan yang sama persis dengan yang kamu gunakan ini,” celetuk Fei Yuan.
“Oh, bisakah kamu lanjutkan, aku ingin tahu apakah keterampilan yang kamu baca sama dengan kekuatan milikku ini?” Bai Chen.
“Kalau tidak salah, dalam buku itu dijelaskan bahwa keterampilan ini dimiliki oleh salah satu Dewa tingkat tinggi yang bahkan bisa mengontrol hidup dan mati seseorang,” jelas Fei Yuan.
“Dewa itu bisa membuat pasukan besar dari semua mayat yang ada, oleh karena itu dia sangat ditakuti dalam peperangan, karena dia bisa membuat semua orang yang telah mati menjadi pasukan yang setia kepadanya,” sambung Fei Yuan.
“Tidak hanya itu, semua pasukan itu juga abadi selama di Dewa masih memiliki energi qi dalam dantiannya,” lanjut Fei Yuan.
“Tapi nasib Dewa itu sangat menyedihkan, karena keterampilan yang tidak masuk akalnya, banyak Dewa yang merasa terancam akan pasukan yang tidak terbatas itu, akhirnya mereka semua memutuskan untuk mengeksekusi Dewa itu,” jelas Fei Yuan.
“Dewa pemilik keterampilan itu sebenarnya adalah dewa yang baik hati dan tidak suka memulai peperangan, dia membuat pasukan besar itu agar Alam miliknya bisa damai tanpa mengikuti peperangan Dewa dan Alam lainnya,” lanjut Fei Yuan.
__ADS_1
“Seperti kata pepatah, jika sebuah negeri ingin hidup damai, maka buatlah senjata yang banyak atau sedikitnya setara dengan negeri lain, agar hal itu bisa menjadi pertimbangan agar negeri lain tidak menyerangnya,” sambung Fei Yuan.
“Pepatah tinggal sebuah pepatah, Para Dewa lain yang iri dengan keterampilan Dewa itu menyatakan perang yang membuat seluruh Alam Dewa masuk dalam kekacauan dalam ratusan ribu tahun,” lanjut Fei Yuan.
“Karen perang terus berlarut dan Dewa itu sudah dicap sebagai ancaman oleh Para Dewa di Alam Dewa sampai-sampai keluarganya sendiri mengkhianati Dewa itu dan akhirnya menggunakan cara licik untuk membunuh Dewa itu atas perintah Para Dewa yang tidak suka,” sambung Fei Yuan.
“Dan begitulah akhir tragis dari pemilik keterampilan itu, dia tidak kuasa untuk menyerang keluarganya sendiri dan akhirnya dia membiarkan keluarganya yang sudah dicuci otaknya oleh para dewa lain itu untuk membunuhnya,” lanjut Fei Yuan.
“Dewa itu mati sampai jiwanya tidak tersisa lagi, tapi dari sinilah topeng para dewa yang tidak suka itu terbuka, ternyata yang mereka incar itu adalah keterampilan itu, tapi mereka semua tidak ditakdirkan mendapatkan keterampilan itu,” sambung Fei Yuan.
“Hingga muncul sebuah rumor bahwa keterampilan itu akan bangkit lagi bersama orang yang ditakdirkan, dan begitulah akhir dari cerita yang aku baca, apakah keterampilan milikmu sama dengan Dewa itu?” Fei Yuan sangat penasaran dengan jawaban Bai Chen.
“Sebelum aku menjawab, aku ingin bertanya kepada kalian bertiga, jika memang aku memiliki keterampilan yang sama dengan Dewa itu, apakah kalian bertiga juga akan mengkhianatiku?” Bai Chen bertanya serius.
“Kami bertiga berjanji demi kehidupan kami, bahwa tidak akan pernah mengkhianati atau bahkan berpikir saja untuk mengkhianatimu, kami akan menjadi pendukung dimanapun kamu berada dan apapun yang kamu lakukan!” Ketiga istri Bai Chen.
Bai Chen tersenyum ringan bangga dengan ketiga istrinya.
“Aku akan selalu menyayangi kalian, untuk menjawab pertanyaanmu tadi, aku akan bertanya mengenai nama Dewa yang ada dalam cerita itu?” Bai Chen.
“Hmm, di buku tidak dijelaskan secara detail mengenai nama Dewa itu, tapi kalau tidak salah dia dijuluki dengan God Necromancer, God Necromancer, kenapa aku tidak asing…” Fei Yuan sedang berpikir mendengar kata-kata itu dari mana.
Akhirnya Fei Yuan sadar dan melihat Bai Chen dengan tatapan yang penuh arti, “Bu…bukankah sebelum membangkitkan tadi kamu sempat menyebut nama itu?” Fei Yuan seperti tidak percaya bahwa orang yang ditakdirkan itu adalah suaminya.
__ADS_1
“Begitulah adanya, terlepas dari cerita dalam buku yang kamu baca itu benar atau tidak, tapi memang sekarang keterampilan itu menjadi milikku, God Necromancer…” Bai Chen polos menjawab Fei Yuan.
“Hmm, selama terus bersamamu, aku tidak tahu lagi kapan jantungku ini akan dikejutkan lagi, kamu terlalu luar biasa sayang, aku sangat beruntung bisa menjadi istrimu,” ucap Fei Yuan dengan senang dan memeluk tubuh Bai Chen.
Kedua istri Bai Chen yang lain juga tidak ketinggalan, mereka berdua juga ikut memeluk Bai Chen dan begitulah keterampilan Bai Chen yang luar biasa itu diketahui oleh ketiga istrinya.
“Sudahlah, kalian jangan menempelkan Buah Surgawi kalian lama-lama, nanti aku bisa kelepasan, hehe,” canda Bai Chen untuk membuat ketiga istrinya melepaskan pelukannya yang sudah berlangsung selama beberapa puluh menit.
“Dasar suami mesum…” Fei Yuan langsung melepaskan pelukannya dan mengolok Bai Chen sambil wajahnya memerah, padahal dia sebenarnya juga mau jika suaminya sedikit memaksa.
“Hmm, tapi kalo suami mau, aku tidak masalah untuk melayanimu…” Mei Jiao dengan malu-malu berbicara seperti itu.
“Aku bisa melakukannya dimanapun, selama itu aku selalu berdua denganmu sayang,” timpal Bai Feng yang semakin bar-bar saja.
“Ekhem, ekhem, kita akan melakukannya nanti setelah kita menyelesaikan pelatihan kita disini, bagaimana jika kita menyelidiki pulau ini lebih dalam, bukankah itu tujuan kita?” Bai Chen mengalihkan pembicaraan.
‘Untung saja imanku kuat, jika tidak aku maka aku sudah melibas ketiga istriku yang cantik, manis dan imut ini…’ gumam Bai Chen dalam hati.
“Hmm, baiklah sayang, tapi bagaimana dengan mereka? Apakah mereka semua akan mengikuti kita untuk masuk ke kedalaman pulau?” Bai Feng bertanya mengenai ratusan ribu monster itu.
“Tentu saja, jangan salah, mereka semua memiliki kultivasi yang sama denganku karena aku tidak melakukan sesuatu, jadi siapa tahu mereka juga bisa beradaptasi dengan tekanan yang ada di kedalaman pulau nanti,” singkat Bai Chen.
‘Semuanya berkat Sistem yang langsung menggunakan Garis Keturunan kepada mereka dan jika saja batasan kultivasi mereka tidak boleh lebih tinggi dari kultivasiku, aku yakin mereka bisa berkembang lebih cepat setelah membunuh 50 ribu monster itu,’ gumam Bai Chen dalam hati.
__ADS_1