
Bai Chen hanya mendengarkan Bai Feng berbicara sambil menatap matanya.
“Akhirnya, aku tidak memutuskan apapun, aku hanya mengikuti apa kata hatiku” Bai Feng.
“Aku sangat senang bisa memandangi Gege setiap saat, ingin selalu berada disamping Gege dan ingin terus berjuang bersama Gege” Bai Feng.
“Itulah kenapa aku beberapa bulan terakhir sangat jika bisa berdua bersama Chen Gege saja” Bai Feng.
“Sampai akhirnya kata - kata paman Bai Long tadi memperjelas perasaanku pada Gege” Bai Feng berbicara dengan mata yang mulai sembab.
Sebagai laki laki yang baik, Bai Chen langsung saja mendekati Bai Feng, kemudian duduk tepat di samping Bai Feng.
“Kamu boleh bersandar di bahuku Feng’er” Bai Chen menawarkan bahunya. Bai Feng tanpa disuruh ternyata sudah menyandarkan kepalanya di bahu Bai Chen.
“Aku akan meneruskan Chen Gege” sambil masih bersandar di bahu Bai Chen.
“Ketika perkataan kedua paman Bai Long keluar dari mulutnya, aku tahu bahwa rasa kagumku selama ini sudah berubah menjadi cinta kepada Gege” Bai Feng.
“Karena ketika Chen Gege tidak menanggapi perkataan paman Bai Long itu, hatiku terasa sakit, bahkan aku tadi sempat berpikir, mungkin memang aku tidak pantas untuk Gege, jadi Gege tidak merespon perkataan paman Bai Long” tangis Bai Feng akhirnya mengalir.
Bai Chen membiarkan Bai Feng untuk terus menangis terlebih dahulu, dia tidak mengatakan sepatah katapun ketika Bai Feng menangis, tapi dia langsung membelai lembut rambut Bai Feng yang ada di bahunya.
Setelah beberapa saat. Bai Feng sudah mulai tenang.
“Tapi perkataan itu juga yang menyadarkan ku, untuk tidak berharap menjadi orang yang Gege cintai, karena Gege lebih berhak memiliki cinta dari gadis yang masih suci, tidak sepertiku yang sudah kotor” Bai Feng mengakhiri ceritanya.
“Hmmm, sebenarnya …” Bai Chen ingin merespon cerita dari Bai Feng, tapi keburu dipotong oleh Bai Feng.
“Jangan berbicara apapun dulu Gege, aku tidak menginginkan pembelaan dari rasa belas kasihan kepadaku, cukup biarkan aku bersandar di bahu Gege untuk beberapa saat” Bai Feng memotong kata - kata Bai Chen.
Jika kejadian ini dilihat banyak orang, mereka pasti mengira kedua pasangan ini sedang memadu cinta, bagaimanapun dilihat Bai Feng tengah bersandar di bahu Bai Chen seakan - akan tidak ingin melepaskan kepalanya dari bahu Bai Chen.
__ADS_1
Disisi lain Bai Chen membalas dengan tangannya yang masih membelai rambut Bai Feng dengan lembut. Tidak ada kata lain selain sepasang kekasih mesra, tapi mereka semua tidak akan pernah mengira bahwa ternyata mereka berdua sekarang sedang salah paham dengan perasaan masing - masing.
Bai Chen merasa kesalahpahaman ini semakin melebar, karena Bai Feng tidak mengatakan apapun lagi setelah memotong perkataannya tadi dan hanya memandang lurus kedepan saja dengan tatapan mata yang kosong.
Bai Chen kemudian berinisiatif untuk menyejajarkan badannya dengan tubuh Bai Feng. Tanpa aba aba apapun, dia langsung mencium bibir manis nan kecil Bai Feng.
Bai Feng sangat kaget dengan kejadian ini, wajahnya sangat merah seperti tomat. Dia berpikir bukankah tadi dia sudah berkata bahwa dia tidak pantas untuk mendampingi Bai Chen.
Tapi lihat, apa yang dilakukan oleh Bai Chen sekarang. Bai Chen mencium Bai Feng dengan pelan - pelan dan sangat lembut. Dan tidak membiarkan Bai Feng untuk melepaskan ciuman ini.
Bai Feng akhirnya hanya bisa menerima ciuman itu dengan pasrah, setelah ini dia akan meminta penjelasan kepada Bai Chen.
Mereka berciuman lumayan lama, sampai Bai Chen akhirnya melepaskan ciumannya dan kembali ke posisi awal, dia menyandarkan kepala Bai Feng ke bahunya.
“Bagaimana? Sudah merasa lebih baik?” Bai Chen bertanya sambil mulai membelai rambut Bai Feng lagi.
“Bukankah Gege berhutang penjelasan dengan tiba - tiba menciumku?” Bai Feng protes dengan wajah masih memerah.
“Itulah kenapa jika ada orang ingin mengatakan sesuatu jangan dipotong” Bai Chen mendekatkan mulutnya tepat disamping telinga Bai Feng.
“Eeeee, kenapa kamu menjauh dari Gegemu ini? Apakah kamu sudah tidak nyaman berada didekatku?” Bai Chen memasang wajah sedih untuk menggoda Bai Feng.
Bai Feng bereaksi dan langsung memeluk Bai Chen. Bai Chen dengan senang hati menerima pelukan itu.
“Aku tidak bermaksud seperti itu Chen Gege, aku hanya …” Bai Feng juga mencoba untuk menjelaskan.
“Hahaha, aku hanya menggodamu saja Feng’er” Bai Chen tertawa sambil mencubit hidung Bai Feng.
“Ahhh, aku akan marah jika Gege tidak berhenti tertawa” Bai Feng melepaskan cubitan dan memasang wajah merengut.
“Baiklah, Baiklah, apakah kamu tidak penasaran apa yang ingin aku katakan tadi ?” Bai Chen bertanya.
__ADS_1
“Jika itu hanya rasa kasihan Gege kepadaku, aku rasa tidak perlu diungkapkan Gege” Bai Feng kali ini memasang wajah muram beneran.
“Feng’er ku yang cantik, kamu jangan terlalu berpikiran buruk kepadaku” Bai Chen menarik tubuh Bai Feng menempatkan tubuh Bai Feng tepat di depannya.
Bai Chen kemudian berbicara dengan nada yang serius.
“Aku tadi ingin mengatakan bahwa sebenarnya aku juga …”
*Bboooommmm
*Bboooommmm
*Bboooommmm
Tiba - tiba banyak suara ledakan dan pertempuran di sekitaran hutan.
“Feng’er aku tunda dulu penjelasannya, kita harus segera kesana, sepertinya ada yang tidak beres” Bai Chen menunjuk kepulan asap putih di area sekitar tenda prajurit.
“Baiklah Chen Gege, akan aku hitung ini sebagai utang penjelasan dari Gege” Bai Feng menyembunyikan kemarahannya. ‘Awas saja jika ini merupakan hal yang tidak penting, akan aku ratakan dengan apiku’ batin Bai Feng.
Mereka berdua langsung terbang menuju ke tenda prajurit dengan cepat. Semakin mendekat hawa pertempuran semakin terasa. Semua tenda sudah berantakan ketika mereka berdua sampai disana.
Dari kejauhan mereka berdua melihat Bai Long, Bai Don dan Bai Cheng sedang bertarung dengan gerombolan monster. Dan mereka berdua langsung paham bahwa ini merupakan Gelombang Monster III.
“Feng’er sepertinya kita harus menghabisi para monster lebah ini dulu sebelum melanjutkan yang tadi” Bai Chen berkata kepada Bai Feng.
“Chen Gege tenang saja, ini akan berakhir dengan cepat” Bai Feng sangat marah karena ucapan Bai Chen yang terpotong tadi adalah hal penting untuk hubungannya dengan Bai Chen kedepannya.
‘Monster lebah jelek, kamu akan menjadi sasaran amukan apiku karena telah mengganggu momen penting bersama Chen Gege’ batin Bai Feng diikuti dengan senyuman yang penuh arti.
“Jangan terlalu memaksakan diri Feng’er” Bai Chen mengingatkan sambil mengeluarkan Pedang dan mengaktifkan Skillnya.
__ADS_1
“Baik Gege” Bai Feng langsung menerobos kejutaan monster lebah di depannya itu, dia menggunakan semua jurus yang dimilikinya.
“Ahh, Feng’er jika sedang tersenyum seperti itu, kenapa terasa sangat menyeramkan sekali” Bai Chen bergumam.