
“Akhirnya kami menemukan Anda, Tuan Muda!” senang Leluhur Anming yang masuk ke dalam gua tersebut tanpa peringatan sama sekali, karena dia sangat yakin bahwa Bai Chen ada di dalam.
“Bagaimana bisa kalian sampai disini? Bukankah kalian sebelumnya sudah kusuruh untuk kembali terlebih dulu dan menjauh dari pertarunganku sebelumnya?” tanya Bai Chen.
“Kami sudah melakukannya Tuan Muda. Tapi ini sudah lebih dari 10 hari, apakah Tuan Muda tidak sadarkan diri bahwa Anda sudah menghilang begitu lama?” tandas Kakek Bai Shi khawatir.
“Apakah yang dikatakan mereka berdua benar-benar terjadi, Zhao Kaibo?” Bai Chen masih tidak percaya bahwa dia sudah pingsan selama 10 hari penuh dan baru sadar tepat hari ini.
“Memang benar Tuan Muda, kami bahkan sudah membunuh miliaran monster lagi hingga akhirnya sampai disini, ternyata Alam Seribu Monster ini lebih luas dari perkiraan kita,” jawab Zhao Kaibo.
“Bahkan kami menemukan banyak monster kuat dan perkembangbiakan mereka yang tidak wajar membuat kami benar-benar kelelahan selama beberapa hari terakhir,” sambung Zhao Kaibo.
“Terima kasih karena telah mengkhawatirkanku, kalau begitu sekarang mari kita kembali menuju ke atas, aku akan menceritakan mengenai tujuanku selanjutnya,” ucap Bai Chen.
“Tapi sebelum itu…” Bai Chen mengarahkan tangannya untuk memindahkan seluruh gua raksasa beserta seluruh isinya itu ke dalam dunia jiwa miliknya.
[Gua Penguasa Monster sudah disatukan dengan Dunia Jiwa milik Master, semua uang yang ada di dalamnya juga sudah dihitung oleh sistem.]
[Sedangkan seluruh harta di dalamnya sesuai dengan list yang ada di layar transparan. Selamat karena beberapa harta diantaranya merupakan harta tingkat tinggi.]
[Total Uang : 2,13 kuadriliun Batu Kristal.]
[Total Poin Sistem : 11 kuadriliun.]
[Total Poin Pengalaman : 112 kuadriliun.]
Bai Chen tersenyum puas dengan laporan sistem, dia juga sangat senang dengan poin sistem dan pengalaman yang didapatkannya, poin itu memiliki nol yang banyak sekali.
“Baiklah mari kita keatas!”
***
Di Langit, Hamparan Luas Alam Seribu Monster.
__ADS_1
“Bagaimana pendapat kalian jika aku menggabungkan Alam Seribu Monster ini dengan Alam Iblis?” tanya Bai Chen meluncurkan sebuah topik baru pada bawahannya.
“Bukankah menggabungkan dua alam sama saja dengan menggabungkan dua inti dantian dalam satu tubuh? Memangnya itu bisa dilakukan?” tanya Leluhur Anming.
“Aku tidak bisa menjamin bahwa hal itu akan berhasil. Namun, satu hal yang pasti, aku akan melakukannya meskipun akan banyak orang yang mengatakan aku gila,” jawab Bai Chen ringan.
“Tapi dengan segala keajaiban yang sudah Anda perlihatkan pada kami semua. Sepertinya menggabungkan dua Alam ini tidak menjadi masalah,” ucap Zhao Kaibo.
“Semoga saja seperti itu dan ingatlah kalian semua yang ada disini, mulai sekarang kalian akan berlatih disini didampingi oleh Kakek Han Shi sebagai pengawas.”
“Semakin banyak monster yang kalian bunuh, maka hal itu juga akan semakin baik, kumpulkan juga inti monster yang ada, kalian boleh kembali setelah 3 bulan.”
Bai Chen memberikan perintah pada Pasukan Klan Bai yang dipimpin oleh Kakek Bai Shi.
“Kami akan melakukannya Tuan Muda!”
“Bagus, sedangkan untuk Kakek Anming dan Zhao Kaibo serta Para Perintah Dewa, kalian akan melanjutkan eksplorasi seperti sebelumnya, paham?!”
“Kami paham Tuan Muda!”
“Tentu saja Tuan Muda, kalau begitu kami pamit terlebih dulu, sampai jumpa lagi.” Kakek Anming, Zhao Kaibo dan Perintah Dewa menghilang begitu saja melanjutkan perjalanan.
“Kakek Han Shi, aku sudah membuat beberapa penghalang kuat untuk alam ini, kalian bisa membunuh semua monster tanpa harus takut diganggu oleh para dewa lainnya,” jelas Bai Chen.
“Terima kasih, Tuan Muda!”
“Sama-sama, kalau begitu aku kembali dulu ke Alam Iblis, aku ingin mencari cara bagaimana aku menggabungkan dua alam ini, aku akan menjemput kalian 3 bulan lagi, sampai jumpa!”
***
Di Istana Kekaisaran Iblis Surgawi, Alam Iblis.
“Aku sudah mencari banyak literatur yang berada di perpustakaan dan beberapa sumber informasi lain, namun tidak kunjung menemukan caranya, bagaimana pendapatmu Sistem?”
__ADS_1
[Bagaimana jika bertanya pada beberapa dewa yang belum sempat Anda kunjungi beberapa bulan terakhir, bukankah ini ide yang menarik? Sekaligus menjalin hubungan dengan mereka.]
“Tidak buruk juga, kalau begitu aku akan berkunjung ke Alam Pedang, aku penasaran seperti apa Dewa Penguasa Pedang itu sekaligus tuan dari Liu Quon itu.”
Bai Chen mengangguk yakin, lalu mencari koordinat Alam Pedang dengan bantuan Sistem, setelah menemukannya, dia langsung berteleportasi ke sana.
*SPLASH!
Bai Chen sampai di salah satu kekaisaran terkuat yang dimiliki alam ini, tidak lupa dia langsung menyamarkan aura penguasa miliknya menghindari hal yang tidak diinginkan.
Dia lalu berjalan menuju ke gerbang masuk ibukota kekaisaran tersebut. Terdapat beberapa antrian yang panjang memasuki ibukota kekaisaran yang sudah terlihat megah dari luar.
“Jika Tuan ingin masuk ke dalam ibukota, maka harus membayar sebesar 1 Batu Kristal tingkat Rendah. Setelah itu Anda bisa masuk tanpa hambatan sama sekali,” jelas salah satu penjaga.
“Aku tidak memilikinya, tapi aku hanya memiliki ini, bisakah aku masuk menggunakan ini? Ambil saja kembaliannya jika memang ada,” ucap Bai Chen sambil melemparkan Batu Kristal Tinggi.
“Ini– ini Batu Kristal Tinggi, setara dengan 100 Batu Kristal Rendah. Apakah kami benar-benar boleh memiliki sisanya?” tanya Penjaga yang bertambah sopan.
“Ambilah, kalau begitu aku masuk dulu, terima kasih.” Bai Chen meninggalkan pintu masuk gerbang itu dan masuk ke dalam kota. Dia melihat banyak bangunan yang tidak kalah dengan Kekaisaran Iblis Surgawi.
“Jadi Kekaisaran ini bernama Kekaisaran Pedang Suci dan tidak salah jika ini menjadi salah satu kekaisaran paling maju di Alam Pedang ini,” gumam Bai Chen.
“Disini juga semua orang bebas menggunakan senjatanya dengan beberapa peraturan yang sudah dijelaskan oleh penjaga sebelumnya,” sambung Bai Chen sendiri.
“Aku sudah sangat senang, tapi kenapa masih ada saja orang bodoh dimana-mana, apakah memang tabiat makhluk hidup itu mengganggu ketenangan orang lain?!”
Bai Chen kesal karena ada beberapa orang yang mengincar dirinya, meskipun secara kasat mata tidak terjadi apa-apa. Namun, Bai Chen bisa merasakan sedikit hawa membunuh yang mengarah pada dirinya.
“Baiklah karena aku disini memiliki urusan yang penting, maka aku akan langsung memanggil Liu Quon saja, aku tidak memiliki waktu mengurus semut-semut seperti kalian semua,” batin Bai Chen.
“Pedang Pelahap Semesta : Keluarkan Aura Kematianmu!”
Tepat ketika Bai Chen mengeluarkan pedang kuatnya, sebuah fenomena alam terjadi tepat di langit yang ada di atasnya, langit seakan-akan terbelah akibat aura kematian pedang Bai Chen.
__ADS_1
“Kenapa kamu membuat kegaduhan di kekaisaran ini! Apakah kamu termasuk salah satu pemberontak itu!” teriak ratusan penjaga yang mengelilingi Bai Chen dalam waktu cepat.