SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 45 - Kehancuran Paviliun


__ADS_3

“Apa maksud semua ini tuan Bai Chen ?” Lang She tidak berharap musuh yang selama ini ingin menghancurkan Paviliun Gorila Darah benar - benar Bai Chen.


Lang She mendapat kabar bahwa hari ini Bai Chen menemui Patriark Ni, tapi hanya sebatas itu saja, dia tidak mengira bahwa Bai Chen yang selama beberapa hari ini tidak keluar malah merencanakan penghancuran Paviliunnya dengan sangat matang.


“Apakah aku perlu menjelaskan sedangkan kamu sudah tahu bukan Ketua Lang She ? Jika aku adalah cucu dari nenek yang beberapa tahun lalu kalian bunuh” Bai Chen menggertakkan gigi untuk menahan kemarahannya.


“Tuan, mungkin ini semua hanya salah paham, tidak mungkin kami melakukan itu semua, semuanya hanya salah paham” Lang She melanjutkan pembelaannya..


“Ohh begitukah ? Bagaimana dengan kesaksian mereka ?” Bai Chen bisa merasakan aura dari regu Hang Tuah, mereka sudah berhasil menyelesaikan misi dan menemukan tiga orang itu.


“Lapor, semuanya sudah selesai tuan muda, kami juga sekalian menghancurkan pelelangan, dan kebetulan kami menemukan tiga orang yang anda cari” Hang Tuah yang baru datang langsung melaporkan keadaan.


“Ketua, kenapa anda takut dengan pemuda itu, meskipun mereka semua berada di tingkat Half-Saint, selama kita menunggu beberapa saat, mungkin bantuan dari Sekte Matahari Tenggelam akan datang” salah satu tetua memprotes ketakutan Lang She kepada Bai Chen.


“Benar Ketua…”


“Benar Ketua…” sahut tetua yang lainnya.


Lang She masih terdiam, dia berharap apa yang dikatakan oleh para tetuanya itu menjadi kenyataan.


“Hoooh, kalian hanya ingin berlindung di Array rapuh ini ? Sungguh pengecut sekali” Bai Chen mencoba terus memancing emosi mereka.


“Dan aku beritahu satu hal lagi, Sekte Matahari Tenggelam yang kalian banggakan itu sedang terjadi perebutan ketua sekte baru, jadi kemungkinan besar tidak akan menolong kalian” Bai Chen memberitahu informasi tersebut.


“Kamu berbicara seperti itu agar kami menyerah dan membuka pelindung ini, jangan harap” salah satu tetua berbicara.


“Tuan, apakah benar perkataan pemuda Bai Chen itu” Lang Ge selaku manajer dan salah satu tetua bertanya kepada Lang She.


“Tidak tahu Lang Ge, semoga semua perkataan pemuda Bai Chen itu bohong, jika tidak kita akan benar - benar mati melihat pasukan yang semuanya ada di tahap Half-Saint itu” Lang She berbicara dengan sedikit nada pasrah.


“Baiklah kalau tidak percaya, aku akan menunggu beberapa menit sebelum menghancurkan pelindung itu, sekalian aku menunggu semua anggota Bayangan Dewa menyelesaikan misi mereka” Bai Chen berkata seperti itu kepada semua orang yang ada di dalam pelindung.


Kemudian Bai Chen menuju tiga orang yang dibawa oleh Hang Tuah untuk menginterogasinya.


"Hei kalian bertiga, masih ingat denganku kah ?" Bai Chen bertanya.


"Ba… bagaimana kamu bisa selamat dari Jurang Kematian ? Seharusnya kamu sudah tidak bisa berkultivasi karena kami telah menghancurkan dantianmu" mereka bertiga menjawab dengan posisi tangan terikat.


"Hei … yang sopan pada tuan muda" Hang Tuah jengkel dan sedikit memukul mereka.


"Sudah hentikan Hang Tuah" Bai Chen.


"Saatnya aku menginterogasi kalian, apakah … ?" Bai Chen mulai bertanya.


"..."


"..."

__ADS_1


"..."


"Jadi, begitu ya, aku akan tahu mengapa nenekku harus dibunuh dengan keji jika aku bertanya kepada Ketua Paviliun ya ?" Bai Chen kemudian langsung mendekati Array Pelindung itu dan menatap Lang She.


"Jadi, kalau begitu kalian sudah tidak dibutuhkan lagi, Mati.." Bai Chen mengangkat tangannya dan tiba - tiba kepala ketiga orang itu lepas dari tubuhnya.


[Ding]


[Selamat … ]


Bai Chen tidak terlalu menghiraukan notifikasi itu. Kemudian bertanya kepada Lang She.


"Apakah kamu tidak ingin memberitahuku, siapa yang menyuruhmu membunuh nenekku ?" Bai Chen.


"Kenapa aku harus memberitahumu" Lang She memberanikan diri.


"Hmmm, iya juga ya, pada akhirnya kalian juga akan mati, lebih baik langsung saja aku mengekstrak ingatan kalian" Bai Chen.


*Ndreetttt


Tubuh mereka semua bergetar dengan perkataan Bai Chen barusan, mereka tidak berharap orang yang terlihat baik ini sangat menakutkan sekali ketika seperti ini.


Sebelum itu, Bai Chen merasakan regu Han Ci dan Hong Zheng mendekat. 'Sepertinya mereka juga sudah selesai' batin Bai Chen.


"Regu saya sudah selesai tuan muda, semua barang dan harta yang dimiliki oleh Paviliun Gorila Darah sudah saya ambil" Hong Zheng menambahi.


"Kurang ajar, tidak hanya ingin membunuh kami, bahkan kalian sudah membunuh semua pembunuh bayaran kami dan menjarah seluruh harta kami" salah satu tetua berteriak.


"Diaammmm, jika tuan muda sedang berbicara jangan ada yang mengganggu" Hei Long berteriak juga sambil mengeluarkan tekanan Half-Saint Tier 7.


Mereka semua langsung terdiam…


"Karena kalian semua sudah berada disini, lebih baik kita selesaikan sekarang saja, aku akan menghancurkan pelindung ini, kalian langsung bunuh saja semuanya kecuali Ketua Paviliun" Bai Chen memberi perintah.


"Tidak mungkin kamu bisa menghancurkan penghalang ini" teriak salah satu tetua yang terus memprovokasi Bai Chen dari tadi.


"Iya kamu tunggu saja aku menghancurkannya tua bangk…" Bai Chen mengeluarkan Pedang Pelahap Semesta dan menggunakan Skill Unlimited Blades.


Disisi lain "Sepertinya memang bantuan benar - benar tidak datang ?" bisik Lang Ge kepada Lang She.


"Mungkin setelah pelindung itu rusak, waktu itu juga menjadi akhir kita" pasrah Lang She.


*Kratak


*Kratak


Hanya butuh waktu sepersekian detik Array Pelindung itu langsung hancur lebur.

__ADS_1


Wajah para tetua langsung menjadi sangat suran, ditambah para Bayangan Dewa langsung menuju tempat mereka berdiri.


"Ti..tidak mungkin" salah satu tetua.


"Daripada kaget, lebih baik kita bersiap untuk bertarung" salah satu tetua.


"Kita harus melawan mereka semua dengan kekuatan yang kita punya" salah satu tetua yang masih optimis.


Tapi tentu saja, perbedaan Ranah Besar itu bagai langit dan bumi, setelah pelindung itu hancur, para tetua itu termasuk Lang Ge terbunuh dengan waktu hanya beberapa detik ketika mereka semua masih ngobrol barusan.


Lang She yang melihat kejadian itu langsung lemas dan terjatuh ke tanah, sudah tidak ada harapan untuk menang.


"Baiklah, apakah kamu akan menceritakannya langsung ? Atau aku harus mengekstrak ingatanmu ?" Bai Chen mengancam Lang She dengan sebuah senyuman mengerikan.


"Saya sudah pasrah tuan Bai Chen, saya akan menceritakan semuanya … " Lang She kemudian bercerita lebih detail lagi daripada yang pernah diceritakannya dulu ke Lang Ge.


"Baiklah, terimakasih telah memberi tahu, tapi itu tidak akan menghindarkan mu dari kematian" Bai Chen.


"Tidak apa - apa tuan, saya siap menerima kematian ini, tolong balaskan dendam saya juga ke istri sah Ketua Sekte Matahari Tenggelam itu, karena baru tahu akhir - akhir ini, bahwa yang meracuni kekasih saya dulu adalah dia, agar saya bisa lebih fokus bekerja" Lang She pasrah.


"Baiklah, mungkin aku harus membunuhmu, tapi aku juga berjanji aku akan membunuh wanita tidak tahu diri itu" Bai Chen langsung menebas kepala Lang She.


[Ding]


[Selamat Master telah membunuh ...]


Tidak ada penyesalan dari Lang She, senyumnya Lang She menandakan kalimat terimakasih karena mau membalaskan dendamnya.


Beberapa saat kemudian ...


[Ding]


[Quest : Menghancurkan Paviliun Gorilla Darah secara perlahan]


[Hancurkan lah Paviliun Gorilla Darah secara perlahan dan ungkapkan bahwa Paviliun Gorilla Darah banyak melakukan hal kotor]


[Telah selesai, Master mendapat hadiah sebuah Kotak Giok Besar]


[End]


"Baiklah untuk menghilangkan jejak kita, bakar semua yang ada di paviliun ini, tanpa terkecuali" perintah Bai Chen.


Sebuah kelompok yang kekuatannya menyamai sebuah kekaisaran, mereka Bayangan Dewa hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk meratakan dan menghancurkan Paviliun Gorila Darah. Waktu yang sangat cepat sekali.


Kemudian setelah dipastikan bahwa semua sudah terbakar dan tanpa meninggalkan jejak, mereka semua langsung kembali ke penginapan, Bai Chen menyuruh mereka semua untuk istirahat dan membersihkan diri.


Keesokan harinya, Kota Monster Giok dikejutkan dengan hancurnya Paviliun Gorila Darah hanya dalam waktu semalam, ada yang mensyukuri, ada yang heran, ada yang ikut menyumpahi serta ada yang sedih juga, tapi semuanya sudah terjadi.

__ADS_1


Dan sejak hari itu Paviliun Gorila Darah sudah tidak terdengar lagi di Kota Monster Giok.


__ADS_2