SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 40 - Mencari Informasi


__ADS_3

"Baik tuan muda" jawab Han Ci masih dengan telepati.


Beberapa saat kemudian…


"Tuan muda kami siap untuk menerima perintah" Hei Long mewakili keseluruhan Bayangan Dewa.


"Oke, dimana Hang Tuah ?" Bai Chen bertanya lagi.


"Saya disini tuan muda" Hang Tuah menjawab sambil berjalan kedepan.


"Hang Tuah, kita akan mulai membalas dendam ke Paviliun Gorila Darah, sekarang coba kamu jelaskan strategi kemarin yang kita bahas, kepada semua orang" Bai Chen memberi perintah kepada Hang Tuah.


"Baik tuan muda, jadi untuk semuanya setelah ini tolong dengarkan saya" Hang Tuah langsung berbicara di depan.


"Kita akan menggunakan formasi lama, kita berkelompok 5 orang dengan dipimpin oleh Hei Long, Hong Zheng, Han Ci dan saya sendiri"


"Agenda kita yang pertama adalah mencari barang bukti mengenai seluruh kejahatan di balik layar Paviliun Gorila Darah"


"Seperti yang kita tahu, permainan Paviliun ini sangat cantik dalam hal menutupi kesalahan dan melemparkannya ke orang lain"


"Jadi untuk itu, kalian semua akan dibekali dengan Kristal Perekam setiap orang satu, dan pembagiannya tugasnya adalah…"


"Regu yang dipimpin oleh Hei Long akan tetap menjaga sekitar penginapan, rumah serta pertokoan yang kita miliki, kelompok ini akan mengumpulkan bukti dengan cara bertanya kepada pengemis, orang tidak mampu, warga sekitar dll, intinya kalangan masyarakat"


"Sedangkan regu kedua yang dipimpin oleh Hong Zheng, akan menggunakan jaringan bisnis kita untuk mengetahui alur keuangan dan mencari informasi secara mendetail, intinya tujuan kalian adalah kalangan pebisnis"


"Regu ketiga yang dipimpin oleh Han Ci akan mencari informasi dengan cara menemui beberapa pembunuh bayaran, bar bar informasi dll, intinya tujuan kalian adalah orang orang yang bergerak underground"


"Dan regu terakhir, yang akan dipimpin oleh saya sendiri, akan melakukan penelusuran menggunakan jaringan luar kota yang kita punya, intinya tujuan regu terakhir adalah keluarga besar dan pemerintahan kota sebelah"


"Apakah bisa dimengerti" tegas Hang Tuah dalam memberikan arahan.


"Kenapa kita tidak menyerangnya langsung ? Lebih cepat dan efisien" tanya salah satu Bayangan Dewa.


"Apakah kalian ingin menantang dunia ini ? Kekuatan kalian itu bisa membantai seluruh kekaisaran, jika kekuatan kalian terekspose, kita akan dianggap sebagai ancaman, terlebih lagi Paviliun ini di mata masyarakat sangat baik, jadi kita harus meyakinkan opini publik mengenai hal ini dengan cara mencari bukti" Bai Chen langsung menjawab pertanyaan itu.


"Dan satu lagi, tidak ada yang diperbolehkan untuk mati dalam menjalankan misi, kalian saudaraku, apa kalian tega melihatku menangisi mayat kalian ?" Bai Chen berbicara dengan tegas.


"Aku memberi waktu kalian selama 3 hari, tidak lebih, mengerti" Bai Chen memberi tenggat waktu.


"Baik tuan muda, kami semua tidak akan pernah mengecewakan anda" mereka semua menjawab dengan serentak.


"Ambilah ini, satu orang satu botol giok, di dalamnya ada sepuluh Pil Penyembuh, selama luka kalian tidak terlalu kritis, Pil ini bisa menyembuhkan kalian, sekali lagi nyawa yang terpenting, jika ada hal yang tidak diinginkan, langsung kembali kesini" Bai Chen menegaskan ulang perkataannya tadi.

__ADS_1


"Dan juga ini ada uang 5 miliar emas, gunakan untuk apapun demi menunjang misi, selama masih bisa pakai uang, jangan mengekspos kekuatan kalian, paham ?" Bai Chen.


"Baik tuan muda, kami langsung berangkat" mereka semua langsung bergegas meninggalkan ruangan sesuai dengan pembagian regu tadi, menyisakan regu Hei Long yang masih ada disana.


"Tuan muda saya izin menjalankan misi sekaligus menjaga penginapan serta properti kita" Hei Long meminta izin kepada Bai Chen.


"Baiklah, hati hati Hei Long dan kalian semua" Bai Chen.


"Baik tuan muda, kami mohon undur diri" Hei Long beserta regunya meninggalkan ruangan dan menyisakan Bai Chen sendirian.


Beberapa saat kemudian …


"Ahh aku ingin mengecek perkembangan pemurnian mereka ah" Bai Chen sambil menuruni tanggal dan menuju kamar paling pojok.


"Mereka masih sama saja, meskipun aku sedikit merasakan peningkatan kekuatan, tapi dari tanda tandanya masih membutuh beberapa minggu lagi mereka sadar" Bai Chen bergumam sendiri.


"Yasudahlah aku mau berlatih alkimia saja dulu, sambil menunggu mereka mengumpulkan informasi" Bai Chen bergumam sambil mulai masuk ke kamar sebelah dan mulai memurnikan pil.


Disisi lain…


Regu Hong Zheng langsung menggunakan jaringan bisnis yang berhubungan dengannya dengan sangat baik.


"Hong La, Hong Li, Hong Lu, Hong Le, kalian semua akan aku tugaskan ke setiap orang yang ada kertas ini, kalian tidak perlu aku ajari lagi kan apa saja yang perlu dilakukan" Hong Zheng mulai memberi instruksi.


"Kalian akan membawa beberapa ratus juta, ajak mereka dengan alasan membuat sebuah bisnis terlebih dahulu, pancing dengan beberapa pertanyaan mengenai kasus yang terjadi, dan setujui apapun bisnis itu selama mereka mau memberikan informasi mengenai Paviliun Gorila Darah"


"Baik, saudara Hong Zheng" mereka menjawab serempak.


"Jangan lupa mereka semua bukti yang ada dan jika sudah kembali dari satu target, kembali kesini ambil kertas disini lagi, disini sudah ada semua keterangan terkait target kita" Hong Zheng.


"Baik saudara, jika dilihat baik baik, kita akan menemui sekitar 60 orang, kita harus bergegas, agar tuan muda nanti tidak menunggu lama" Hong La.


"Benar kata saudara Hong La, kalau begitu mari kita mulai sekarang" balas Hong Zheng.


"Baik saudara Hong Zheng" mereka serentak menjawab pemimpin mereka itu.


Regu Hong Zheng langsung mulai menjalankan misinya.


Disisi lain lagi …


Regu Han Ci langsung menuju sebuah bar yang ada di sekitaran perumahan kumuh.


Mereka berlima masuk bersamaan dan langsung menuju ke arah bartender yang menyajikan minuman.

__ADS_1


"Paman, kami memesan minuman soda" Han Ci.


"Dingin atau panas" paman bartender itu menjawab.


"Dingin" Han Ci.


"Pakai gelas kecil atau besar ?” paman bartender.


“Tidak keduanya” Han Ci.


“Baiklah”


“Mari masuk ke ruangan di belakang saya tamu sekalian” paman bartender itu mempersilahkan mereka berlima masuk.


Percakapan itu adalah semacam kode, bar ini merupakan salah satu tempat yang menjual informasi rahasia di kota ini.


“Apakah kita pernah bertemu tuan ?” bartender bertanya dengan sopan.


“Tidak paman, kami kesini hanya ingin mengetahui beberapa informasi” Han Ci.


“Ohh begitu, informasi apa yang dibutuhkan oleh tuan” bartender.


“Kami ingin mengetahui semua informasi mengenai Paviliun Gorila Darah” Han Ci langsung mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan, di dalamnya ada 10 juta koin emas.


“Senang berbisnis dengan tuan - tuan semua” bartender berbicara setelah mengecek uang yang ada di dalam cincin tersebut.


“Langsung saja, berikan kami informasinya, kami tidak memiliki banyak waktu untuk berbincang” Han Ci.


“Baiklah tuan, Paviliun Gorila Darah itu …”


“...”


“...”


“...”


“Itu semua informasi yang berhasil kami kumpulkan selama ini” bartender mengakhiri penyampaian informasi tersebut.


“Kalau begitu, kami ingin menyewa semua pembunuh bayaran yang pernah bekerja untuk Paviliun Gorila Darah, apakah bisa ?” Han Ci.


“Bisa Tuan tapi …” bartender diam sambil menunggu menerima cincin penyimpanan lagi.


“Ini, di cincin ini ada 100 juta emas, kami akan mengecek kebenaran informasi yang kalian berikan, sekaligus kami hanya ingin bertanya tidak menyuruh mereka membunuh seseorang…” Han Ci.

__ADS_1


“Baik tuan, uang ini lebih dari cukup untuk mengumpulkan mereka semua” bartender penuh dengan kesenangan setelah mendapat cincin itu.


“Mohon tunggu beberapa saat tuan, saya akan menyiapkan semuanya …” bartender.


__ADS_2