SISTEM SURGAWI TERTINGGI

SISTEM SURGAWI TERTINGGI
Chapter 181 - Menemui Saudara


__ADS_3

Setelah beberapa waktu, kawah yang terbentuk akibat benturan serangan Bai Chen dengan 3 Kesengsaraan Petir itu, berubah menjadi makam untuk ribuan orang yang terbunuh oleh 3 Pencakar Surga bawahan Bai Chen.


“Hehehe, sepertinya aku yang terbanyak, aku membunuh sekitar 3.500 orang,” ucap Aiguo yang sudah sangat percaya diri.


“Apanya yang 4.900 orang, apakah kamu tidak melihat bahwa pedangku ini sudah menebas 5.000 orang dalam waktu singkat ini.” Anming tidak terima dengan klaim Aiguo.


“Bagaimana denganmu Jiang, berapa yang sudah kamu bunuh ?” Aiguo mendengus kesal kepada Anming kemudian bertanya kepada Jiang.


“Tidak banyak, aku berada di bawah kalian berdua, anak panahku hanya berhasil membunuh sekitar 4.700 orang saja,” jawab Jiang dengan sedikit kecewa karena kalah.


“Itu artinya kalian berdua berhutang sebuah barang kepadaku, salah sendiri kalian berdua menantangku dengan pertarungan jarak dekat seperti tadi, hahaha,” tawa puas Anming.


Aiguo dan Jiang hanya mendengus kesal, mereka hanya bisa mematuhi peraturan yang sudah mereka buat sendiri.


Ketika ketiga orang itu sedang berdebat barusan, ribuan orang yang masih mengawasi mereka dari jauh itu mulai mendekat.


“Apa yang kalian inginkan lagi, apakah kalian ingin bernasib dengan mereka semua? Apakah peringatan kami barusan agar tidak memprovokasi kami itu tidak kalian gubris dengan baik?” Aiguo yang sedang dalam suasana hati yang buruk akibat kalah taruhan kemudian melampiaskannya kepada ribuan orang yang mendekat barusan.


Karena bentakan Aiguo beberapa orang tidak berani untuk mendekatinya lagi dan kemudian bergegas untuk meninggalkan kawah itu, mereka juga kembali ke Dinasti masing-masing untuk memberitahukan bahwa akan ada gejolak baru yang terjadi dengan munculnya anak muda yang menjadi tuan dari 3 orang kuat itu.


Setelah beberapa saat semua orang sudah tidak terlihat lagi, tapi ada belasan orang yang masih di sekitar kawah itu, mereka melihat Bai Chen dari ujung kepala sampai ujung kaki.


“Kenapa kalian semua masih ada disini, apakah kalian ingin mati juga?” Aiguo mengancam lagi.


“Maafkan kami senior, apakah benar yang anda lindungi adalah Tuan Muda Bai Chen?” Salah satu orang yang masih tinggal itu bertanya dengan masih memandang wajah Bai Chen.

__ADS_1


Tapi, pertanyaan itu membuat ketiga Pencakar Surga langsung waspada dan mengarahkan hawa membunuh kepada orang yang bertanya tersebut.


“Siapa kalian, kenapa kalian tahu bahwa ini adalah tuan muda Bai Chen, kami baru saja naik ke Dunia Immortal, tidak mungkin ada yang mengenal kami, sepertinya kalian musuh yang berasal dari Klan Tong bukan? Sampai tahu mengenai identitas tuan muda kami?” Anming sudah mengeluarkan tekanan kultivasinya yang membuat belasan orang itu langsung tersungkur.


“Ketiga Senior, dengarkan penjelasan kami dulu, apakah tuan muda tidak pernah bercerita bahwa dia telah mengirim beberapa saudara dan anggota Bayangan Dewa yang lainnya menuju Dunia Immortal beberapa tahun yang lalu?” Seseorang bertanya.


Ketiga Pencakar Surga itu kemudian melihat dan mengingat, apakah tuan muda mereka pernah bercerita mengenai yang dikatakan oleh orang asing ini, tapi Anming tidak melepaskan tekanan kultivasinya sama sekali.


Sewaktu mereka bertiga berpikir dan belasan orang itu berusaha untuk melepaskan diri dari tekanan itu, Bai Chen sudah menyelesaikan kultivasinya, kini dia sudah mengisi setidaknya 80% lebih energi qi, 20% nanti akan terisi sendiri sambil dia melakukan aktivitas yang lainnya.


Setelah Bai Chen sadar, dia memandang sekelilingnya dan melihat ribuan mayat yang tergeletak dimana-mana, kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada belasan orang yang terkena tekanan kultivasi 3 bawahannya, kemudian dia berdiri dan menghampiri belasan orang tersebut.


“Hei Anming, cepat tarik tekanan kultivasimu!” Bai Chen mendekati belasan orang itu.


Setelah Anming melepaskan tekanan kultivasinya, kemudian Bai Chen tiba-tiba mendekati salah satu orang yang sangat amat dikenalnya.


“Lama tidak bertemu tuan muda!” Bai Long dkk.


“Hiks, Hiks, Hiks…”


Belasan orang itu menangis haru, akhirnya setelah beberapa tahun terpisah dengan tuannya, mereka bisa bertemu dan akan berkumpul lagi dengan tuan mudanya, mereka juga merindukan keluarga mereka yang berada di Dunia Jiwa milik Bai Chen.


Mereka semua langsung berbincang panjang lebar mengenai banyak hal, ketiga Pencakar Surga sepertinya sudah salah paham dengan belasan orang itu, setelah meminta maaf, mereka bertiga juga ikut nimbrung dengan berbagai obrolan malam itu.


Setelah beberapa jam mereka temu kangen, “Tuan muda, bagaimana jika kita melanjutkan semua obrolan ini di Dinasti Han saja, sepertinya anda telah melewati hal besar hari ini dan perlu istirahat,” ucap Bai Long.

__ADS_1


“Apa itu Dinasti Han? Apakah kalian sekarang berafiliasi kepada sebuah Dinasti?” Bai Chen bertanya.


“Jangan salah paham dulu tuan muda, Dinasti Han adalah Dinasti milik 4 Penjaga Arah Mata Angin, jadi seharusnya anda tahu apa yang saya maksud,” imbuh Bai Long.


“Oh begitu ya, baiklah aku paham, tapi Bai Long kenapa raut wajahmu seperti menyembunyikan sesuatu? Apakah aku tidak boleh mendengarnya?” Bai Chen penasaran.


“Eh, lebih baik kita pergi kesana terlebih dulu tuan muda, nanti saya akan menceritakan semua hal yang terjadi selama beberapa tahun ini,” ujar Bai Long.


“Baiklah kalau begitu, apakah kalian semua Bayangan Dewa ingin bertemu dengan keluarga kalian?” Bai Chen mengalihkan pandangannya kepada belasan orang selain Bai Long dan kemudian bertanya.


“Apakah boleh tuan muda, kami semua sudah lama tidak bertemu dengan keluarga kami,” ucap haru salah satu anggota Bayangan Dewa itu.


“Tentu saja boleh, kalau begitu kalian masuklah terlebih dulu ke dalam Dunia Jiwa!” Bai Chen kemudian membuka sebuah portal yang bisa dimasuki oleh semua orang, portal itu merupakan pintu masuk menuju Dunia Jiwa.


“Terima kasih, tuan muda.”


Setelah belasan orang itu masuk ke dalam Dunia Jiwa, di dunia nyata ini hanya tersisa Bai Chen, Bai Long, Anming, Aiguo dan Jiang.


“Baiklah sekarang mari menuju kesana Bai Long!” Bai Chen berseru.


“Mari ikuti saya tuan muda dan ketiga senior,” ucap Bai Long dengan sopan dan kemudian melesat ke arah tenggara dan diikuti oleh Bai Chen dkk.


Sesampainya di depan Dinasti Han, terlihat sebuah penghalang super kuat yang melindungi Dinasti ini, setelah Bai Long berbicara dengan beberapa penjaga, kemudian mereka masuk ke dalam pelindung tanpa ada masalah, mereka sekarang sedang menuju ke Istana Utama Dinasti Han.


Sesampainya disana, beberapa saudara Bai Chen sudah terlihat menyambutnya dengan senang dan  tangis haru seperti Bai Long dan Bayangan Dewa lakukan sebelumnya.

__ADS_1


Tapi juga ada beberapa orang yang tidak dikenal oleh Bai Chen melihat sinis kepada Bai Chen dkk, mereka seperti melihat pembuat kekacauan akan berulah lagi di Dinasti mereka.


__ADS_2