
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawabnya.
Ceklek..
"Kak".
"Ada apa Yola?" Kaget Riko melihat saudara perempuannya itu.
"Kak hiks.. hiks" Tangisnya menghampiri Riko.
"Kenapa kamu menangis? kamu ada masalah apa, ayok cerita sama kak Riko" Ucapnya.
"Papa kak.. Papa sama mama menjodohkan Yola hiks.. hiks..".
"Apa?" Kagetnya.
"Papa sama mama jahat kak, papa sama mama sangat jahat kak Aarrkkhhhh" Teriaknya.
"Lalu bagaimana dengan Elvan? apa kamu sudah memberitahunya?".
"Iya kak, aku dan Elvan sudah putus kak hiks.. hiks.."
Riko pun langsung menariknya kedalam dekapannya. "Kamu yang kuat ya, kakak tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mu. kamu tau sendiri papa dan mama seperti apa? ingat, orang tua tidak boleh dilawan" Ujar Riko meskipun status dia hanyalah seorang anak angkat.
"Tolong bantu Yola kak, Yola enggak mau nikah sama Ravindra kak, Yola enggak mencintainya Yola hanya mencintai Elvan dan Yola hanya mau menikah dengan Elvan hiks.. hiks..".
"Maafkan kakak Yola, kakak enggak bisa" Usapnya dipunggung Fayola.
"Lalu sama siapa lagi Yola minta tolong kak?".
"Maafkan kakak Yola".
"Aarrkkhhh.. Kak Riko sama saja seperti mereka, Yola membenci kak Riko" Bentaknya langsung keluar dari ruangan Riko.
"Yola.. Yola tunggu dulu". Namun Fayola tidak mendengarkan ya lagi, ia lebih memilih pergi. Kemudian Fayola pergi meninggalkan kampus.
.
Malam harinya diruang keluarga Vicky, Amira, Chiko, Zita dan Saskia putri Chiko dan Zita sedang duduk santai sambil menunggu kepulangan Elvan.
"Itu paman Elvan sudah pulang oma" Tunjuk Saskia kearah Elvan.
Amira langsung memanggilnya, "Elvan".
"Ada apa ma?" Tanyanya melihat mereka semua.
"Kamu dari mana saja baru pulang jam segini Elvan?".
"Elvan kerja ma" Jawabnya.
"Ya sudah kamu duduk dulu" Ucap Vicky.
__ADS_1
"Mmmmm" Duduknya disamping Saskia.
"Elvan.. Papa dan mama telah berencana menjodohkan mu dengan anak Alvis, apa kamu masih mengingat putri mereka?".
"Pah.. Ini bukan jaman dahulu lagi main jodoh-jodohan, Elvan bisa memilih pasangan Elvan sendiri".
"Tapi mama sudah mengiyakan kepada keluarga Alvis Elvan" Senyumnya. "Mama sangat menyukai putri mereka, udah cantik, sopan dan pastinya dia terlihat sangat baik".
"Ma".
"Cukup Elvan mama tidak menerima pembantahan dari kamu, apapun yang terjadi kamu harus menikahi Tania. Mama lebih suka Tania dari pada pacar kamu itu".
"Terserah mama saja" Bangkitnya meninggalkan mereka semua.
"Lihat pa, mama sangat menyukai Elvan yang seperti ini. Biar cuek tapi penurut dengan orang tua" Senang ya.
Begitu Elvan memasuki kamarnya, ia langsung mengusap wajahnya dengan kasar. "Hahhhh.. Kenapa jadi seperti ini?" Kesalnya. "Aku benci menghadapi situasi seperti ini" Kemudian Elvan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
.
Didalam kamar, Tania sedang tertawa bahagia mendengar perkataan Alvis saat mereka berada di ruang keluarga, "OMG.. Beruntung sekali hidup mu Tania, akhirnya perjuangan mu tidak menghasilkan buah yang sia-sia hahahaha Tania Tania sebentar lagi kamu akan menjadi istri dari seorang Elvan hahahah" Tawanya seperti orang kesetanan.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawabnya.
Ceklek!!
"Kamu belum tidur sayang?" Tanyanya menghampiri Tania keatas tempat tidur.
Elvina tersenyum mengusap kepala Tania dengan sayang, "Apa kamu yakin menikahi Elvan?".
"Nia yakin ma" Jawab Tania bersemangat.
"Asalkan kamu bahagia mama akan selalu mendukung mu sayang, tapi mama khawatir kamu enggak bisa jadi istri yang di inginkan oleh Elvan. Apa tidak sebaiknya kalian berpacaran dulu biar mengenal satu sama lain?".
"Tidak usah ma, Nia pasti bisa menjadi istri idaman Elvan".
"Terserah kamu saja, mama harap kamu tidak akan menyesalinya".
"Iya ma".
"Ya udah kalau gitu mama keluar dulu ya sayang, jangan begadang lagi".
"Siap ma" Hormatnya.
"Kamu ada-ada saja" Tawanya melihat Tania. "Mama keluar ya".
"Mimpi indah ma".
"Kamu juga sayang" Balas Elvina yang sudah berada diambang pintu.
Kemudian Tania menyambar ponselnya, lalu ia membuka instagram, "Elvan kok akhir-akhir ini enggak pernah posting apa-apa lagi yah?" Gumam Tania membuka album lamanya Elvan.
__ADS_1
"Hhooaaammm.. Tidur aakkhhh" Tidak menunggu beberapa lama Tania langsung terlelap di bawah alam sadar.
Sedangkan Elvan masih berada diatas balkon yang berada di dalam kamarnya, "Hhhmmsss" Dengusnya menatap lurus. Lalu ia menghubungi nomor Fayola kembali. "Nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan" Lagi-lagi Elvan menarik nafas panjang. "Kamu dimana Yola, tolong jangan buat aku khawatir" Gumam Elvan menghubungi Fayola kembali. Namun Elvan tetap mendapatkan jawaban yang sama. "Haruskan aku mendatangi rumah ya? tapi ini sudah jam 10 malam" Setelah sekian lama berpikir, Elvan pun memutuskan untuk memastikan Fayola ada dirumahnya atau tidak.
Sesampainya Elvan disana dengan motor jadulnya. Reynard langsung keluar menghampiri Elvan yang masih berada di depan rumahnya. "Kamu" Ucapnya dengan tajam.
"Hallo om, maaf jika saya datang malam-malam seperti ini" Tunduknya dengan sopan.
"Apa kamu yang bernama Elvan?".
"Iya om".
BBBUUNNGGGHHH..
Satu pukulan langsung mendarat diwajah tampannya. "Berani sekali kamu mendekati anak saya, kamu pikir kamu siapa haahhhh?" Bentak ya sangat marah.
"Maaf om, salah saya apa?".
"Pura-pura enggak tau lagi, sebaiknya kamu pergi dari sini dan jangan pernah temui anak saya lagi. Pergi" Usir ya. "Bawa itu motor jadul kamu".
"Tolong om jangan usir saya dulu, saya kemari hanya untuk mastikan Yola ada didalam atau tidak".
"Kamu enggak tau diri sekali yah, sudah di usir tapi kamu malah melawan. Apa saya perlu telepon polisi baru kamu pergi dari sini, haaahhh?".
"Tidak perlu om saya akan pergi" Ngalahnya.
"Sudah sana pergi dan jangan pernah dekati anak saya lagi".
"Baik om" Angguknya segera menaiki sepeda motornya. "Permisi om" Ucapnya langsung pergi dari sana.
"Dasar anak enggak tau diri" Dengusnya kembali masuk kedalam rumahnya.
.
Pagi harinya Elvan mendapatkan notifikasi dari situs media sosial yang mengumumkan pernikahan anak dari pengusaha kaya raya yaitu Fayola dan Ravindra. "Aarrkkhhh" Geramnya meremas ponselnya. "Haruskah aku kehilangan kamu?".
Setelah itu Elvan keluar dari dalam kamar ya menuju meja makan yang sedang di tungguin oleh anggota keluarganya. "Pagi paman" Sapa Saskia.
"Pagi Kia" Senyumnya melihat keponakan mungilnya itu.
"Ayok paman duduk".
"Mmmmm" Angguknya. "Pagi semua" Ucapnya menerima sarapan pagi ya.
"Pagi sayang" Balas Amira dan yang lainnya.
"Malam ini kita akan kerumah keluarga Firan, papa harap kamu libur bekerja dulu".
"Pa".
"Papa tau apa yang sedang kamu rasakan saat ini Elvan, dan inilah alasan papa menjodohkan kamu dengan Tania".
"Iya Elvan, mama tau itu dari papa kamu juga. Mama benar-benar enggak habis pikir dengan keluarga mantan pacar kamu itu, segitu rendahnya kah dia menilai kamu? ini semua sih gara-gara kamu masih makai motor butut kamu itu, kamu enggak ada rencana mengganti ya sayang?".
__ADS_1
"Tidak ma, mungkin dia enggak terbaik untuk Elvan".
"Iya sayang, kamu harus melupakannya dan menerima Tania dalam hidup kamu" Senyumnya dengan senang hati.