SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 43


__ADS_3

Seperginya Elvan dari ruangan Vicky, ia sekarang sedang mendudukan diri diatas sofa yang berada di loby sambil menunggu kedatangan sang kakak yang sempat ia hubungi sebelum berada di loby.


"Elvan" Panggil Chiko.


Elvan tersenyum melihat sang kakak yang berada di hadapannya, "Duduklah kak".


"Mmmm" Duduknya di hadapan Elvan.


"Kakak sibuk?".


"Tidak, sedang apa kamu kemari?".


"Tadi papa menyuruhku datang kemari".


"Kenapa papa menyuruh mu datang kemari? apa papa membahasnya...?".


"Mmmmm" Angguk Elvan yang tau tujuan dari pertanyaan Chiko.


"Lalu apa keputusan mu Elvan?".


"Aku tidak tau kak, kakak tau sendiri kalau aku ini masih mahasiswa dan.." Gantung Elvan berpikir.


"Dan apa Elvan? harusnya kamu menyetujui perkataan papa. Ini saatnya kamu campur tangan menjalankan perusahaan ini".


"Aku belum siap kak".


"Ck, jadi kamu menolaknya?".


"Tidak tau, papa memberiku waktu selama 1 minggu".


"Mmmmm.. Kakak harap kamu setuju, proyek ini bukanlah proyek kecil dan kamu tau sendiri aku dan papa sangat sibuk sekali disini".


"Berat kak".


"Tidak ada kata berat Elvan, lagian kamu juga disana tidak lama. Paling 3 bulan saja".


Elvan menghela nafas berat. Yang ada dalam pikirannya hanyalah Tania. Bagaimana mungkin ia meninggalkan Tania?. Kemudian Elvan bangkit berdiri, "Kalau gitu Elvan pulang dulu kak".


"Tunggu Elvan" Tahan Chiko. Begitu Elvan melihat kearahnya, "Kamu mengkhawatirkan Tania?".


Elvan tidak menjawab.


"Jangan khawatir, Tania akan baik-baik saja selama kamu berada disana" Senyum Chiko.


.


Setibanya Elvan di mension, ia langsung memasuki kamarnya dimana Tania yang sedang menonton film animasi kesukaannya.


"Elvan" Senyum Tania dengan manis.


"Mmmmm" Gumam Elvan mendudukan diri disamping Tania. Namun Tania yang sedang memperhatikan wajah letih Elvan membuat ia menoleh kepadanya, "Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".


"Kenapa wajah mu terlihat seperti banyak beban pikiran Elvan?".


"Tidak tau, aku sangat lelah sekali" Jawab Elvan menyandarkan kepalanya sambil menatap langit-langit kamar.


"Kamu mau aku memijit mu?".


Elvan langsung menatap kedua bola mata Tania yang sangat indah, "Nia" Panggilnya dengan lembut.


"Iya Elvan" Sahut Tania.

__ADS_1


"Kamu sudah mandi?".


"Mmmmm" Angguk Tania membuat Elvan tersenyum, kemudian Elvan menyentuh wajah mulus Tania dengan sayang. "Ada apa Elvan?".


"Aku ingin bercinta dengan mu" Jawab Elvan mengedipkan sebelah matanya.


"Yah" Spontan Tania memukul dada bidang Elvan sampai membuat Elvan meringis kesakitan, "Astaga, maaf-maaf maafkan aku Elvan" Sedih Tania mengusap dadanya.


"Tidak apa-apa" Tahannya di kedua tangan Tania hingga tubuh Tania berada diantasnya dan dengan senyum manis Elvan mencium bibir Tania. "Aku mengatakan yang sebenarnya Nia".


"El-elvan" Mendengar suara seksi Elvan membuat kedua pipi Tania merah tomat dan itu membuat Elvan semakin ingin memakannya.


Lalu Elvan membawanya keatas ranjang dan meletakkan tubuh Tania secara perlahan, kemudian Elvan melanjutkan mencium bibir Tania yang sempat tertunda hingga Tania hampir kehabisan nafas.


Dengan senyum mengembang diwajahnya, perlahan-lahan Elvan melepaskan pakaian Tania hingga kini tubuh polos Tania terpampang sangat jelas di kedua mata Elvan.


"Elvan jangan melihat ku seperti itu aku sangat malu".


"Kamu selalu mengatakan hal seperti itu sama suami mu sendiri, apalagi yang kamu malu kan? ini bukanlah yang pertama kalinya".


"Tapi aku tetap saja malu kalau kamu melihat ku seperti itu".


"Ini milik ku, tentu saja aku harus melihatnya Ni..


Tok.. Tok..


"Onty Nia" Teriak Saskia dari luar kamar.


"Elvan" Dengan mata membulat Tania menatap Elvan yang masih berada di atasnya.


"Sshhuueettt.. Jangan bersuara".


Tok.. Tok..


"Elva..


Tampa memperdulikan Saskia yang sedang mengetuk- etuk pintu kamar, Elvan langsung mencium bibir Tania dan melanjutkan aktifitasnya kembali hingga suara Saskia menghilang.


"Elvan mesum juga" Batin Tania tersenyum.


.


Begitu Elvan menyudahi kegiatannya, ia langsung terbaring lemas disamping Tania yang juga ikut kelelahan. "Jam berapa Nia?".


"Jam 7 malam" Jawabnya.


"Ternyata kita mengahabisakan waktu selama itu juga" Senyum Elvan menarik tubuh Tania kedalam pelukannya.


"Elvan aku mau mandi".


"Nanti saja, biarkan seperti ini dulu Nia aku sangat lelah".


Tidak lama kemudian Elvan telah terlelap dalam tidurnya dengan tubuh polos yang berada di bawah selimut, "Dia sudah tidur, sebaiknya aku mandi saja" Gumam Tania berjalan kedalam kamar mandi.


Selesai Tania membersihkan tubuhnya, ia segera keluar dari dalam kamar mandi dan menemukan Elvan yang masih terlelap diatas ranjang.


Sambil menunggu Elvan bangun, Tania menyempatkan diri melanjutkan film animasinya. Hingga kini telah menunjukkan pukul 8 malam, namun Elvan masih terlelap dalam tidurnya, "Apa dia tidak lapar dan kenapa pelayan tidak ada yang mengetuk pintu untuk mengajak makam malam?" Gumam Tania.


Kemudian pikiran Tania melayang, "Tidak mungkin mama Amira dan yang lainnya berpikir aneh-aneh. Tapi?" Gantung Tania mengingat Saskia yang mengetuk pintu mereka. "Tadi Kia datang kemari mau bilang apa yah?" Dengan rasa penasaran Tania keluar dari dalam kamar menuju lantai bawah dimana yang lainnya saat ini sedang berada di ruang keluarga.


"Hhmmm.. Onty" Senyum Saskia melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Kia" Balas Tania.


"Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Amira melihat Tania.


"Sudah ma" Senyum Tania dengan malu.


"Mmmm.. Tadi mama sengaja tidak membangunkan kalian berdua saat makan malam".


"Oohh".


"Iya Nia, mama pikir kamu sangat lelah".


"Hhhmm?" Kaget Tania.


"Onty kenapa?".


"Aahh tidak Kia".


"Lalu paman mana onty?".


"Paman di kamar Kia".


"Kenapa Onty tidak mengajak paman turun juga? kalau gitu biar Kia saja yang akan memanggil paman" Namun tangan Tania telah menahan Saskia. "Kenapa onty?".


"Biarkan saja Kia, sepertinya paman kamu itu sedang sibuk sekali".


"Sibuk?".


"Mmmmm".


.


Tania yang merasa lapar, ia membawakan makan malam untuk Elvan dan juga dirinya kedalam kamar setelah semua anggota keluarga memasuki kamar.


Ceklek!.


"Kamu dari mana?".


"Astaga Elvan.. Kamu membuatku kaget saja".


"Maaf".


"Tidak apa-apa, kamu sudah lama bangun?" Tanyanya sambil meletakkan makan malam itu diatas meja sofa.


"Mmmmm".


"Kemarilah, aku rasa kamu sudah lapar" Ajaknya. Elvan mendudukan diri disamping Tania, "Ayo makan".


Dengan rasa lapar Elvan segera melahap makan malamnya begitu juga dengan Tania yang sangat menikmatinya. "Wah.. Sepertinya kamu benar-benar sangat lapar sekali Elvan" Senyum Tania senang.


"Mmmm.. Aku sangat lapar sehingga aku ingin memakan mu lagi".


"Ck".


"Kenapa?".


"Tidak, ayo makan lagi sampai kamu benar-benar sangat kenyang".


Setelah mereka berdua benar-benar kenyang, Tania membersihkan bekas kotor mereka dan mengantarnya kembali ke dapur. "Biar aku saja Nia" Tahan Elvan mengambil dari tangan Tania.


"Terima kasih Elvan".

__ADS_1


"Mmmm" Perginya keluar dari dalam kamar.


__ADS_2