SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 84


__ADS_3

Selesai Elvan membersihkan tubuhnya, ia langsung keluar dari dalam kamar mandi, "Elvan tunggu" Tahan Tania.


"Kenapa Nia?".


"Ada ibu warung di ruang tamu. Inih, kamu pakai pakaian mu di kamar mandi saja" Jawab Tania memberinya. Elvan pun segera memakai pakaian ya di dalam kamar mandi hingga dirinya selesai, "Sudah?".


"Mmmmm" Angguk Elvan melap kepalanya. "Sedang apa dia kemari?".


"Tidak tau. Ayo" Ajak Tania membawanya.


"Nia, aku sisir rambut dulu".


"Iya" Kemudian Tania menghampiri si ibu warung. "Sebentar ya buk".


"Iya" Senyumnya.


Setelah Elvan selesai, ia langsung menghampiri mereka, "Maaf, ada apa ya buk?" Tanya Elvan mendudukan diri disamping Tania.


"Begini, sebenarnya saya tidak ingin ikut campur urusan rumah tangga kalian, tapi mengigat kita yang bertetangga saya ingin menyarankan kamu untuk memberi izin istri kamu bekerja. Lumayan membantu untuk cari nafkah kalian berdua".


Kemudian Elvan melirik kearah Tania yang sedang tersenyum kaku, "Maaf buk, saya tidak akan pernah mengizinkan istri saya bekerja".


"Mmmmm" Angguknya. "Kalau gitu saya permisi dulu".


"Iya buk".


Begitu si ibu warung depan keluar dari dalam rumah, Elvan melihat kearah Tania lagi. "Kenapa dia berkata seperti itu Nia?".


"Maaf Elvan, aku pasti sudah membuat mu malu" Tunduk Tania penuh penyesalan. "Tadi siang aku ingin sekali minum yang segar-segar tapi dirumah tidak ada apa-apa. Terus aku mendatangi warung ibu itu ingin membeli eskrim dan ternyata aku tidak punya uang, lalu aku mencoba ngutang, tapi ibu itu tidak memberinya karna di warungnya tidak pernah ngutang. Tolong maafkan aku Elvan".


Elvan tampak menghela nafas panjang, "Angkat kepala mu Nia, aku tidak ada menyuruh mu menunduk seperti ini" Dengan pelan Tania mengangkat kepalanya, namun kedua matanya telah dibanjiri dengan air. "Aku tidak menyuruhmu menangis Tania" Peluknya.


"Hiks.. Hiks.. Maafkan aku Elvan, maafkan aku sudah membuat mu malu".


"Tidak apa-apa, lain kali jangan kamu ulangi".


"Mmmmm.. Aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi".


"Sekarang jangan menangis lagi, sudah berapa kali aku memberitahu mu kalau sedang menangis kamu sangat jelek".


.


Di keluarga Sandoro, semua anggota keluarga sedang menikmati makan malam.


"Om" Panggil Jessi.


"Iya Jessi" Senyum Vicky.


"Elvan kemana sih sebenarnya om? satu harian Elvan belum kembali pulang".


"Elvan sedang liburan dengan istrinya" Jawab Zita.


"Apa? liburan?" Kaget Jessi.


"Suaranya tolong dikecilkan, kita sedang makan malam" Kesal Zita.


"Zita" Tegur Chiko.


"Hhhmmmsss" Dengus Zita.


Sedangkan Amira tidak membuka suara, ia tetap menikmati makam malamnya dengan tenang. "Ma" Panggil Vicky.


"Iya pa?".


"Mama sudah dapat kabar tentang keberadaan Elvan dan Tania saat ini?".

__ADS_1


"Tidak pa, Elvan dan Tania tidak pernah menghubungi mama" Jawab Amira berbohong.


"Kenapa tidak lapor polisi saja om?" Saran Alona.


"Kami sudah melapor polisi, tapi pihak polisi belum saja menemukan mereka berdua".


"Maksud om, Elvan dan wanita itu melarikan diri dari rumah? bukannya mereka pergi liburan?" Tanya Jessi yang kesal.


"Mmmmm" Angguk Vicky.


"Iiissss" Semakin kesal Jessi mengepal tangannya.


"Itu semua karna kalian berdua" Gumam Zita yang masih bisa di dengar oleh Jessi dan Alona. Dan lagi-lagi Zita mendapatkan teguran dari sang suami yang kini sedang menatap tajam kearahnya. "Bela saja kedua wanita itu, karna kamu tidak akan mengerti perasaan adik ipar seperti apa".


Amira tersenyum tipis melihat Zita yang tidak menyukai dua wanita yang ada di hadapannya itu.


Selesai makan malam, Vicky dan Chiko kini beranda di ruang kerja Vicky sedangkan yang lainnya berada di ruang keluarga. "Pa, apa yang akan kita lakukan? Chiko takut sampai tuan Robert yang turun tangan".


"Kamu sudah arahkan suruhan mu mencari keberadaan Elvan?".


"Sudah pa".


"Kalau bisa tambah lagi, kita tidak bisa hanya mengandalkan polisi saja. Apapun yang terjadi Elvan harus segera kita temukan".


"Iya pak, bahkan Chiko sudah mengarahkan 30 lebih orang mencari keberadaan Elvan dan Tania".


"Kalau bisa sampai 100 orang".


"Baik pa" Angguk Chiko.


.


Di rumah sederhana milik Elvan dan Tania membuat Elvan tidak bisa tertidur, sedangkan Tania telah terlelap di pelukannya. Kemudian Elvan menuruni tempat tidur dengan pelan, lalu ia menyambar ponselnya.


DDDRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT..


Rizal tersenyum, "Kamu sudah tidur?".


"Aku tidak bisa tidur, kamu sedang dimana? kenapa ribut sekali".


"Elvan.. Kami sedang di club" Teriak Jerry di ponselnya Rizal.


Elvan langsung tertawa kecil, "Kalian bersenang-senang?".


"Tentu saja, kamu mau ikut kita?".


"Kamu ada-ada saja Jerry".


"Elvan" Panggil Rizal.


"Mmmmmm?".


"Berhati-hatilah, om Vicky dan kak Chiko sedang menyewa beberapa geng gangster untuk mencari keberadaan mu. Aku takut kalau sampai mereka menemukan mu".


"Kamu tenang saja, mereka tidak akan bisa menemukan kami".


"Semoga saja. Tania dimana?".


"Dia sedang tidur. Kenapa?".


"Tadi siang salah satu kuasa hukum om Vicky mendatangi perusahaan AE group".


"Apa?".


"Mmmmm.. Aku tidak tau tujuan mereka sedang apa? namun aku merasa curiga jika ini menyangkut ahli waris, dan om Vicky bisa saja menggunakan ini untuk memancing kalian berdua keluar".

__ADS_1


"Jangan sampai itu terjadi Zal, aku mengandalkan mu".


"Sebisa mungkin aku akan melakukan yang terbaik Elvan, tapi mau sampai kapan kursi presdir kosong?".


"Perusahaan sudah jatuh di tangan Tania, yang kamu usahakan saat ini jangan sampai para investor melarikan diri dari perusahaan".


"Mmmmmm".


"Bersenang-senanglah, aku tutup dulu".


"Iya".


.


Begitu sudah pagi, "Eemmkkhh.. Badan ku sakit semua" Rengek Tania merasa pegal-pegal.


"Pagi Nia" Cium Elvan di bibir Tania.


"Elvan".


"Mmmmm?".


"Badan ku sakit semua".


"Aku akan memijit mu".


"Terus kamu enggak kerja?".


"Aku lebih mengutamakan kamu dari pada pekerjaan ku, kemarilah dan belakangi aku".


"Benarkah?".


"Iya".


"Asik" Tania langsung membelakangi Elvan dan merasakan setiap sentuhan pijitan Elvan yang sangat nikmat ia rasakan. "Wah, sentuhan tangan mu sama sekali dengan sentuhan papa Elvan".


Setelah 25 menit lamanya Elvan memijitnya, "Sudah Elvan, ini sudah jam 7 sebaiknya kamu mandi aku akan menyiapkan sarapan".


"Mmmm".


Tania segera menyiapkan sarapan pagi mereka berdua dengan 4 lembar roti tawar dan 2 gelas susu sehat. "Ayo sarapan Elvan, aku sudah menyiapkannya" Elvan datang menghampirinya, "Seperti ini kan?".


"Iya" Senyum Elvan mendudukan diri.


Begitu juga Tania yang ikut mendudukkan diri diatas kursinya, "Selamat makan Elvan. Oohh iya, semalam aku bermimpi".


"Mimpi apa Nia?".


"Aku bermimpi mama Amira datang kemari, dia datang menjemput kita".


"Kamu merindukan mama?".


"Iya".


"Karna itu kamu memimpikan mama".


"Masa iya?".


"Iya. Aku sudah selesai" Bangkit Elvan melap mulutnya. "Inih, gunakan uang ini jika kamu menginginkan sesuatu".


"Siap, thank you Elvan" Senang Tania menerima beberapa lembar uang itu dari tangan Elvan.


"Aku berangkat yah".


"Iya, hati-hati".

__ADS_1


"Mmmmm" Perginya meninggalkan Tania.


__ADS_2