
Begitu Tania diam, Elvan langsung melepaskan pelukannya. Lalu ia melihat kedua mata Tania yang sembap, "Kamu kenapa menangis?" Tetapi Tania tidak menjawabnya, ia lebih memilih diam. Kemudian Elvan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam lebih.
"Lihatlah, aku akan menunjukkan sesuatu untuk mu" Ucap Elvan berjalan 5 langkah dari hadapan Tania.
"Kamu mau ngapain Elv... Astaga" Kaget Tania begitu Elvan membangunkan kunang-kunang yang berada disana. "OMG".
"Bagaimana, apa kamu menyukainya?" Senyum Elvan melihat Tania.
"OMG, ini cantik sekali Elvan" Kagum Tania dengan mata berbinar-binar. "OMG.. OMG.. Tolong foto kan aku disini Elvan".
"Berikan ponsel mu".
"Inih, kamu harus mengambil ya dengan baik" Senyum Tania menunjukkan senyum manisnya.
"Mmmmm" Hingga kini Elvan telah mengambil beberapa gambar Tania.
"Bagaimana, apa aku terlihat cantik?".
"Mmmmm, inih" Jawab Elvan memberikan ponselnya.
"Astaga, aku disini terlihat sangat cantik sekali Elvan. Terima kasih yah" Senang Tania masih memperhatikan hasil dari gambar Elvan.
"Ayok".
"Iya" Angguk Tania mengikuti dari belakang.
.
Sesampainya mereka di rumah, Elvina langsung bertanya, "Kalian habis dari mana sayang?".
"Habis dari taman ma hehehe" Jawab Tania.
"Putri mama terlihat sangat bahagia sekali".
"Iya ma, tadi Elvan mengajak Tania melihat kunang-kunang ditaman".
"Kunang-kunang? emang sekarang masih ada kunang-kunang yah sayang?".
"Ada ma, lihat ini, tadi Elvan mengambil beberapa gambar Tania" Tunjuknya kepada sang mama.
"Wah.. Mama pikir selama ini kunang-kunang hanya ada di kampung saja, ternyata disini juga ada ya Nia" Senang Elvina melihat kunang-kunang tersebut.
"Cantik kan ma?".
"Iya sayang, ini cantik sekali".
Setelah itu Elvan dan Tania izin masuk kedalam kamar, hingga kini mereka berdua telah berada di kamar. "Mandilah duluan" Ucap Elvan.
"Mmmmm" Angguk Tania memasuki kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu yang lama Tania telah selesai dengan menggunakan pakaian santainya, "Elv.. Astaga" Kaget Tania melihat Elvan yang telah berada di depan pintu.
"Kamu kebiasaan kaget" Ujar Elvan memasuki kamar mandi.
"Bagaimana aku tidak kaget kalau kamu tiba-tiba saja muncul dihadapan ku" Gumam Tania berjalan kearah meja riasnya. Setelah ia selesai merias wajahnya, "Kenapa dia lama sekali di dalam kamar mandi? sepertinya Elvan hoby berlama-lama di dalam kamar mandi, aku saja yang wanita tidak pernah menghabiskan waktu lebih dari 10 menit di dalam kamar mandi".
Begitu Elvan keluar dari dalam kamar mandi, Tania langsung melihat kearahnya, "Ada apa, kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Tidak" Geleng Tania tersenyum. "Dengan rambut basah seperti itu kamu terlihat sangat seksi sekali Elvan" Batin Tania masih memperhatikan Elvan sampai membuat Elvan mengerutkan keningnya.
"Sepertinya otak kamu sudah liar, ayok" Jalannya keluar dari dalam kamar.
"Wah.. Tau saja Elvan kalau otak ku traveling" Tawa Tania dalam hatinya.
__ADS_1
.
Pagi harinya di kampus Tania dan Elvan telah berada di sana, tetapi saat Tania berjalan menuju ruangannya. Ia melihat beberapa mahasiswa sedang berkumpul di depan papa informasi, "Mereka sedang melihat apa yah?" Gumam Tania mendekati mereka.
Lalu Tania bertanya kepada salah satu mahasiswa disana, "Permisi, ada pengumuman apa sampai ramai seperti ini?".
"Itu, kampus kita mendapatkan beasiswa dari universitas harvard jika salah satu mahasiswa dari sini berhasil mengikuti ujian dari sana".
"Apa?".
"Iya".
"Benarkah?".
"Mmmmm.. Apa kamu mau daftar juga?".
"Aahh tidak" Senyum Tania pergi dari sana. Setelah Tania duduk diatas kursinya, ia langsung memikirkan Elvan. "Aku harap jangan sampai Elvan mengambil beasiswa itu, kalau tidak" Gantung Tania begitu ia melihat Elvan yang baru masuk. "Elvan" Panggilnya.
"Ada apa?".
"Apa kamu sudah melihat papan informasi?".
"Mmmm.. Kenapa?".
"Apa kamu akan mengikuti ujian itu?".
"Tidak tau" Jawab Elvan.
"Mmmmm" Senyum Tania melihat ke depan. Sedangkan Elvan langsung duduk diatas kursinya, "Mendengar jawaban dari Elvan, sepertinya Elvan akan mengikutinya. Lalu dia akan meninggalkan aku, dan aku akan menjanda. Astaga" Sedih Tania membaringkan kepalanya diatas mejanya.
"Ada apa, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Elvan dari belakang.
"Mmmmm.. Aku baik-baik saja" Jawab Tania.
.
"Eekkhh Sani. Boleh, duduklah" Jawab Tania tersenyum.
"Terima kasih Nia" Duduknya dihadapan Tania.
"Iya".
"Bdw, kamu kenapa Nia, kok sedari tadi aku melihat mu melamun terus? apa kamu baik-baik saja?".
"Iya aku baik-baik saja Sani".
"Mmmmm.. Ayok dimakan itu, bakso enggak enak loh kalau sudah dingin".
Tania memperhatikan bakso yang sedari tadi ia diamkan, "Kenapa aku tidak bernafsu memakan ya?".
"Ya?".
"Aahh tidak Sani".
"Ayo dimakan Nia, jangan cuman dilihatin doang".
"Iya" Angguk Tania menikmati baksonya.
"Aaakkhhh, Iya Nia".
"Mmmmmm?".
"Apa kamu sudah melihat papan pengumuman hari ini?".
__ADS_1
"Sudah".
"Apa kamu tidak ingin mengikuti ujian itu? siapa tau kamu berhasil".
"Hahahaha.. Kamu ada-ada saja Sani, mana mungkin mahasiswa sebodoh aku bisa kuliah disana".
"Kok kamu berkata seperti itu Nia?".
Kemudian Tania menghela nafas, "Dari dulu aku selalu mendapatkan nilai yang buruk Sani, entah kenapa otak ku susah sekali di ajak bekerja sama".
Sani tersenyum melihat wajah sedih Tania, "Tidak ada manusia bodoh Nia, kita ya saja yang malas belajar. Coba kamu lebih rajin sedikit lagi kamu pasti bisa".
"Lalu bagaimana dengan mu?".
"Kenapa dengan ku?".
"Apa kamu akan mengikuti ujian ya?".
"Tidak".
"Kenapa?".
"Karna aku miskin".
"Miskin? bukankah kalau kamu masuk disana biaya kuliah mu akan gratis?".
"Iya gratis, tapi biaya hidup kita tidak gratis disana Nia".
"Mmmmmm" Angguk Tania mengerti.
"Aahhh, akhirnya aku kenyang juga" Senyum Sani mengusap perutnya. "Nia" Panggilnya melihat Tania.
"Iya".
"Aku melihat kamu sangat dekat sekali dengan Elvan, apa kalian sudah lama berteman?".
"Hhhmmm? Aahh iya" Jawab Tania.
"Oohh.. Aku menyukai Elvan".
"Apa?" Kaget Tania sedikit meninggikan suaranya.
Sani tersenyum melihat Tania, "Hey, ada apa dengan mu? emang salah kalau aku menyukainya? apa Elvan sudah memiliki kekasih?".
"Iya, Elvan sudah memiliki kekasih" Jawab Tania langsung.
"Oohh, dia cantik? apa dia lebih cantik dari ku?".
"Iya dia sangat cantik, bahkan dia idola semua laki-laki dikampus lamanya".
"Hhhmmm? emang pacar Elvan kuliah dimana?".
"Ck" Kesal Tania dalam hati. "Maksud aku sebelum Elvan pindah kemari, Elvan dan pancarnya satu kampus".
"Lalu bagaimana dengan kekasihnya, kenapa dia tidak ikut pindah kemari?".
"Aku juga kurang tau soal itu".
"Oohhh".
"Kamu kok bisa suka Elvan? dia bukanlah tipe pria yang perduli, kamu lihat sendiri sifat dia di dalam kelas kita".
"Ya terkadang kita menyukai seseorang tampa alasan Nia, dan itulah yang aku rasakan saat ini kepada Elvan. Aku sangat menyukainya dia dan style ya yang sangat sederhana membuat aku semakin hari semakin menyukainya".
__ADS_1
"Ckckck.. Aku tidak akan membiarkan mu dekat dengan suami ku, lagian juga Elvan bukanlah tipe pria yang mudah tertarik kepada wanita, jadi untuk saat ini aman-aman saja" Senyum Tania dalam hati.