
Setibanya di restoran seperti biasanya Elvan langsung mengganti pakaiannya, dan segera melayani para pelanggan yang mendatangi restoran mereka.
Sedangkan dari meja dekat jendela dua wanita cantik sedang memperhatikan Elvan yang sedang melayani pelanggan, "Hhhmmm.. Itu bukannya Elvan yah?" Tanya Elma memperhatikannya.
"Iya itu Elvan" Angguk Filia ikut memperhatikannya.
"Jadi selama ini Elvan bekerja disini? kasihan sekali dia" Ujar Elma kembali.
"Iya, aku jadi kasihan melihatnya, ternyata Elvan anak pekerja keras. Tidak salah sih kalau Tania tergila-gila dengan yah, sudah tampan, pintar dan mandiri lagi. Siapa pun itu orang ya pasti sangat menyukai Elvan, aku saja pasti menyukainya tapi ya sudahlah Elvan untuk Tania saja hehehehe" Tawanya melihat Elma.
Elma tersenyum menggeleng, "Itu Tania sudah datang, Tania" Teriaknya melambaikan tangan kanannya agar Elvan mendengarnya.
"Hey" Balas Tania menghampiri mereka. "Kalian sudah lama menunggu enggak? maaf ya tadi jalanan macet" Duduknya diatas kursinya.
"Iya tidak apa-apa Nia" Kemudian Elma memanggil salah satu pelayan disana dan ketepatan sekali Elvan lah yang melihat kearah mereka. Elma langsung tersenyum senang dan memanggilnya.
"Selamat siang, silahkan menu ya dipilih" Ucapnya memberikan daftar menu ya dihadapan mereka bertiga.
"Terima kasih" Senyum Tania menerima dari tangan Elvan. Dan itu membuat Elma dan Filia dibuat keheranan melihat Tania yang terlihat biasa saja. "Kenapa kalian tidak memilihnya? nanti dia kelamaan menunggu".
"Aahh iya" Angguk Elma dan Filia segera memilih menu mereka berdua. Setelah selesai mereka segera mengembalikan daftar menu itu kembali ditangan Elvan.
"Mohon di tunggu sebentar nona" Perginya meninggalkan mereka bertiga.
Kemudian Elma dan Filia bertanya kepada Tania yang terlihat biasa saja, "Nia, kamu enggak terkejut melihat Elvan berkerja disini?".
"Emang kenapa kalau dia bekerja disini? tidak ada yang salah kan?".
"Tidak sih, cuman kan ini pertama kalinya kita melihat Elvan bekerja, atau sebelumnya kamu sudah tau kalau Elvan berkerja disini?".
"Tidak, aku juga pertama kalinya melihat Elvan disini. Tapi ya sudahlah, kita juga tidak boleh terlihat ketara sekali kalau kita mengenali dia, nanti tidak enak sama dia".
"Iya sih Nia. Kamu tau enggak? aku salut loh sama Elvan mau bekerja sambil kuliah, menurut aku Elvan benar-benar the best" Jempol Elma.
"Iya, karna itulah aku sangat tergila-gila dengannya".
"Semoga saja kamu dan Elvan berjodoh suatu saat nanti Nia" Doa Filia.
"Hehehehhe" Tawa Tania melihat kedua sahabatnya itu. "Terima kasih doa ya".
"Iya Nia, kami selalu mendoakan yang terbaik untuk mu. Aahh iya, tadi Deska mencari mu loh" Ujar Filia.
__ADS_1
"Apa?" Kesal Tania meninggikan suara.
"Suara kamu Nia" Tegur mereka.
"Maaf-maaf aku terbawa suasana, lain kali kalau dia bertanya kalian tidak usah menanggapinya atau memberitahunya".
"Kenapa Nia?".
"Aku tidak menyukainya dan kalian tidak usah bertanya alasan aku tidak menyukainya, karna aku memang tidak menyukainya".
"Baiklah kalau kamu tidak menyukainya".
Sedangkan dari kejauhan Elvan sempat mendengar perkataan Filia saat ia mengatakan kalau Deska mencarinya. Lalu ia menghampiri meja mereka dengan troli yang ia dorong.
"Pesanan kita sudah datang" Senang Elma menerima miliknya. "Terima kasih banyak ya Elvan" Senyumnya.
"Mmmmm" Angguk Elvan segera meninggalkan meja mereka.
Hampir satu jam lebih Tania Elma dan Filia menghabiskan waktu disana, "Ini sudah mulai sore sebaiknya kita pulang saja" Ujar Elma membereskan tasnya.
"Iya, tugas kuliah juga sudah menunggu ku di rumah" Tawa Filia.
"Kamu anak rajin sekali sih Lia" Senyum Tania mengeluarkan dompetnya. Kemudian ia memanggil Elvan, namun karna Elvan sedang sibuk melayani pelanggan lainnya, ia tidak ingin merepotkan ya. "Tunggu sebentar ya, aku langsung ke kasir saja" Bangkitnya dari atas kursinya menuju kasir dan segera melakukan transaksi pembayaran.
"Iya, kalian hati-hati dijalan yah".
"Iya, kamu juga".
"Mmmmmm" Angguknya.
Begitu Elma dan Filia telah memasuki mobilnya mereka masing-masing, Tania kembali melihat kedalam restoran dimana Elvan saat ini masih saja sibuk dengan pelanggannya. Tania tersenyum ketika Elvan menyempatkan dirinya melihat Tania, "Aku pulang" Lambainya meskipun Elvan terlihat biasa saja.
.
Sesampainya Tania dirumah ia segera memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. "Haahhhh.. Bosan juga kalau dirumah terus sepulang kuliah, apa sebaiknya aku bekerja juga seperti Elvan?" Pikirnya.
"Tapi kalau aku bekerja apakah mama akan membiarkan ya? bahkan Elvan bisa saja marah pada ku. Ck.. Tugas kuliah saja aku tidak pernah mengerjakannya apalagi aku bekerja, bisa-bisa satu hari itu juga aku dipecat" Senyum Tania membayangkan jika kejadian itu terjadi.
Kemudian Tania bangkit berdiri dari atas tempat tidur menuju kamar mandi.
15 menit kemudian ia telah keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian santainya, lalu Tania sedikit merias wajahnya. "Cantiknya" senyumnya memuji dirinya sendiri. Setelah itu Tania keluar dari dalam kamar menuju lantai satu dimana sang mama mertua yang baru pulang kerja.
__ADS_1
"Mama sudah pulang" Salimnya ditangan Amira.
"Iya sayang, Kia sudah pulang belum? tadi Kia tidak datang ke butik mama".
"Hhhmmm? dari tadi Nia tidak melihat Kia ma" Jawab Tania melihat sekitarnya.
"Apa dia tadi dijemput sama Zita yah?" Gumam Amira.
"Mungkin saja ma" Angguk Tania setuju.
"Mungkin, kalau gitu mama mandi dulu ya sayang" Perginya meninggalkan Tania.
"Iya ma".
Sambil menunggu di ruang keluarga, Tania mendudukan diri sana sambil bermain ponselnya. "Bibi" Teriak Kia memeluknya.
"Hahahhaha.. Kia" Senang Tania membalas pelukan Saskia. "Kamu dari mana saja Kia? tadi oma menanyai mu sama bibi, oma sangat mengkhawatirkan kamu loh".
"Hehehhe.. Iya Bibi tadi mama menjemput Kia ke sekolah".
"Lalu kak Zita mana Kia? bibi tidak melihatnya".
"Masih di luar bersama dengan papa".
"Oohhh.. Syukurlah, oma dan bibi tadi sempat mengkhawatirkan Kia.
"Maafkan Kia ya bibi".
"Tidak apa-apa, sekarang Kia mandi gih".
"Iya bibi, Kia naik dulu yah".
"Iya sayang".
Begitu Kia menaiki anak tangga menuju kamarnya, ia kembali membuka ponselnya.
Ting..
Sebuah notifikasi memasuki ponselnya, "Elvan" Senyum Tania membuka pesan masuk dari Elvan. "Hari ini aku pulang cepat, aku ingin mengajak mu makan diluar, bersiaplah aku akan menunggu mu di restoran xx" Membaca isi pesan dari Elvan Tania langsung tertawa sangat bahagia. "Hahahhahaha" Tawanya sambil memasuki kamarnya kembali.
Sampai membuat Chiko dan Zita yang baru masuk di buat keheranan melihat Tania yang sedang tertawa sendiri tampa pasangan suami istri itu ketahui alasan Tania terlihat sangat bahagia.
__ADS_1
"Sepertinya Tania kedapatan lotre sayang" Ujar Zita tersenyum.
"Sepertinya" Balas Chiko ikut senang melihat Tania.