
Malam ini Elvan akan memberi keputusan kepada Vicky untuk menyelamatkan Tania. Dengan berat hati ia memasuki ruangan Vicky.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawab Vicky dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek!
Flashback.
"Apa yang harus aku lakukan Zal?".
"Elvan, kamu harus menyelamatkan Tania dan menikahi Jessi".
"Kamu yakin aku harus menikahi Jessi Zal".
"Mmmmm.. Tidak ada cara lain lagi Elvan. Hanya dengan menikahi wanita itu satu-satunya cara mu melindungi Tania".
"Hahahaha.. Ternyata aku salah satu pria kurang ajar Zal".
"Tidak Elvan, jangan pernah berkata seperti itu. Tania juga akan mengerti, sebisa mungkin kami akan selalu melindungi dia".
*************************.
"Akhirnya kamu datang juga, duduklah" Ucap Vicky menyuruh Elvan duduk diatas sofa.
Kemudian Elvan melihat kearah Robert yang sedang tersenyum kepadanya. Lalu ia menghela nafas panjang sambil mengepal kedua tangannya. "Baiklah, aku akan menikahi putri tuan Robert".
"Hahahahha" Tawa mereka berdua dengan senang hati.
"Dengan syarat papa harus membebaskan Tania dan tidak akan pernah mencampuri perusahaan AE group".
"Baiklah" Angguk Vicky setuju.
.
Setelah Tania di bebaskan, ia langsung dirawat dirumah sakit begitu surat perceraian itu berhasil ia tanda tangani.
3 hari telah berlalu, kini acara pernikahan Elvan dan Jessi telah di gelar di hotel bintang 5 milik Vicky, dan Elvan yang kini berada di ruang pengantin bersama dengan Jerry dan Rizal membuat dirinya sedikit kuat, "Tolong lindungi Tania dan juga bayi ku" Ucapnya kepada kedua sahabatnya.
"Kamu tenang saja Elvan, kami berdua pasti akan melindungi Tania. Jangan khawatir".
"Terima kasih".
"Mmmmm... Ayo, sebentar lagi acaranya akan di mulai" Kemudian Elvan tertawa sambil menangis melihat dirinya lemah, "Elvan, jangan pernah berpikir kalau kamu sudah gagal. Tidak, ini semua baru permulaan".
"Iya Elvan" Angguk Jerry membawanya keluar dari sana.
.
__ADS_1
Begitu Tania sadar, "Nia, kamu sudah sadar Nia?" Ucap Elma memeluknya.
"Elma. Elvan dimana Elma? kenapa dia tidak ada disini?".
Elma dan Filia menggeleng dengan mata berkaca-kaca. "Ada apa? kenapa kalian berdua menangis?" Kemudian ia melihat kearah Jasmin yang juga ikut menangis. "Kak Jas, Elvan dimana kak Jas? tolong jawab pertanyaan Tania kak Jas".
"Nia" Tangisnya menggenggam tangan Tania. "Mari hidup bahagia selamanya".
"Maksud kak Jasmin apa? aku bertanya Elvan dimana? kenapa dia tidak ada disini?".
Mereka terdiam hingga Rizal dan Jerry memasuki ruangannya. "Tania" Senyum Jerry mendekatinya.
"Untung kamu datang Jerry. Sekarang katakan, Elvan dimana? kenapa dia tidak datang bersama kalian?".
"Tania, kamu tenang dulu".
"Tenang gimana Jerry? cepat katakan" Lalu ia melihat Rizal yang sedang melihat kearah yang lain. "Kenapa kalian semua membisu? tidakkah kalian mendengar ku hahhhhh?".
"Mulai sekarang kamu harus melupakan Elvan Nia" Ucap Jerry.
"Maksud kamu apa Jerry aku harus melupakan Elvan?" Tanyanya dengan mata berkaca-kaca.
"Mmmm.. Kamu harus melupakan Elvan dan hiduplah bahagia tampa dirinya".
"Maksud kamu apa Jerry?" Teriak Tania sangat marah.
"Elvan sudah menikah dengan wanita lain".
"Tania, kamu mau kemana?" Tahan Filia.
"Aku mau pulang, Elvan pasti sedang menunggu di rumah".
"Tidak Nia. Kamu harus menerima kalau Elvan sudah menikahi wanita lain" Bentak Filia menghentikannya.
"Aku sudah bilang kepada kalian semua kalau canda kalian tidak lucu, minggir" Dorongnya di tubuh Filia. Namun saat Tania menuruni tempat tidur, Rizal langsung menyalakan televisi yang ada di dalam ruangannya, dan terlihatlah berita viral yang sedang trending dimana putra dari keluarga Sandoro yang menikahi gadis cantik bak putri seorang raja dari seorang pengusaha kaya raya yang berasal dari amerika.
"Ahahahaha.. Tidak mungkin, tidak mungkin. Elvan tidak mungkin menghianati aku Elvan tidak mungkin menghianati aku Aarrkkhhhh" Teriak Tania seperti orang kesurupan.
"Kak Jasmin, ayo panggil suster kak jas" Ujar Elma menahan tangan Tania.
"Iya" Angguk Jasmin segera memanggil suster.
.
Setelah acara pernikahan selesai di gelar, Elvan memutuskan meninggalkan indonesia dan tinggal di luar negeri bersama dengan istri barunya yaitu Jessi.
Dengan air mata berderai, Amira memeluk putra bungsunya itu dengan sayang. "Maafkan mama Elvan maafkan mama yang tidak bisa melakukan apa-apa".
Begitu juga dengan Zita dan Saskia yang ikut menangis melihat betapa hancurnya seorang Elvan yang selama ini terlihat baik-baik saja. "Paman" Genggam Saskia ditangan Elvan.
__ADS_1
"Elvan pergi dulu" Ucapnya mencoba untuk tegar dihadapan mereka tampa mengeluarkan air mata.
"Paman" Semakin tangis Saskia menggenggam tangan Elvan dengan kuat. Lalu Chiko menarik tangan Saskia yang sedang menggenggam erat tangan Elvan. "Tidak pa, paman tidak boleh pergi meninggalkan Saskia hiks.. hiks.. Paman".
Begitu Elvan dan Jessi menaiki mobil mewah tersebut, Amira langsung masuk kedalam kamarnya meninggalkan mereka yang masih berada disana. Kemudian Vicky menghampiri Amira kedalam kamar, "Ma" Panggilnya.
"Mama butuh sendiri pa. Tolong papa keluar".
"Ma".
"Tolong keluar pa" Usir Amira sedikit meninggikan suaranya.
Vicky menghela nafas panjang sambil menarik Amira kedalam pelukannya. "Papa tau saat ini mama sedang marah terhadap papa, tapi papa melakukan ini semua demi kebaikan Elvan dan juga demi keselamatan perusahaan kita".
"Haahh.. Kebaikan Elvan? keselamatan perusahaan? papa benar-benar egois, papa hanya memikirkan diri papa sendiri tampa memikirkan perasaan orang lain".
"Ma".
"Mama enggak habis pikir dengan perubahan papa yang dulunya..
"Hentikan ma" Potong Vicky terlihat marah. "Mama tidak tau apa-apa".
"Iya, soal perusahaan mama memang tidak tau apa-apa. Tapi mama tidak akan pernah menjual anak mama sendiri demi kebahagian mama sendiri. Dan sekarang papa rela mengorbankan Elvan yang sudah memiliki istri hahahha.. Mungkin sampai seterusnya mama tidak akan pernah melihat wajah kebahagian Elvan lagi dan itu semua gara-gara papa" Lemas Amira terjatuh diatas lantai.
"Ma" Khawatir Vicky.
"Berhenti mengkhawatirkan mama pa hiks.. hiks.. Mama tidak akan bisa memaafkan diri mama sendiri, jika suatu saat nanti mama bertemu dengan Tania, mama yakin Tania tidak akan sudi melihat wajah mama aarrhhh.. Malang sekali nasib kalian berdua" Hingga akhirnya Amira jatuh pingsan.
"Ma, ma" Kemudian Vicky menelpon dokter dan menyuruhnya segera datang kerumahnya.
Tidak lama kemudian, dokter itu telah tiba disana.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawab Vicky.
Ceklek!
"Pa, mama kenapa pa?" Khawatir Chiko melihat Amira yang terbaring lemas diatas tempat tidur.
"Mama kamu tiba-tiba jatuh pingsan. Ayo dok, cepat periksa keadaan istri saya".
"Baik tuan" Angguknya segera memeriksa Amira.
Setelah si dokter selesai memeriksa keadaan Amira, "Bagaimana keadaan istri saya? apa dia baik-baik saja".
"Nyonya Amira baik-baik saja tuan. Beliau hanya kelelahan saja".
"Mmmmm.. Terima kasih banyak".
__ADS_1
"Sama-sama tuan, kalau gitu saya permisi dulu".
"Iya" Lalu Vicky menggenggam tangan Amira dengan sayang. "Maafkan papa ma".