
Sepulang kuliah Tania mendatangi butik sang mama tercinta bersama dengan kedua sahabatnya.
"Mama" Panggil Tania.
"Nia" Senyum Elvina langsung memeluk Tania.
"Mama, Nia sangat merindukan mama" Bisiknya membalas pelukan Elvina.
"Mama juga sangat merindukan mu sayang, apa kamu baik-baik saja disana?" Tanyanya melihat wajah Tania.
"Mmmmm.. Tania baik-baik saja ma seperti yang mama lihat sekarang ini".
"Syukurlah, mama senang mendengar kamu baik-baik saja".
"Tentu saja ma, Nia sangat bahagia sekali bisa menikahi Elvan" Lalu Tania menghampiri Elma dan Filia. "Kalian mau minum apa? aku akan membuatkannya" Tanya Tania meletakkan tasnya diatas meja.
"Terserah kamu saja Nia, yang penting minuman segar".
"Kalau gitu kalian tunggu disini yah, aku akan memesan ya".
"Iya Nia" Angguk mereka.
Kemudian Elma dan Filia melihat Elvina yang telah duduk dihadapan mereka, "Apa kabar tante? lama kita enggak kemari lagi bermain" Senyum mereka berdua.
"Baik, kalian apa kabar ya?" Tanya balik Elvina.
"Kita juga baik tante, oohh iya tante, Nia kenapa sampai mau pindah kampus?" Tanya Elma penasaran.
"Hhmmm? Nia mau pindah kampus?" Tanyanya terkejut.
"Iya tante, Nia tadi memberi tahu kami kalau dia sudah pindah kampus".
"Masa iya? emang kenapa Nia sampai pindah kampus?".
"Loh.. Emang tante enggak tau kalau Nia pindah kampus?".
"Tidak, Nia tidak ada memberi tahu tante kalau dia mau pindah kampus".
"Kok Nia enggak memberi tahu tante yah?" Gumam Elma. "Jadi tante benar-benar enggak tau?".
"Iya, tante benar-benar enggak tau Elma" Jawab Elvina.
"Nia ada-ada saja sampai enggak memberi tahu tante" Kesal Elma.
Tidak menunggu beberapa lama lagi, Tania telah tiba disana dengan minuman segar yang ia bawa dari luar. "Kalian menunggu lama yah?" Ujarnya memberikan kepada Elma dan Filia. "Inih.. Untuk mama".
"Terima kasih sayang".
"Iya ma" Duduknya disamping sang mama.
Kemudian Elvina melihat Tania, lalu ia bertanya mengenai alasan Tania sampai pindah kampus tampa sepengetahuan ya. "Apa benar sayang kamu pindah kampus?".
__ADS_1
"Iya ma" Angguknya.
"Kenapa?".
"Mmmm.. Itu mah" Bingungnya mau menjawab seperti apa. "Sebenarnya Nia pindah karna Elvan ma, iya karna Elvan" Jawab Tania mengedipkan sebelah matanya.
"Kan benar yang kita tebak, kalau Nia pindah cuman gara-gara karna Elvan" Kesal Elma dan Filia. "Tania lebih memilik Elvan dari pada kita tante".
"Jangan gitu dong, kan tadi aku sudah memberitahu kalian".
Lalu Elvina membahasnya lagi, "Emang kenapa Elvan sampai pindah kampus Nia?" Tanyanya penasaran.
"Itu ma..
"Elvan kemarin memukuli mahasiswa lain tante sampai babak belur, jadi pihak kampus mengeluarkan Elvan karna telah merusak nama baik kampus" Jawab Filia.
"Apa? Elvan memukuli orang?" Kaget Elvina melihat Filia.
"Iya tante" Angguknya.
Tania pun yang tidak terima kalau suami di jelek-jelekkin langsung membantah perkataan Filia. "Tidak ma, Elvan tidak salah, Elvan memukuli mahasiswa itu karna Elvan memiliki alasannya. Deska pantas mendapatkan pukulan itu dari Elvan, Tania membela Elvan bukan karna Nia.." Gantungnya melihat Elvina. "Percaya sama Nia ma, Elvan melakukan itu karna Elvan melindungi Tania" Ucapnya sedikit pelan hingga Elma dan Filia tidak mendengarnya.
"Mmmm.. Mama mempercayainya sayang, mama juga tau kalau Elvan itu anak yang baik" Senyum Elvina.
Elma dan Filia yang tidak bisa mendengarkan percakapan mereka pun dibuat penasaran. "Tante sama Nia lagi membahas apa?".
"Tidak ada apa-apa kok Elma, ayok diminum itu nanti jadi enggak dingin loh" Jawab Tania.
Sore harinya Elma dan Filia pun pamit pulang kepada Elvina. "Tante kami pamit pulang yah" Salim mereka berdua ditangan Elvina.
"Iya sayang, kalian berdua hati-hati dijalan yah".
"Iya tante, Nia kami pulang yah".
"Iya" Senyum Tania.
Begitu Elma dan Filia memasuki mobil mereka masing-masing. Elvina juga langsung mengantar Tania kerumah sang mertua.
"Jadi Elvan masih kerja di restoran itu Nia?" Tanya Elvina dengan bangganya kepada Elvan.
"Iya ma, dan setiap pagi Elvan selalu membawa motor bututnya itu ke kampus, Elvan benar-benar suami idaman Nia ma".
"Bagus dong sayang, mama suka melihat Elvan".
"Nia juga ma heheheh".
Sesampainya mereka di sana, Amira langsung menyambut kedatangan sang besan bersama dengan menantunya. "Elvina" Senyum Amira memeluknya.
"Hahahhaha.. Apa kabar mu Mira?".
"Baik-baik, ayok duduk".
__ADS_1
"Iya".
"Tunggu sebentar ya, aku buatin minum dulu" Ujar Amira.
Namun Tania langsung menghentikan Amira, "Eekkhh ma biar Nia saja yang membuatnya".
"Kalau gitu terima kasih ya sayang" Senyum Amira.
"Iya ma" Perginya menuju dapur. Disana Tania langsung membuatkan dua gelas teh untuk sang mama dan untuk sang mertua. Tetapi pelayan yang sedang melihat Tania tampak sedikit khawatir melihat Tania yang tidak pandai hanya membuat teh saja.
"Nona, biar saya saja yang membuatnya" Ujarnya menghentikan Tania.
"Ini sudah selesai, coba bi cicip apa teh ya sudah manis atau belum".
"Iya nona" Ia segera mencicipi teh manis buatan Tania. Dan benar sekali dengan apa yang ia pikirkan tadi kalau teh manis tersebut telah kelebihan gula. "Maaf nona, tapi ini sangat kemanisan sekali, ada baiknya di buat yang baru lagi biar saya yang membuatnya nona".
"Masa iya kemanisan? tadi Nia tidak ada merasa kemanisan" Gumam Tania kembali mencicipi teh manisnya. "Enggak kok, menurut Nia ini pas, tapi kalau bibi ingin membuatnya lagi tidak apa-apa, karna bibi sudah ahlinya" Senyum Tania.
"Maafkan saya nona, bukan saya sok mengajari" Ucapnya sedikit merasa bersalah.
"Tidak apa-apa bibi santai saja" Balas Tania sambil melihatnya menyeduh teh manis itu kembali. Setelah ia selesai, ia langsung membuatnya di atas nampan dan memberinya kepada Tania, "Terima kasih ya bi" Ucap Tania menerimanya.
"Sama-sama nona" Angguknya.
Lalu Tania segera membawanya kedalam ruang keluarga dimana saat ini Amira dan Elvina berada disana.
"Wah.. Anak mama sudah mulai mandiri yah" Puji Elvina melihat putri tercinta ya itu.
"Hehehe.. Mama" Tawanya menunjukkan gigi ratanya.
"Terima kasih ya sayang".
"Iya ma" Duduknya disamping Elvina.
Mereka bertiga tampak sangat menikmati obrolan tersebut, hingga kini satu persatu keluarga Sandoro telah berpulang dari kantor.
"Kita kedatangan tamu" Senyum Zita menyalim tangan kanan Elvina.
"Iya, tadi tante mampir sebentar pas ngantar Nia kesini" Jawab Elvina.
"Oohhh" Angguknya mendudukan diri disamping Amira. "Kia mana ma?" Tanyanya melihat sang mertua.
"Kia dikamar Zita".
"Mmmmm" Gumamnya.
Kemudian Tania melihat Zita dan menawarkan sesuatu yang ingin sang kakak ipar minum, "Kakak mau minum apa? biar Nia buatin".
"Tidak usah repot-repot Nia, nanti kalau kakak minum teh, kakak jadi enggak selera makan lagi".
"Oohh"
__ADS_1