
Ketika Tania dan juga kedua temannya pergi dari sana, Elvan sempat melirik ya sebentar kemudian ia kembali fokus dengan makanan ya.
"Tumben Tania terlihat biasa saja, bukankah selama ini dia sangat tergila-gila sekali dengan mu?" Ujar Jerry.
"Aku duluan ya" Bangkit Rizal dari atas kursinya.
"Loh.. Makanan mu saja belum habis Zal?" Heran Jerry.
"Aku sedang ada urusan" Perginya meninggalkan Jerry dan Elvan. Kemudian Jerry melihat Elva.
"Ada apa dengan ya?".
"Tidak tau" Jawabnya masih tetap menikmati makanan ya.
"Hhmmsss" Dengus Jerry kembali menikmati makannya.
.
Didalam kelas ya Tania telah duduk tenang dan membuka buku pelajarannya. "Selamat siang" Sapa sang dosen memasuki kelasnya.
"Siang pak" Jawab mereka semua.
"Apa kabar kalian? maaf minggu kemarin bapak tidak bisa masuk, bertepatan saat itu bapak sedang berada di luar kota. Bagaimana kalau nanti sore kita ganti".
"Jam berapa pak?".
"Sekitar jam 6, hari ini jadwal kuliah bapak penuh".
"Oohh" Angguk mereka.
"Bisa kan? nanti bapak usahakan kita pulang jam 8 malam".
"Bisa pak" Jawab mereka kembali.
"Terima kasih, sekarang silahkan buka buku kalian, kita masuk bab 5".
"Iya pak"
Pembelajaran pun berlangsung didalam kelasnya Tania hingga mata kuliah tersebut berakhir. "Terima kasih untuk kalian semua, jangan lupa nanti jam 6 sore".
"Iya pak".
"Selamat sore semua ya".
"Sore pak".
Begitu sang dosen keluar dari dalam kelas mereka, Tania dengan kesal mendengus. "Kenapa Nia?" Tanya Filia.
"Kalian tau sendiri, aku paling benci kalau sudah mata kuliah pengganti" Jawabnya.
"Sama, bukan kamu saja Nia, aku juga paling benci kalau sudah mata kuliah pengganti" Sahut Elma.
"Mau gimana lagi, enggak mungkin kita menolaknya".
"Hhhmmsss" Dengus Tania kembali.
.
Saat ini Elvan sedang berada di parkiran, "Elvan tunggu" Tahan Fayola.
"Ada apa Yola?" Lihatnya.
"Kamu mau kemana?".
__ADS_1
"Kerja".
"Aku ikut".
"Hmmss" Helanya melihat Fayola yang semakin hari semakin bebal. "Aku tidak bisa Yola, sebaiknya kamu pulang saja" Ucapnya menaiki sepeda motor butut ya.
"Aku ikut Elvan" Naik ya mengikut Elvan.
"Turun Yola".
"Tidak mau" Fayola malah semakin memeluk ya dari belakang.
"Lepaskan Yola, bagaimana kalau ada yang melihatnya".
"Biarkan saja, aku tidak perduli. Ayok El, aku juga ingin berkerja dengan mu" Sandarnya.
"Turun Yola".
"Tidak mau El".
"Turun Yola" Ulangi Elvan kembali.
"Aku bilang tidak mau, aku tidak mau Elvan" Teriaknya hingga beberapa orang sedang melihat kearah mereka berdua.
"Sshhuueettt.. sshhuueettt.. Itu bukan ya Elvan dan Fayola yah?".
"Iya" Sahut yang lainnya.
"Sedang apa mereka? bagaimana bisa Fayola sedekat itu dengan Elvan?".
"Iya, dan yang aku tau bukankah Fayola sudah menikah dengan pengusaha tajir anak dari tuan Haden orang terkaya di negera kita ya".
"Apa? jadi Fayola sudah menikah?".
"Mmmmm".
"Entahlah.. Sepertinya mereka sangat dekat".
"Ya ampun, apa dia berselingkuh dengan Elvan? kalau sampai dia berselingkuh dengan Elvan, bodoh sekali dia meninggalkan suami tajirnya demi Elvan yang hanya orang biasa saja".
"Sshhuueettt.. Kalian tidak boleh berkata seperti itu, meskipun Elvan orang biasa, tapi tak seorang pun mahasiswa di kampus kita menyaingi otak ya dan juga ketampanan ya".
"Mungkin Fayola suka itu dari Elvan".
"Lagian Fayola juga cantik dan pintar, dan mereka berdua selalu saingan di dalam kelasnya".
"Benarkah?".
"Mmmm.. Berarti mereka sangat cocok sekali".
"Sshuueettt.. Shhuueettttt.. Ayok, Mereka sedang melihat kearah kita".
"Ayok" Mereka pun langsung pergi dari sana seperti tidak sedang memperhatikan mereka berdua.
"Kamu lihat itu, kamu tau apa yang sedang mereka bicarakan?".
"Aku tidak perduli Elvan".
"Tolong Yola, tolong mengerti aku, turun sekarang juga" Marah ya melihat keras kepala Fayola.
"Apa kamu sedang memarahi ku Elvan?" Tanya dengan mata berkaca-kaca.
"Mmmmm.. Sekarang kamu turun" Jawabnya.
__ADS_1
"Ka-kamu berani memarahi ku Elvan?" Tanya ya lagi.
"Iya Yola, maaf jika aku kasar" Jawab Elvan langsung menjalankan motornya dan meninggalkan Fayola yang sedang menangis disana. "Maafkan aku Yola, tapi ini adalah salah satu caranya untuk hubungan kita berdua" Batin Elvan semakin menancap sepeda motornya.
Setibanya Elvan ditempat kerja ia segera menganti pakaian ya, namun saat ia memasuki restoran tersebut, Elvan tidak sengaja melihat orang tuan Fayola dan juga suami Fayola dan juga rekan bisnis ya.
"Elvan" Panggil salah satu rekannya.
"Iya".
"Ayok buruan, pelanggan kita sangat banyak sekali".
"Mmmmm" Angguk ya menganti pakaian ya. Setelah ia selesai menganti pakaiannya Elvan langsung mengambil pekerjaan ya.
"Elvan, tolong antarin ini ke meja nomor 16 ya, saya lagi sibuk".
"Mmmmm" Kemudian Elvan membawa troli makanan tersebut kearah meja nomor 16 yang berada di tengah. "Permisi" Ucapnya meletakkan menu makanan itu di hadapan mereka.
"Hhhmmm.. Bukan ya kamu?" Kaget Reynard melihat Elvan yang berada dihadapannya.
"Papa mengenal ya?" Tanya Ravindra.
"Sepertinya" Senyum Reynard mengejek Elvan. "Ternyata kamu jadi waitress disini, hhmm.. Pekerjaan ini sangat cocok sekali dengan mu. Inih, untuk uang tambahan kamu".
"Maaf, kami tidak terima uang tips dari pelanggan" Perginya meninggalkan mereka.
"Sombong sekali dia" Seringai ya kembali. "Ayok.. Silahkan dinikmati".
"Iya" Tawa mereka yang sedari tadi mengobrol bersama.
.
Sedangkan di dalam kelas Tania, Filia dan Elma sedang menunggu sang dosen memasuki ruangan mereka, "Hhooaamm.. Aku ngantuk lagi" Uap Tania.
"Sama Nia, aku juga sangat ngantuk sekali" Sambung Elma.
"Tidur yok, kita masih ada waktu untuk tidur sebentar".
"Mmmmmm" Angguk Filia setuju.
Tidak menunggu beberapa lama kemudian mereka bertiga pun langsung terlelap dan tampa Tania sadari ponselnya sedang berdering.
DDDRRRTTT.. DDDRRRTTT..
"Ya ampun Nia kok belum pulang-pulang yah" Gumam Amira melihat jam yang ada di pergelangan tangan ya.
"Oma, emang onty Nia kemana?" Tanya Saskia yang sedang menonton film kesukaan ya.
"Oma enggak tau Kia, kata supir onty Nia enggak ada dikampus" Jawabnya. "Atau Nia pulang kerumah ya? tapi enggak mungkin, kalau pun Nia pulang kenapa dia tidak mengangkat ponselnya" Gumam Amira dengan gelisah.
"Onty Nia pasti baik-baik saja oma, oma tidak usah khawatir. Mama dan papa saja belum pulang kerja dan juga paman, jadi oma tenang saja".
"Iya sayang, semoga bibi kamu tidak kenapa-napa, oma mengkhawatirkan ya".
"Percaya sama Kia oma".
"Iya sayang" Senyum Amira memeluknya.
Hampir 20 menit lamanya Tania, Filia dan Elma tertidur di dalam kelasnya, "Woi bangun-bangun" Teriak teman satu kelasnya.
"Astaga" Kaget mereka bertiga.
"Dosen ya udah datang belum?" Tanya Filia mengucek kedua matanya.
__ADS_1
"Noh.. Dosen ya sudah nongol" Jawabnya kearah pintu dimana sang dosen telah memasuki ruangan mereka.
"Thank you yah" Mereka bertiga segera merapikan rambut dan juga pakaian ya.