
Saat ini Elvan telah berada di kantor, seperti biasa ia akan fokus kepada satu tujuan yaitu mencari tau dalang dari semua yang telah berani melakukan korupsi.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawabnya.
Ceklek!
"Selamat pagi pak, hari ini ada meeting mendadak" Ucapnya memberitahu Elvan.
"Meeting mendadak lagi?".
"Iya pak, permisi" Undurnya.
"Mmmmm" Angguk Elvan. Kemudian ia bersiap-siap menghadiri meeting tersebut hingga ialah yang paling pertama tiba disana. Sambil berpikir, Elvan tiba-tiba mendapatkan sebuah pesan dari sang istri yang menyatakan kalau dirinya saat ini sedang berada dirumah sakit.
Dengan wajah gelisah Elvan langsung menghubungi Tania.
DDDRRRTTT.. DDDRRRTTTT..
"Mmmmm" Senyum Tania.
"Kenapa kamu bisa dirumah sakit Nia?".
"Mmmm.. Pengen ajah, kamu tidak usah khawatir aku baik-baik saja. Disini juga ada mama Amira yang menemani aku dan juga mama" Tunjuknya kearah Amira dan Elvina yang sedang mengobrol di sofa.
"Iya, gara-gara apa kamu masuk rumah sakit Nia? tolong jangan membuat ku khawatir".
"Maaf, tadi tubuh ku terasa sangat lemas dan juga pusing. Jadi mama langsung membawa ku kerumah sakit, tapi sekarang aku sudah merasa mendingan".
Elvan pun menghela nafas berat hingga ia melihat beberapa client besar telah berdatangan satu persatu. "Nia, kamu harus jaga kesehatan. Aku tutup dulu nanti aku menghubungi mu lagi. Aku lagi berada di ruang meeting".
"Iya, semangat Elvan".
"Mmmmm" Senyum Elvan mematikan ponselnya.
Tidak lama kemudian, meeting tersebut telah di mulai. "Selamat pagi semua" Ucap Robert yang memulai sebagai presiden TQ group.
"Pagi tuan Robert" Jawab mereka.
Lalu Robert melihat kearah Elvan, "Elvan" Panggilnya.
"Iya tuan" Jawab Elvan.
"Apa yang telah kamu lakukan di lapangan? apa benar kamu kemarin mengumpulkan semua karyawan?".
"Iya tuan" Angguknya.
"Ada apa kamu mengumpulkan semua karyawan?".
__ADS_1
"Sebelumnya saya minta maaf. Alasan saya mengumpulkan semua karyawan, karna saya menemukan data yang tidak valid tuan"
"Tidak valid?" Tanya mereka semua melihat Elvan.
"Iya, saya telah menemukan data yang tidak valid dengan yang sebenarnya. Saya tidak tau laporan ini sampai ke pusat atau tidak, tapi yang saya lihat. Sesuatu telah terjadi diluar dugaan"
"Data apa yang kamu lihat itu? dan sesuatu di luar dugaan itu apa" Tanya salah satu diantara mereka.
"Untuk saat ini saya belum bisa menjawabnya sebelum saya menemukan bukti yang jelas. Tolong berikan saya waktu untuk mencari tahu semuanya ini".
"Hhhmmsss" Gurau mereka.
"Baiklah.. Minggu depan kita menunggu laporan dari kamu".
"Terima kasih tuan. Namun, dalam waktu satu minggu saya hanya bisa memberi laporan apa yang saya ketahui saat itu juga. Sedangkan mencari sesuatu yang besarnya saya membutuhkan waktu yang cukup banyak" Ujar Elvan sambil melihat raut wajah mereka satu persatu hingga Elvan bisa mengetahui dari mimik wajah mereka siapa dalangnya. "Lihat saja, satu persatu diantara kalian pasti aku dapatkan" Batin Elvan.
"Ya, silahkan" Angguk Robert.
.
Sekeluarnya dari ruang meeting, Elvan kembali terjun kelapangan. Sedangkan para pejabat tinggi lainnya saat ini sedang berada di ruang presdir.
"Hahaha.. Sepertinya kita memiliki musuh tuan Robert" Tawa James yang menjawab sebagai direktur keuangan perencanaan.
"Mmmmm" Angguk Robert membayangkan wajah Elvan.
"Namun, kita tidak boleh bermain-main dengan bocah kecil itu. Sepertinya dia anak yang cerdik" Ujar James.
"Dia berbeda dengan ayahnya. Anak ini bukanlah orang sembarangan Aahhh" Hela Robert. "Kalian awasi dia, jangan sampai di menemukan kalau kitalah dalang dari semua itu".
"Siap tuan" Angguk mereka.
.
Berada di lapangan, Elvan menemui salah satu karyawan tua yang kemarin ia ajak mengobrol. "Permisi" Panggilnya.
"Tuan" Tunduknya melihat Elvan.
"Bisa kita bicara sebentar? ada hal penting yang ingin saya bicarakan".
"Ada hal penting apa tuan?".
"Mari ikut saya" Ajaknya membawa kesebuah cafe yang sedikit jauh dari proyek tersebut. "Silahkan duduk".
"Terima kasih tuan" Duduknya dihadapan Elvan.
"Tunggu sebentar" Elvan segera memesan dua americano dan juga sebuah cemilan. Begitu ia mendapatkan pesanannya, ia langsung membawanya dan memberinya kepada si pria tua yang berada di hadapannya itu. "Sebelum kita memulai, ayo dimakan dulu".
"Terima kasih tuan" Senyumnya menerima dari tangan Elvan.
__ADS_1
"Mmmmm" Angguk Elvan tersenyum. "Bagaimana rasanya?".
"Enak".
"Kalau gitu bisa kita mulai?".
"Ya".
"Sebenarnya saya mengajak anda kemari ingin mencari tahu apa yang telah terjadi selama ini".
"Maksud tuan? saya tidak mengerti".
"Selama ini, sesuatu di luar dugaan telah terjadi. Itu sebabnya kalian menerima gaji seminim itu dan juga pembangunan yang sangat lamban".
"Maksud dari perkataan tuan, suatu di luar dugaan telah terjadi. Itu artinya telah terjadi korupsi besar" Tebak si pria tua tersebut.
"Mmmmm" Angguk Elvan. "Apa anda pernah melihat sesuatu yang mencurigakan, atau pernah kah kamu melihat atasan dari pusat terjun kelapangan selain manager yang bertanggung jawab?".
Si pria tua itu terdiam dan berhenti mengunyah makanannya sambil mengingat-ingat sesuatu yang pernah ia lihat sebelum Elvan datang kesana. "Sebenarnya".
Flashback.
Sore harinya saat hujan deras datang membuat ia memilih berdiam diri untuk sementara waktu didalam gedung sebelum hujan itu berhenti, sampai malam hari ia masih terjebak disana. "Apa yang akan aku lakukan? hujannya masih deras saja. Akankah putra ku datang menjemput ku?" Gumamnya masih menunggu.
Hingga hari semakin larut, hujan tersebut mulai berhenti setelah menunjukkan pukul 10 malam. "Akhirnya hujannya reda" Ia segera keluar dari dalam gedung. Namun saat ia melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan kantor proyek mereka membuat ia menghentikan langkahnya. "Mereka siapa? kenapa mereka datang kemari? ini kan sudah jam 10 malam".
Tetapi ia yang tidak perduli memutuskan untuk pergi begitu saja.
***********************
"Lalu, apa kamu masih mengingat wajah mereka?".
"Sebenarnya saya tidak melihat wajah mereka terlalu jelas, tapi mereka ada 4 orang".
"Hhmmsss.. Siapa mereka sebenarnya? dan mereka ada 4 orang. Wah, mereka benar-benar lintah darat. Berarti papa selama ini telah mengeluarkan dana secara cuma-cuma".
"Maaf tuan, bisakah saya memberi saran?".
"Mmmm.. Silahkan!".
"Sebenarnya tuan tidak akan bisa melawan mereka".
Elvan mengerutkan keningnya, "Kenapa?".
"Mereka orang jahat".
"Orang jahat?".
"Iya, jika tuan tidak ingin terluka. Berhenti mencari tahunya atau beritahu orang tua tuan untuk mencabut sahamnya. Maaf jika saya memberi saran seperti ini".
__ADS_1
"Tidak apa-apa, tapi menarik saham saat ini tidak mungkin. Saya tetap akan melanjutkan penyelidikan ini sampai mereka saya temukan" Geram Elvan mengepal kedua tangannya.