
Karna hari ini hari sabtu, Tania ingin mengahabisakan waktu dirumah keluarganya. Namun sebelumnya Tania telah memberitahu ibu mertuanya kalau ia akan menginap disana.
"Kak Jas, sepertinya aku berhasil membuat kue ya. Yeehh.." Senang Tania melihat hasil kuenya.
"Iya, kamu berhasil Nia" Senang Jasmin juga.
"Kalau gitu akau akan memasukkannya di dalam toples dan besok aku akan membawanya pulang".
"Kenapa Nia? kamu enggak akan pulang kerumah mertua kamu?".
"Tidak kak, malam ini aku akan disini. Lagian aku tadi sudah izin sama mama mertua aku hehehehe" Tawanya.
"Kamu enggak lagi ada masalah kan sama suami kamu".
"Hey.. Kak Jasmin kok berpikir seperti itu, tentu saja aku tidak ada masalah dengan yah, malahan hubungan kami semakin hari semakin akur".
"Baiklah, kakak akan mempercayainya. Kamu bisa ambil toplesnya di dalam lemari sana" Tunjuknya.
"Ok" Jalan Tania mengambil toples tersebut dan langsung mengisi kue yang ia buat sendiri kedalam toples. "Wah.. Ternyata ada 3 toples juga ya kak Jas".
"Mmmm.. Kakak juga enggak nyangka ada 3 toples juga" Senyum Jasmin.
"Terus yang itu kakak taruh dimana?".
"Toplesnya ada berapa lagi disitu tadi Nia?".
"Mmmmm.. Ada berapa lagi tadi yah?" Gumam Tania mencoba mengingat. "Heheheh.. Tadi aku tidak menghitung kak".
Jasmin menggeleng sambil tersenyum, "Biar kakak ambil saja, sepertinya masih ada sisi dua lagi kalau enggak salah".
"Iya kak, sisa dua lagi, Nia baru ingat".
Begitu Jasmin mengeluarkan ya dari sana, ia langsung mengisi kue kering itu kedalam toples dan menaruhnya di ruang keluarga.
"Kak, kok mama lama pulang? padahal ini sudah jam 5 sore, biasnya kan setiap hari sabtu mama selalu cepat pulang bahkan mama kerja cuman setengah hari" Tanyanya mengikuti Jasmin dari belakang.
"Ibu mungkin lagi sibuk Nia atau ada pekerjaan lain secara mendadak" Jawab Jasmin.
"Ooohhh.. Kasihan sekali mama" Sedihnya.
"Jadi sekarang kamu naik kamar saja siap itu mandi, tapi ingat.." Gantungnya melihat wajah Tania yang tiba-tiba tersenyum kearahnya.
"Siap kak Jasmin, aku tidak akan membrantakinya atau pun membuatnya kotor".
__ADS_1
"Benar yah?".
"Iya kak Jasmin, kalau gitu aku naik dulu yah" Perginya menaiki anak tangga.
Ceklek!!
"Wah.. Kamar ku" Senang Tania membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Mmmm.. Nyamannya" Kemudian Tania memikirkan Elvan yang sedang berada di rumah sakit. "Elvan pasti sudah bertemu dengan Yola wanita pujaan hatinya. Ck, apa Elvan sedang menggenggam tangannya atau Elvan sedang memeluknya?. Aaiiisss.. Memikirkannya saja membuat ku sangat marah, tapi apa dayaku yang hanya bisa mengumpat dari kejauhan saja" Bangkitnya menuju kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Tania langsung keluar dari dalam kamar mandi.
Ceklek!!.
"Astaga" Kaget Tania melihat Elvan yang berada di depan kamar mandi. "E-elvan" Lalu Tania melihat tubuhnya yang hanya dibaluti handuk putih saja. "OMG".
"Kenapa?" Tanya Elvan pura-pura tidak tau.
"E-elvan" Gugup Tania kembali.
"Mmmmm".
"Bisakah kamu membelakangi ku sebentar, aku sangat malu jika kamu melihat ku seperti ini".
Elvan tersenyum tipis lalu ia menarik tubuh Tania hingga jarak diantara mereka berdua sangat dekat, kemudian Elvan mengangkat salah satu tangannya dan menyentuh wajahnya dengan lembut sambil membisikan sesuatu yang membuat Tania sangat bahagia.
Setelah itu Elvan menatap manik mata Tania, secara perlahan Elvan mendekatkan wajahnya dan menutup kedua matanya. "Astaga.. Elvan mau ngapain? apa dia ingin mencium ku? Teriak Tania dalam hati.
"Kak Nia bangun" Teriak Kayla tepat di telinga Tania.
"Aarrkkhhhh" Teriak Tania langsung terbangun.
"Iikkhh.. Kak Nia tidur ajah tidur ajah terus".
"Heheheh" Tawanya melihat adik kesayangannya itu. Lalu Tania menghela nafas panjang, "Ternyata hanya mimpi, aku pikir kenyataan" Dengusnya.
"Emang kak Nia mimpi apa sih sampai memayungkan bibir segala?" Penasaran Kayla. "Jangan bilang kak Nia bermimpi di ciuman sama idola-idola kakak itu yah" Tunjuk Kayla kearah poster member EXO yang berada di dingding kamar Tania.
"Astaga.. Hahahha" Tawa Tania kembali. "Kalau mereka sih selalu di hati kakak terus Kay, mereka tidak akan pernah kakak lupakan meskipun kakak sudah menikah dan memiliki suami" Senyum Tania memperhatikan wajah mereka satu persatu.
"Ckckck" Geleng Kayla melihat kakak tercintanya itu. "Seandainya kak Elvan mengetahui kalau kakak memuja-muja pria lain, kak Elvan pasti akan marah".
"Marah? hey.. Tidak mungkin Kay, Elvan sendiri sedang bersenang-senang dengan wanita lain" Jawab Tania dalam hati.
"Sana mandi kak, Kayla keluar dulu, oohh iya mama ada di lantai bawah bersama dengan tamu yang tidak Kay kenali kak" Ucapnya memberitahu Tania.
__ADS_1
"Iya" Angguk Tania. Lalu ia menyentuh bibirnya, "Sebelumnya Elvan sudah pernah mencium ku, tapi saat itu aku tidak bisa merasakan ciuman Elvan hanya karna pria bajingan itu, bahkan dia berani menyentuh.. Aarrkkhhhh" Kesal Tania meremas sprei tempat tidurnya.
Selesai Tania membersihkan tubuhnya, ia segera keluar dari dalam kamar dengan pakaian santainya menuju ruang keluarga dimana saat ini ia melihat Elvina sedang mengobrol bersama dengan seorang tamu.
Tidak ingin menggangu sang mama, Tania berjalan kearah ruang keluarga. Disana ia menikmati cemilan yang ia buat tadi bersama dengan jasmin sambil menonton televisi.
Begitu juga dengan Kayla yang baru turun, "Kak Nia lagi makan apa?" Tanyanya mendudukan diri disamping Tania.
"Kue kering, inih tadi kakak dan kak Jasmin yang membuatnya".
"Enak enggak?" Tanya Kayla kembali mengambilnya dari dalam toples yang berada di atas tangan Tania.
"Tentu saja enak, siapa dulu dong yang membuat ya" Jawab Tania dengan bangganya.
"Mmmm" Gumam Kayla memakannya.
"Bagaimana? enak bukan?".
"Lumayan" Angguk Kayla.
"Hey.. Bilang enak sekali kenapa sih, kamu membuat mood kakak berkurang saja Kay".
"Hahahaha" Tawa Kayla mengejek sang kakak. "Kak Nia, aku mau nonton kartun dong, jangan nonton sinetron terus".
"Lagian aku juga tidak sedang menonton, kamu ganti saja nih" Berinya ditangan Kayla.
"Thank you" Terima Kayla mengganti chanel tv ya.
Tidak lama kemudian tamu Elvina telah pulang, lalu ia menghampiri kedua putrinya yang sedang menonton di ruang keluarga sambil tertawa bersama. "Wah.. Kedua putri mama terlihat sangat senang sekali".
"Hahahaha iya ma, kita lagi menonton tom jerry" Jawab Tania. "Sini mah duduk" Ajak Tania memberi Elvina tempat duduk hingga membuat dirinya berada di tengah-tengah. "Tamu mama sudah pulang?".
"Sudah sayang, terus kalian berdua sedang makam apa itu?".
"Ini ma, kue kering yang tadi Nia dan kak Jasmin buat, enak loh ma, mama coba deh" Jawab Tania memasukan kuenya di dalam mulut Elvina. "Enak kan ma" Senyum Tania.
"Iya enak, ternyata putri mama sudah mulai bisa memasak yah" Senangnya.
"Iya dong ma heheheh".
"Bohong, Kayla jamin kak Nia pasti cuman hanya jadi penonton saja, iyakan? ayok ngaku kak Nia".
"Kalau kamu enggak percaya kamu tanya sendiri sanah sama kak Jasmin".
__ADS_1
"Sudah, mama percaya kok Kay kalau kakak kamu sendiri yang buat berkat bantu Jasmin".
"Mmmm.. Mama memang yang terbaik" Senang Tania mencium pipi Elvina.