SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 33


__ADS_3

Hingga kini telah menunjukkan pukul 21. 35 menit Tania masih setiap menunggu kepulangan Elvan meskipun sedari tadi Elvan sudah memaksanya pulang duluan. "Hhooaammm.. Aku ngantuk lagi" Uap Tania menutup mulutnya dengan tangan kanannya.


"Hallo nona cantik, bisakah aku duduk disini?".


"Hhhmmm?" Kaget Tania melihat pria tampan yang ada di hadapannya itu.


"Bisakah?" Tanya ya kembali.


"Haahhh.. hahahaha.. Iya, silahkan" Angguk Tania sambil tertawa kecil dan tampa ia sadari sepasang bola mata sedang menatap tajam kearahnya. "Oohh iya, kenapa kamu memilih duduk disini sedangkan dilain tempat masih banyak kursi kosong?".


"Tidak tau, aku juga bingung".


"Masa bingung? kamu ada-ada saja deh" Senyum Tania sangat manis.


"Jangan tersenyum".


"Hhhmmm?".


"Jangan tersenyum, senyuman kamu sangat manis".


"Yah.." Malu Tania memalingkan wajahnya.


"Kenapa? aku mengatakan yang sebenarnya?".


"Apa kamu sedang menggoda ku? tidak usah menggoda ku aku sudah ada yang punya".


"Aku tidak sedang bertanya kamu sudah ada yang punya atau tidak, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat kalau kamu itu sangat manis saat tersenyum. Jadi jangan tersenyum kalau kamu tidak mau aku tertarik kepada mu".


"Baiklah" Angguk Tania.


"Siapa nama mu?".


"Hhmmm?".


"Nama mu siapa? sepertinya kamu tipikal orang yang suka terkejut".


"Hahahah.. Tidak, nama ku Tania, kamu bisa memanggil ku Nia".


"Tania?".


"Mmmmm.. Lalu bagaimana dengan mu".


"Kenapa dengan ku Nia?".


"Nama mu siapa?".


"Varrel, terserah kamu mau menyebutnya seperti apa asalkan kamu nyaman" Senyum Varrel dengan manis.


"Terus kenapa kamu tersenyum?. Senyuman kamu juga manis seperti.." Gantung Tania begitu ia mendapatkan tatapan tajam dari Elvan. "Astaga, Elvan sangat menyeramkan sekali saat dia melihat ku seperti ini" Batin Tania.


"Shhuueettttt.. Kenapa kamu melamun?" Tanya Varrel menyadarkan Tania.

__ADS_1


"Aahhh.. Tidak" Jawab Tania.


"Ada apa? kenapa kamu melihat kebelakang ku?".


"Hahahah.. Tidak-tidak" Jawab Tania kembali meskipun mata ya saat ini sedang tertuju kepada Elvan yang sedang melayani pelanggan. "Bagaimana ini, sepertinya Elvan sedang marah? haruskan aku mengusir Varrel dari sini?" Kemudian Tania menatap Varrel.


"Hhhmmm?".


"Maaf Varrel, bisakah kamu pergi dari sinih?".


"Maksud kamu?".


"Sebenarnya aku.. sebenarnya aku sudah menikah Varrel" Jawab Tania dengan mantap.


Varrel tersenyum, "Lalu?".


"OMG" Gumam Tania mendengar jawaban Varrel. "Se-sebaiknya kamu pergi dari sini Varrel karna suami ku sedang melihat kearah kita berdua".


"Suami mu ada disini?".


"Mmmm.. Dia bekerja disini".


"Oohh.. Jadi kamu sedang menunggu ya?".


"Iya, maaf ya jika aku kasar".


"Tidak apa-apa santai saja. Aku akan pergi dari sini" Bangkitnya dari atas kursinya. "Kalau kita jodoh kita akan bertemu kembali" Senyum Varrel mengedipkan sebelah matanya.


"Astaga" Kaget Tania membulatkan kedua matanya. "Aiiass.. Sorry yah, biarpun kamu tampan seperti oppa Kay tapi Elvan jauh lebih tampan di mata ku. Hehehhe" Tawa Tania sambil mencari-cari keberadaan Elvan yang sudah menghilang. "Elvan kemana yah? perasaan baru saja dia tadi disini dan sekarang sudah main menghilang saja".


Sambil menunggu, Tania menyempatkan diri membaca novelnya kembali yang sempat tertunda. "Permisi" Sapa salah satu pelayan disana.


"Iya" Lihat Tania.


"Elvan sudah menunggu di parkiran mbak".


"Apa? aaiiss.. kenapa dia tidak memberi tahuku sih?. Terima kasih ya mbak" Keluar Tania dari dalam restoran tersebut menuju dimana saat ini Elvan sedang menunggunya di parkiran. "Kenapa kamu tidak memberitahu ku kalau kamu sudah disini?".


"Ayok naik" Ucap Elvan tampa ingin menjawab pertanyaan Tania.


"Kamu kenapa Elvan? apa kamu sedang marah kepada ku?".


"Kamu mau naik atau tidak?".


"Aku tidak akan naik kalau kamu tidak menjawab pertanyaan aku".


Elvan menghela nafas panjang sambil melihat Tania yang tidak mau naik keatas motornya, "Lalu kenapa kalau aku marah?".


"Apa? ja-jadi kamu benar-benar marah Elvan? tadi itu kami hanya mengobrol biasa saja dan tidak lebih dari itu Elvan".


"Sudahlah aku sangat lelah, cepat naik".

__ADS_1


Dengan perasaan sangat bersalah Tania menaiki sepeda motor Elvan dan memeluknya dari belakang. "Oohh Tuhan, aku pikir Elvan akan membawa motornya dengan ngebut, ternyata aku salah. Elvan tetap saja membawa motornya seperti biasanya" Batin Tania masih memeluknya dari belakang.


Setibanya mereka di mension, Elvan langsung menyuruh Tania turun dari atas motornya. Tampa banyak membatah Tania turun dari atas motornya. "Elvan".


"Naiklah duluan" Potong ya segera memarkirkan sepeda motornya.


.


Didalam kamar Tania telah selesai membersihkan tubuhnya, tetapi Elvan belum juga memasuki kamar mereka. Ia tidak tau dimana keberadaan Elvan saat ini, dengan khawatir Tania keluar dari dalam kamar menuju parkiran dimana seperti biasanya Elvan memarkirkan sepeda motornya.


"Pak, Elvan kemana?" Tanya Tania kepada salah satu petugas keamanan disana.


"Tuan Elvan keluar nona".


"Keluar? tapi motornya disini pak".


"Iya nona, tadi tuan muda bawa mobil".


"Bapak tau enggak Elvan pergi kemana?".


"Tidak tau nona, begitu tuan muda memarkirkan sepeda motornya, tuan muda langsung pergi begitu saja".


"Oohh begitu ya pak, terima kasih yah".


"Sama-sama nona" Angguknya.


Lalu Tania mencoba menghubungi nomor Elvan. "Nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan".


"Ck, sepertinya Elvan sangat marah besar, tapi dia kemana lagi malam-malam seperti ini? harusnya kalau dia marah.. Dia marah saja, dan tidak usah membuat ku khawatir seperti ini. Ayolah Elvan kamu pergi kemana sih?".


Sedangkan Elvan dan kedua sahabatnya saat ini sedang berada di sebuah club mewah dan seperti biasanya mereka akan bersenang-senang disana sampai pagi.


"Elvan.. Kenapa akhir-akhir ini kamu sangat susah sekali di ajak?" Tanya Jerry.


"Aku sibuk, kamu tau sendiri kalau aku kerja".


"Jadi mau sampai kapan kamu akan bekerja seperti ini Elvan?".


"Sampai aku bosan" Jawab Elvan meminum alkoholnya kembali dan jangan lupakan sebatang rokok yang berada di tangan kanan Elvan.


"Sudah.. Kita tidak usah membahas itu disini bro, kita kemari hanya untuk bersenang-senang saja" Ucap Rizal menghentikan Elvan dan juga Jerry. "Lihatlah, sepertinya kita kedatangan wanita cantik Jerry" Tawa Rizal melihat wanita cantik yang baru masuk itu.


"Boleh juga" Angguk Jerry menuruni kursinya.


"Ayok".


Sedangkan Elvan tersenyum senang melihat kedua sahabatnya itu yang sedang menggoda wanita-wanita cantik. Kemudian Elvan menikmati alkoholnya kembali sampai habis, "Berikan saya 1 gelas lagi" Mintanya kepada si bartender.


"Untuk saya juga".


"Baik nona" Angguknya.

__ADS_1


Lalu Elvan menghisap rokoknya lagi, "Wah.. Kamu sangat tampan sekali" Kagum wanita cantik yang berada di samping Elvan.


Elvan tersenyum tipis dan menghisapnya rokoknya kembali.


__ADS_2