SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 54


__ADS_3

Sepulangnya Elvan dari lapangan, ia langsung kembali ke kantor pusat. Sambil berpikir keras, Elvan tak henti-hentinya memikirkan siapa dalang dari ini semua, yang pastinya ide ini berasal dari kalangan mereka.


Tok.. Tok..


"Masuk" Jawab Elvan melihat kearah pintu.


Ceklek!.


"Elvan" Senyum Jessi dari ambang pintu.


"Aahhh.. Maaf, ada perlu apa?" Tanyanya dengan sopan.


"Tidak, apa kamu sudah makan siang?".


Elvan tersadar akan dirinya yang belum makan siang. "Sepertinya belum. Aku juga belum makan siang, kamu mau makan siang bareng dengan ku Elvan?".


"Lain kali saja, pekerjaan ku sangat banyak".


"Ayolah.. Selama kamu berada disini kamu harus menjaga kesehatan juga, jangan buat orang tersayang kamu khawatir" Ajak Jessi kembali.


"Baiklah" Akhirnya Elvan mengalah.


"Ayo" Senang Jessi.


Didalam kantin, Elvan dan Jessi sedang menikmati makanan mereka masing-masing tampa ada percakapan diantara Elvan dan Jessi. Hingga di dalam kantin beberapa pandangan mata wanita tertuju kepada Elvan yang terlihat sangat tampan dengan rambut hitam, hidung mancung, bibir seksi dan mata hitam seperti seorang pangeran.


"Elvan" Panggil Jessi.


"Mmmmm?" Lihat kepada Jessi yang berada di hadapannya.


"Apa kamu sudah memiliki kekasih?".


Elvan mengerutkan keningnya.


"Aku menyukai mu!" Senyum Jessi dengan manis.


"Maaf, aku sudah menikah".


Deng..


Seketika senyum manis Jessi langsung memudar. "Apa? menikah?".


"Mmmmm".


"Aku tidak percaya, kamu pasti sedang membohongi ku. Iyakan..? kamu pasti sedang membohongi ku?".


"Terserah kamu saja kalau tidak percaya. Aku sudah selesai" Bangkitnya dari atas kursi.


"Tunggu aku Elvan" Kejarnya mengikuti langkah Elvan dari belakang. "Kalau benar kamu sudah menikah, tunjukkan pada ku cincin pernikahan mu. Tidak ada kan? kamu pasti sedang bercanda".


Tampa ingin menanggapi perkataan Jessi, ia segera meninggalkannya disana yang masih mengomel-ngomel sendiri tak jelas. "Aiisss.. Dia malah pergi meninggalkan ku. Ck, apa benar dia sudah menikah? masa iya sudah menikah? tapi dari wajahnya di mengatakan dengan serius. Aarrhhh.." Kesal Jessi meninggalkan kantin itu juga.


Sedangkan Elvan yang telah berada di ruangannya, ia kembali fokus bekerja hingga ponselnya bergetar.


DDDRRRRTTTT.. DDDRRRTTTT..


Seketika senyum manis langsung terbit diwajahnya Elvan. "Kenapa kamu belum tidur Nia?".


"Elvan hiks.. hiks.." Tangis Tania dari sebrang telpon sana.


"Ada apa Nia? kenapa kamu menangis?" Tanya Elvan dengan wajah khawatir.


"Hiks.. hiks.. Aku tidak bisa tidur Elvan, aku mau makan nasi goreng. Tapi nasi gorengnya harus buatan kamu hiks.. hiks..".


"Tania.." Panggilnya dengan lembut.


"Mmmmm? hiks".


"Haruskah aku kesana membuatkan nasi goreng untuk mu?".


"Hhhmm?" Kaget Tania menghentikan tangisnya. "Benarkah kamu akan datang kemari?".


"Mmmmm.. Demi kamu".


Tania berpikir, ia tidak mungkin menyuruh Elvan kembali pulang hanya karna ia ingin memakan nasi goreng buatan Elvan. Lalu ia menggeleng, "Kamu tidak usah pulang, sebaiknya aku tidur kembali. Dah...".


"Nia tunggu" Tahan Elvan.


"Mmmm?".

__ADS_1


"Aku tau kamu tidak akan bisa tidur, kamu mau mendengar ku bernyanyi?".


"Benarkah?" Senyum Tania dengan mata berbinar.


"Iya, kamu mau lagu apa?".


"Terserah kamu saja".


"Baiklah" Elvan segera menyanyikan sebuah lagu untuk Tania.


Bidadari tak bersayap datang padaku


Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu


Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu


Sungguh tenang kurasa saat bersamamu


Sederhana namun indah kau mencintaiku


Sederhana namun indah kau mencintaiku


Sampai habis umurku


Sampai habis usia


Maukah dirimu jadi teman hidupku?


Kaulah satu di hati


Kau yang teristimewa


Diam-diam aku memandangi wajahnya


Tuhan, ku sayang sekali wanita ini


Tuhan, ku sayang sekali wanita ini..


Sampai habis nyawaku


Sampai habis usia


Maukah dirimu jadi teman hidupku?


Kaulah satu di hati


Kau yang teristimewa


Katakan "Yes I do"


Jadi teman hidupku


Du du-du-du-du


Du du-du-du-du du-du-du


Ho—o ...


Sampai habis umurku


Sampai habis usia


Maukah dirimu jadi teman hidupku?


Kaulah satu di hati


Kau yang teristimewa


Katakan "Yes I do"


Jadi teman hidupku


Katakan "Yes I do"


Hiduplah denganku


Jadi teman hidupku


Hingga kini Tania telah tertidur sebelum Elvan menyudahi lagunya. "Maafkan aku Nia" Lalu Elvan mematikan ponselnya.

__ADS_1


.


Pagi harinya Tania telah terbangun dari tidurnya, "Hhooaamm.. Aakkhh, tubuhku pegal semua" Kemudian Tania teringat akan ia yang menelpon Elvan tengah malam.


DDDRRRTTTT.. DDDRRRRTTTT..


"Elvan" Tania langsung mengangkatnya.


"Pagi Nia" Ucap Elvan yang terlihat lelah.


"Pagi, kamu baru pulang?".


"Mmmmm.. Bagaimana dengan tidur?".


"Berkat kamu, tidur ku sangat nyaman. Terima kasih Elvan".


"Syukurlah.. Mandilah, jangan lupa sampaikan salam ku kepada papa Alvis dan mama Elvina".


"Iya, selamat tidur Elvan" Elvan tersenyum sebelum Tania menyudahi sambung telponnya. "Dengan wajah letih seperti itu saja kamu tetap terlihat sangat tampan Elvan" Gumam Tania mematikan ponselnya.


"Aahh iya, Yola kan di amerika. Apa mereka pernah bertemu disana?. Astaga, kenapa aku tidak kepikiran kesana" Sedih Tania memasuki kamar mandi.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Tania, ia segera berangkat magang tampa ingin sarapan terlebih dahulu. "Tania" Panggil Amira.


"Maaf ma, Nia sarapan di kantor ajah yah".


"Kenapa sayang?".


"Nia hampir terlambat ma".


"Kalau gitu kamu bawa bekal dari rumah saja sayang. Kamu tunggu sebentar, mama akan membuatnya".


"Iya ma" Angguk Tania menunggu.


Begitu Amira selesai membuatnya, ia langsung memberinya ditangan Tania. "Ini sayang, sampai dikantor kamu langsung memakannya yah".


"Terima kasih ma" Senyum Tania.


"Iya sayang, mama tadi sudah membuatkan susu mu disitu juga".


"Nia berangkat ya ma".


"Hati-hati".


"Dah.. Ma" Lambai Tania yang sudah menjauh.


.


Setibanya Tania dikantor, ia telah melihat karyawan lainnya berada di meja mereka masing-masing. "Aku terlambat" Gumam Tania berjalan ke mejanya.


"Pagi Nia" Sapa Sani tersenyum.


"Pagi Sani, kamu sudah lama datang yah?".


"Tidak juga, kita semua baru mulai. Itu apa?".


"Bekal dari rumah, tadi aku enggak sempat sarapan".


"Mmmm.. Ayo dimakan".


"Iya, kamu mau Sani?".


"Enggak aahh.. Makanan ibu hamil mana enak".


"Kok gitu?".


"Mmmmm.. Aku tidak suka".


"Kamu ada-ada saja, dirumah aku itu tidak ada bedanya makanan ibu hamil. Semuanya sama saja. Kamu yakin tidak mau? sepertinya ibu mertua ku membuatnya sangat banyak".


"Emang itu apa Nia?".


"Biasa sandwich" Jawab Tania membuka bekalnya. "Benarkan, inih.." Berinya kepada Sani.


"Thank you Nia. Mmmmm, kok sandwich ya bisa seenak ini Nia?".


"Masa iya? menurut aku biasa saja sih".


"Sepertinya lidah orang kaya dan lidah orang miskin berbeda Nia".

__ADS_1


"Kamu ada-ada saja Sani, apa bedanya? semua sama kok".


Selesai Tania menikmati sarapannya, baru ia kembali fokus bekerja dan juga Sani.


__ADS_2