
Kemudian Tania memperhatikan jam yang berada di dalam kamarnya, "Ini sudah lebih dari 20 menit, tapi kenapa Elvan tidak bangun-bangun juga? tapi ya sudahlah, sebaiknya aku membiarkan dia tidur" Dengan pelan Tania menuruni tempat tidurnya dan segera memasuki kamar mandi.
Selesai Tania membersihkan tubuhnya, ia langsung keluar dari dalam kamar mandi. "Elvan masih tidur".
Hingga kini Tania sedang berada di dapur, dengan senyum mengembang diwajahnya ia membantu Jasmin dan juga yang lainnya untuk menyediakan sarapan pagi untuk mereka.
"Apa dengan mu Nia? tidak seperti biasanya kamu seperti ini?" Tanya Jasmin sedikit penasaran.
"Tidak, aku hanya merasa bahagia saja hari ini kak".
"Kamu yakin cuman bahagia seperti itu saja?".
"Mmmmm.. Emang kenapa kak Jas? ada yang salah?".
"Tidak" Geleng Jasmin.
"Oohh iya kak, mama sama papa udah bangun belum?".
"Sudah, ibu sama bapak ada di taman belakang bersama dengan nona Kayla".
"Oohh" Angguk Tania.
"Kamu enggak kesana? nanti kakak akan membuatkan segelas susu untuk mu".
"Tidak kak, Nia mau membantu kak Jasmin saja menyiapkan sarapan disini".
Jasmin tersenyum sambil menggeleng.
Hampir satu jam lamanya Tania membantu Jasmin dan pelayan lainnya, kini mereka telah selesai. "Wah.. Akhirnya selesai juga kak" Senang Tania bertepuk tangan. "Ternyata kalau Nia sering-sering membantu kak Jasmin, lama-lama Nia akan pintar memasak".
"Oohh.. Sekarang putri mama sama papa sudah mulai belajar memasak yah" Tawa Elvina dan Alvis dari belakang.
"Eekkhh.. Mama papa" Senyum Tania dengan malu.
"Kenapa sayang?".
"Tidak ma, Nia hanya merasa senang saja".
"Oohh.. Terus Nak Elvan mana sayang? apa dia sudah bangus" Tanya Alvis.
"Belum pa, Nia bangunin Elvan dulu yah" Perginya meninggalkan mereka saat ia melihat Jasmin sedang tersenyum kearahnya.
Tok.. Tok..
Ceklek!!
"Elvan" Panggilnya. Namun Tania tidak melihat Elvan lagi berada diatas tempat tidur, "Apa dia sedang berada di dalam kamar mandi?".
Sambil menunggu Elvan keluar dari sana, Tania menyempatkan dirinya membaca pesan masuk dari kedua sahabatnya.
Elma.
"Nia, aku dan Filia sedang perjalan menuju rumah mu, tapi aku bawa mobil sendiri".
Filia.
__ADS_1
"Nia, sebentar lagi aku tiba di rumah mu, kamu mau mau nitip apa? saat ini aku sedang berada di super market".
Membaca pesan masuk dari kedua sahabatnya, "Ooohhh No, bagaimana ini? bagaimana kalau Elma dan Filia melihat Elvan berada disini? dan bingkai foto.." Gantung Tania begitu ia melihat Elvan yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Ada apa?" Tanya Elvan melihat mata membulat Tania.
"Hhmmm?".
"Ada apa? kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Hahahaha.. Tidak" Jawabnya. Lalu Tania memikirkan kedua sahabatnya itu kembali, "Elvan" Panggil Tania.
"Mmmmmm?".
Sambil menghela nafas, Tania memberanikan diri untuk memberitahu kedatangan kedua sahabatnya itu, "Begini Elvan, Elma dan Filia sedang perjalanan kemari" Jawab Tania menundukkan kepalanya.
"Terus?".
"Hhmmm? Kok terus Elvan?".
"Terus kenapa kalau mereka datang kemari? ada yang salah?".
"Enggak sih, tapi kamu sendiri yang bilang kemarin kalau pernikahan ini harus disembunyikan dari mereka".
"Dan sekarang mereka telah beda kampus dengan kita, jadi apa salahnya kalau mereka tau sendiri".
"Benarkah Elvan?" Tanya Tania dengan mata berbinar-binar.
"Mmmmmm".
"Kamu apa?" Tahan Elvan.
"Aahh iya aku lupa, maaf".
"Maaf untuk apa?".
"Maaf untuk apa yah?" Bingung Tania memikirkan jawabannya.
Elvan menggeleng sambil tersenyum tipis, kemudian ia meninggalkan Tania yang masih berpikir. "Selamat pagi semuanya" Sapa Elvan begitu ia menuruni anak tangga.
Sedangkan Elma dan Filia yang juga berada disana dibuat melongo dengan apa yang mereka lihat saat ini, "Tante, Elma enggak lagi berhalusinasi kan tan? Elma benar-benar sedang melihat Elvan".
"Iya, dia Elvan Elma" Jawab Elvina.
"OMG" Geleng Filia melihat Elvan. "Ini benar-benar. Astaga, sampai aku tidak bisa mengeluarkan kata-kata lagi".
Elvan tersenyum dan menyuruh kedua sahabat Tania duduk, "Nia mana Elvan?" Tanya Elvina.
"Paling sebentar lagi Tania turun ma" Jawab Elvan.
"Tunggu, ma? mama?" Lebih kejut Elma dan Filia lagi melihat mereka satu persatu. Hingga Tania telah tiba disana.
"Elma, Lia, kalian udah lama nyampe apa belum?" Tanyanya bergabung disana.
"Mmmm.. Kami baru tiba Nia".
__ADS_1
"Oohh.. Lalu kenapa dengan wajah kalian berdua? seperti sedang melihat setan saja".
"Hehehhehe" Tawa Elma dan Filia melihat Elvan, seperti sedang meminta penjelasan kepada Tania tentang keberadaan Elvan saat ini di rumah ya.
"Iya, nanti aku akan jelaskan. Sekarang kalian duduklah, kita sarapan dulu supaya bisa menghadapi semua kenyataan ini" Senyumnya melihat Elvan.
"Nia Nia" Tawa Elvina.
.
Dan sekarang Tania Elma dan Filia telah berada di taman belakang rumah Tania. Sambil tersenyum hangat ia melihat kedua sahabatnya itu. "Apa kalian sudah kenyang?".
"Mmmm.. Cepat ceritakan" Desak mereka.
"Hey, sabar dong. Kalian berdua kok enggak sabaran sekali sih? lalu mana cemilan yang kamu bawa Lia?".
"Tadi aku meletakkan di ruang keluarga".
"Ck, kok diletakkan disana sih Lia? Kayla pasti sudah mengambilnya".
"Iikkhh.. Enggak usah bercanda kenapa sih Nia? langsung saja ke intinya" Desak Elma lagi.
"Baiklah, aku akan menceritakan awal mulanya semua kepada kalian berdua. Sebenarnya aku dan Elvan sudah menikah".
"Apa?".
"Aaiihh.. Suaranya di pelanin dong, nanti Elvan mendengarnya".
"Kamu pikir cuman kami berdua yang terkejut mendengar kabar ini, semua mahasiswa dikampus kita juga akan melakukan hal yang sama Nia".
"Iya-iya, tapi kalian tidak usah sampai meninggikan suara lagi, kalau tidak aku tidak akan melanjutkannya".
"Ya sudah, kami akan diam sambil mendengar, sekarang ceritakan lagi".
"Nah, ceritanya seperti ini. Saat kedua orang tuannya Elvan merayakan ulang tahun pernikahan mereka, papa sama mama di undang kesana".
"Lalu kamu selama ini mengetahui kalau Elvan itu anak orang kaya?".
"Mmmm.. Dan saat itu juga aku mengetahuinya kalau Elvan itu anak dari Vicky Sandoro dan juga Amira".
"Oohh, terus".
"Nah, saat kedua orang tua Elvan mengetahui kalau aku putri dari rekan bisnisnya. Jadi papa Vicky mengajak papa makan siang bersama di sebuah restoran dan di sanalah papa Vicky meminta papa untuk menjodohkan Elvan dan aku".
"Wah.. Kamu benar-benar beruntung sekali Nia bisa mendapatkan seorang Elvan" Kagum Elma.
"Tapi tunggu, apa Elvan bisa menerima kamu sebagai istrinya Nia?".
Lalu Tania menghela nafas sambil menatap lurus, "Untuk saat ini Elvan belum bisa mencintai ku, tapi kalian berdua tenang saja, suatu saat nanti Elvan sendiri yang akan tergila-gila kepada ku".
"Hahahhaha" Tawa Elma.
"Kamu kok malah ketawa sih Elma?".
"Hahahaha.. Kamu yakin bisa membuat Elvan tergila-gila kepada mu Nia? kalau kamu mau hal itu terjadi, mulai dari sekarang kamu harus berubah Nia, jadilah istri idaman yang sebenarnya".
__ADS_1
"Emang istri idaman yang sebenarnya seperti apa Elma?".