SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 52


__ADS_3

"Ini nih.. Anak magang yang melaporkan kita entah ke siapa, wajar dong kita sebagai karyawan disini memberi mereka pekerjaan. Mereka pikir mendapatkan nilai itu gampang" Kesalnya melihat Tania.


"Apa itu benar?" Tanya si manager.


"Mmmm.. Sedikit. Tapi bukan berarti saya menjelekkan kalian, dianya saja yang terlalu emosian" Jawab Tania.


"Halah.. Jelas-jelas tadi saya mendengar mu mengadu dengan berkata seperti ini. Iya, mereka memberi ku dan Sani banyak pekerjaan, padahal kami disini kan hanya anak magang, bukan karyawan".


"Apa itu benar?".


"Iya benar".


Si manager menghela nafas melihat Tania dan Sani secara bergantian, "Baiklah, Saya akan memberitahu kalian berdua tentang peraturan anak magang di perusahaan ini. Jadi jika kami memperlakukan kalian berdua seperti ini, itu tanda ya kalian di gaji diperusahaan ini..


"Apa? digaji" Kaget Sani memotong perkataan si manager.


"Iya, makanya kalian berdua tidak ada bedanya dengan kami. Saya juga heran, bagaimana bisa kalian di terima magang di perusahaan ini, padahal kalian sama sekali tidak memiliki kualitas meskipun kalian itu mahasiswa dari kampus ternama" Gelengnya.


"Maaf pak, tolong maafkan kami. Mulai sekarang kami akan memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini" Tunduk Sani merasa menyesal.


"Ya sudah, ini peringatan untuk kalian berdua. Jika masih ada keluhan dari kalian, perusahaan terpaksa akan mengembalikan kalia..." Gantungnya melihat Alvis yang berada di belakang Tania dan Sani. "Tuan Alvis" Tunduk mereka.


"Ada apa ini?".


Mendengar suara itu, Tania langsung melihat ke arah Alvis yang berada di belakangnya. "Papa" Senyum Tania memeluknya.


Deng..


"Papa" Kaget mereka dengan mata membulat.


"Apa mereka memarahi mu?".


"Mmmm.. Mereka memarahi Tania pa, karna perempuan itu" Angguk Tania menunjuk kearah si karyawan yang mengadukannya.


"Tolong maafkan saya tuan, saya tidak tau kalau dia putri tuan Alvis" Ia berjongkok dihadapan Alvis dan juga Tania. "Tolong maafkan saya tuan, maafkan saya".


Tania tersenyum, kemudian ia melihat kearah Sani yang sedang tersenyum kaku kepadanya. "Lain kali jangan di ulangi" Ucap Alvis. "Jika ada di antara kalian memperlakukan putri ku seperti ini lagi, jangan salahkan saya akan mengeluarkan kalian dari perusahaan ini".


"Iya tuan, kami akan mengingatnya" Jawab mereka.


"Dan satu lagi, kurangi pekerjaan dia. Saya tidak mau terjadi apa-apa dengan calon cucu saya".


"Pa" Senyum Tania mencubit Alvis sedikit kuat. Namun mereka semua yang sudah mendengar perkataan Alvis, membuat mereka mengerti kalau Tania sedang mengandung. Berbeda halnya dengan Sani yang sama sekali tidak mengerti meskipun dalam hatinya ia sedang bertanya-tanya maksud dari perkataan Alvis sambil mengingat Tania yang menerima telpon.


Seperginya Alvis dari sana, mereka semua kembali duduk keatas kursi mereka masing-masing. "Nia" Panggil Sani.


"Mmmm?" Gumamnya melihat Sani.

__ADS_1


"Maksud dari perkataan orang tua kamu apa Nia? aku kurang mengerti".


"Aku juga tidak tau Sani. Papa tadi mungkin sedang bercanda".


"Tidak mungkin bercanda, jelas-jelas aku melihat kalau papa kamu berkata dengan serius dan aku juga melihat kamu mencubitnya beliau".


"Lupakan saja Sani, sebaiknya kita kembali fokus bekerja".


"Aku curiga".


"Curiga apa?".


"Jangan-jangan kamu sudah menikah Nia dan sekarang ini kamu sedang hamil" Ucap Sani mengatakan apa yang ada dalam otaknya.


"Hahahha.. Kok kamu berkata seperti itu Sani?" Tawanya.


"Ngaku kamu Nia. Tadi aja kamu bilang kalau lagi dapat teleponan dari orang spesial dalam hidup kamu. Ayo Nia jujur, tidak usah menutupinya dari aku".


"Baiklah Sani aku akan memberitahu mu yang sebenarnya. Iya aku sudah menikah, tapi kamu akan lebih terkejut lagi kalau aku memberitahu mu siapa suami ku yang sebenarnya".


"Jadi kamu benar-benar sudah menikah Nia?".


"Mmmmm".


"OMG.. Aku enggak nyangka kalau kamu sudah menikah selama ini. Lalu siapa suami mu? apa dia bekerja disini juga?".


"Dia tidak berkerja disini Sani. Saat ini dia sedang berada di Amerika".


"Iya".


"Bagaimana bisa kamu kuat Nia saat hamil seperti ini suami mu berada di luar negeri".


"Tidak apa-apa Sani, demi masa depan kami kelak. Lagian dia disana hanya 3 bulan saja".


"Tiga bulan?".


"Mmmmm".


"Sebenarnya siapa suami mu Nia? aku penasaran. Bisakah kamu menunjukkan foto pernikahan mu?".


"Boleh, tapi aku harap kamu tidak akan terkejut" Tania pun memberikan ponselnya. "Ini dia foto pernikahan aku dan suami ku" Tunjuknya.


"Mana?" Sani menerimanya dari tangan Tania. Dengan perlahan-lahan ia menatap layar ponsel Tania, dimana ia yang melihat sepasang pengantin, "Nia" Panggil Sani.


"Mmmm" Senyum Tania.


"Kenapa suami mu sangat mirip sekali dengan... Nia, jangan bilang".

__ADS_1


"Iya, dia Elvan suami ku".


"Apa?" Teriak Sani dengan mata membulat.


"Sshhuueettt.. Suara kamu Sani" Tegur Tania mendengar suara lantang Sani.


"Tidak-tidak, ini tidak mungkin Nia. Aku pasti sedang bermimpi, aku pasti sedang bermimpi aarrkkhhh..." Sedihnya menatap layar ponsel Tania kembali. "Jadi benar kamu dan Elvan sudah menikah Nia?".


"Mmmm".


"OMG.. Aku tidak bisa bayangkan kalau kamu dan Elvan benar-benar sudah menikah, apalagi kamu saat ini sedang mengandung buah cinta kalian berdua. Aahh Nia, aku membenci mu aku sangat membencimu, bisa-bisanya kamu membohongi ku".


"Maaf Sani, aku hanya saja tidak ingin mempublish pernikahan kami berdua".


"Kenapa? kamu enggak takut kalau Elvan di ambil sama wanita lain?".


"Itu enggak bakalan pernah terjadi Sani, Elvan itu orangnya. Pokoknya Elvan itu sangat cuek dan tidak perdulian, kamu lihat sendiri kalau dia berada di lingkungan kampus kita".


"Iya sih, tapi kamu beruntung sekali Nia bisa mendapatkan Elvan yang super tampan. Bdw, bagaimana bisa kamu menikah dengan Elvan? sedangkan kamu putri orang kaya dan Elvan..


"Kamu jangan menilai dia dari luar Sani, Keluarga Elvan jauh lebih kaya dari pada keluarga ku".


"Apa?".


"Mmmm.. Kamu tau perusahaan Sandoro Group?".


"Sandoro Group?".


"Iya, Sandoro group baru saja masuk ke dalam list perusahaan terbesar nomor 4 di negera kita. Dan juga ibu mertua ku seorang desainer nomor 3 setelah mama ku" Jawab Tania dengan bangganya.


"Wah.. Jadi Elvan benar-benar dari keluarga orang kaya?".


"Mmmmm.. Dan dia sebenarnya magang di luar negeri karna perusahaan Sandoro sedang melakukan pembangunan disana. Jadi papa mertua ku menyuruh Elvan yang mengurusnya selama 3 bulan".


"OMG.. OMG.. aku tidak bisa bayangkan. Jadi bagaimana bisa kamu menikah dengan Elvan?".


"Sebenarnya aku dan Elvan di jodohkan Sani hehehe".


"Apa?".


"Iya, sama halnya aku dengan kamu yang dulunya sangat menggilai Elvan. Hingga pada akhirnya kami menikah".


"Terus Elvan mau gitu menikah dengan mu?".


"Tentu saja dia mau, aku kan cantik".


"Puji diri".

__ADS_1


"Jadi kamu tidak mengakui kalau aku ini cantik?".


"Cantik dari hongkong" Tawa Sani.


__ADS_2