
Selesai mata kuliah mereka, sang dosen yang mengajar dikelas itu segera keluar dari sana bersama dengan Elvan. Kemudian Gavin menghampiri meja Tania kembali dan mendudukan diri dihadapannya.
"Ck.. Kamu mau apa lagi sih?" Kesalnya melihat Gavin.
Gavin tersenyum mengejeknya, "Dimata ku kamu sangat cantik, tapi kamu selalu membuat darah ku naik".
"Terus?".
"Kamu selalu membuat ku marah, kamu selalu menggangu singa yang lagi tidur".
"Perasaan singa tersebut yang selalu mengganggu ku, tapi ya sudahlah kalau dia belum merasa sampai sekarang ini, bay" Perginya meninggalkan Gavin.
Namun dengan jahatnya Gavin menyandung kedua kaki Tania yang mengakibatkan ia terjatuh keatas lantai. "Aaakkhhhh" Rengeknya.
"Hahahhahaha" Tawa teman-teman satu kelasnya. Begitu juga dengan Gavin yang ikut menertawainya. "Bagaimana rasanya? apa kamu merasa malu atau sakit?" Tanyanya berjongkok dihadapan Tania.
"Dasar psikopat" Bangkitnya dari atas lantai.
"Psikopat?".
"Iya.. Kenapa? marah?, hahhhh.. memang benar kamu laki-laki psikopat" Perginya meninggalkan Gavin kembali.
Tetapi Gavin yang tidak terima dengan hinaan Tania, ia segera menarik tubuhnya dan melemparnya di balik tembok. "Aaahhhhh" Rengek Tania kembali.
"Coba ulangi lagi perkataan mu tadi".
"Psiko..
PPPLLAAKK..
Satu tamparan mendarat diwajah mulusnya Tania. "Apa kamu baru saja menampar ku?" Tanya Tania dengan mata berkaca-kaca.
"Iya, itu pelajaran bagi siapa yang telah berani melawan ku. Kamu pikir karna kamu seorang wanita aku tidak akan melakukan sesuatu hal yang menyakiti mu? Haaahhh.. kamu salah menilai ku seperti itu".
Dan tampa Gavin sadari, Elvan telah berada di ambang pintu setelah ia pulang dari ruangan dosen. "Apa yang kamu lakukan padanya?" Suara itu berhasil membuat teman satu kelasnya terdiam seketika.
Deng..
"Aaiiisss.. Siapa lagi yang mengganggu ketenangan ku" Kesal Gavin melepaskan Tania lalu ia melihat kearah sumber suara. Gavin tersenyum mengejek kembali, "Ternyata kamu anak kampungan, kenapa? apa kamu ingin membelanya? hahahaha.."
Kemudian Elvan melihat pipi kanan Tania yang bermerah, "Apa itu kerjaan mu? apa kamu telah menampar pipi ya?".
"Kalau iya kenapa?".
BBBUUNNGGGHHH..
"Wahh.." Teriak mereka semua dengan terkejut.
"Ck" Seringai Gavin membuang ludah ya dihadapan Elvan.
"Gavin.. Mulut kamu berdarah" Ujar salah satu sahabatnya.
Saat Elvan ingin memukul Gavin lagi, "Stop Elvan" Teriak Tania. "Aku mohon jangan memukulnya lagi Elvan aku mohon".
"Haaahhhhh" Seringai Gavin lagi melihat Tania dan Elvan. "Apa kalian ini pasangan? hhhmmm?" Tanyanya melihat Tania.
__ADS_1
"Apa hak mu ingin mengetahui hubungan kami berdua? lebih baik kamu ubah dulu etika kamu itu supaya orang lain bisa menghargai mu" Perginya meninggalkan mereka semua.
Sedangkan Elvan yang masih disana, ia menarik kerah baju Gavin cukup kuat sambil berkata, "Sekali lagi kamu melakukan hal itu, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu yang akan menyakiti mu" Bisiknya dengan tajam.
"Hahahhahah" Tawa Gavin seperti tidak terpengaruh sama sekali dengan ancaman Elvan.
"Terserah kamu saja kalau kamu tidak memikirkannya atau sebagainya, tapi ini peringatan untuk mu" Setelah itu Elvan meninggalkan mereka.
DDDRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT..
"Ada apa Jerry?" Jawabnya mengangkat ponselnya.
"Kamu dimana Elvan? aku dan Rizal sedang berada di depan kampus mu".
"Ada apa kalian berdua datang kemari?".
"Tentu saja menemui mu, cepatlah datang kemari kami berdua sangat merindukan mu".
"Mmmmmm" Elvan langsung mematikan ponselnya, dan segera menyusul kedua sahabatnya.
Begitu Elvan berada disana, Jerry dan Rizal langsung menghampirinya. "Hallo bro" Tawa Jerry memeluknya. "Aku sangat merindukan mu Elvan, bagaimana? apa yang kamu rasakan begitu kuliah disini?".
"Seperti disana juga".
"Apa wanita-wanita disini juga masih menggilai mu?".
"Tidak".
"Kenapa?".
"Karna aku tidak seperti yang mereka harapkan. Ayok, kalian mau makan apa? aku akan mentraktirnya".
"Oohh iya Elvan, aku dengar-dengar Tania juga pindah kampus ya? dan mereka berkata dia kuliah di sini bersama dengan mu".
"Iya".
"Berarti rumor itu benar?".
"Maksud mu?".
"Kamu tau sendirikan kalau dari dulu Tania sangat tergila-gila dengan mu, yah tentu saja gosip itu langsung menyebar. Tapi aku salut dengan perjuangan Tania untuk mendapatkan mu, dia sampai rela pindah kampus hahahhaha".
Begitu mereka tiba dikantin, Elvan segera memesan makanan yang sangat disukai oleh mereka bertiga. "Inih" Berinya.
"Thank you Elvan" Terima Jerry dan Rizal.
"Mmmmmm" Gumamnya mendudukan diri.
Kemudian Rizal melihat Elvan dan memberitahu sesuatu yang menimpa Fayola kemarin, "Elvan" Panggilnya.
"Ada apa Zal?".
"Kemarin Fayola kecelakaan".
"Apa?" Kejut Elvan menghentikan makannya.
__ADS_1
"Iya, kemarin aku ingin memberitahu mu tapi aku melupakannya".
"Iya Elvan, katanya suami Yola sedikit keras sampai membuat Fayola sedikit tertekan, tapi untung saja saat kecelakaan itu Yola tidak terlalu parah".
"Lalu dia dimana sekarang?".
"Dirumah sakit xx".
"Kalau gitu kalian habiskan makanan ya, aku pergi dulu".
"Eekkhh tunggu Elvan" Tahan Jerry. "Kita pergi bersama saja naik mobil Rizal".
"Mmmmm" Angguknya. Mereka bertiga pun segera menyusul Fayola yang sedang dirawat di rumah sakit. Sedangkan Tania yang berada di sudut kantin sedikit mendengarkan obrolan mereka bertiga.
"Segitu Khawatirnya kamu kepadanya Elvan? bagaimana jika aku di posisi dia, apa kamu akan melakukan hal yang sama?" Gumam Tania dengan mata berkaca-kaca. "Hati ku sakit Elvan, hati sangat sakit" Tangisnya tak sanggup menahan air matanya lagi.
.
Sepulang kuliah Tania tidak langsung pulang kekediaman Sandoro, ia memilih pulang kerumah keluarganya. "Kak Jasmin" Teriak Tania mencari kebelakang.
"Astaga.. Nona Tania" Kaget Jasmin melihat Tania.
"Apaan sih? biasa ajah kali lihatnya" Kesal Tania memeluknya.
"Ada apa dengan mu Nia? kenapa kamu tampak sedih sekali hari ini" Tanyanya mengusap punggung Tania.
"Ini semua gara-gara kak Jasmin".
"Kok gara-gara kakak sih?".
"Mmmmm.. Karna kak Jasmin sampai sekarang belum nikah-nikah juga" Jawab Anna tertawa kecil.
"Yah.." Kesalnya.
"Hahahaha.. Lagian apa lagi yang kak Jasmin tunggu? ingat umur loh kak yang sudah semakin tua".
"Nanti, kalau kakak sudah menemukan jodoh yang tepat kakak akan menikah".
"Terus saja seperti itu dari dulu. Lalu kak Jasmin lagi buat apa?".
"Ini, kakak lagi mencoba membuat kue kering untuk cemilan".
"Wah.. Ternyata sudah ada yang masak, boleh aku coba ya kak".
"Iya makanlah, dan beritahu kakak rasanya seperti apa dan gurihnya seperti apa".
"Baiklah aku akan menilainya" Tania segera memakannya dan sepertinya Tania sangat menyukainya. "Mmmm.. Ini sangat enak sekali kak, serius ini sangat enak sekali" Jempol Tania memuji kue Jasmin.
"Benarkah Nia" Senangnya.
"Iya kak enak sekali, Nia sangat suka. Boleh Nia minta lagi".
"Makanlah sampai kamu puas".
"Yeee.. Terima kasih kak Jasmin" Senang Tania mengambilnya lagi. "Mmmmm.. Resepnya ini apa ajah sih kak? boleh dong Nia kakak ajari".
__ADS_1
"Boleh.. Kemarilah kakak akan mengajari mu".
"Yes.. Dengan senang hati Nia akan mempelajarinya hehehhe".