SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 11


__ADS_3

Setibanya Elvan dikampus, seperti biasanya mata para kaum wanita selalu memuja ketampanan ya meskipun setiap hari Elvan menggunakan motor bututnya.


"Pagi Elvan" Sapa Jerry dan Rizal menghampirinya keparkiran.


"Mmmmm" Gumamnya.


"Kamu sudah tau belum?".


"Mmmmm" Gumam Elvan kembali.


"Lalu bagaimana dengan hubungan kalian?".


"Kamu sudah putus" Jawabnya melangkah duluan.


"Apa? jadi kalian berdua sudah putus?" Tanya Jerry terkejut.


"Mmmmm".


"Apa kamu akan membiarkan Yola menikahi pria lain? bukankah selama ini kamu sangat mencintainya".


"Aku tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikhlaskan ya dengan pria lain".


"OMG.. Aku harap kamu tidak akan menyesalinya Elvan" Kemudian Elvan menghentikan langkahnya menatap Jerry dan Rizal, setelah itu ia melanjutkan langkahnya kembali. "Haaahh" Desahnya melihat punggung Elvan yang sudah menjauh.


Saat berjalan di koridor kelasnya, Tania dan Elvan memang sudah menjadi kebiasaan bertemu disana. "Pagi" Sapa Tania meskipun sedikit ragu untuk menyapa ya. Tetapi bukan ya dibalas, Elvan malah pergi begitu saja tampa memperdulikannya, bahkan ia tak menganggap Tania berada disana.


"Hhmmm.. Lagi-lagi dicueki" Gumam Tania melihat kebelakang ya. Setelah itu ia memasuki kelasnya. "Pagi semua ya" Teriaknya diambang pintu dengan senyum mengembang diwajahnya. "Hhmmm.. Ada apa ini? kenapa kalian semua pada tegang gitu sih?" Herannya sambil berjalan kearah kursinya. "El, Lia ada apa? kok wajah kalian pada masam semua?".


"Nia, Coba deh kamu lihat kebelakang kursi paling sudut" Ujar Elma dari belakang ya.


"Emang kenapa kursi paling sudut belakang?" Gumamnya langsung melihat kebelakang. "Enggak ada apa-apa E-l-ma" Kaget ya dengan mata membulat. "Mampus, kok aku enggak melihatnya sih tadi" Baliknya kembali melihat ke depan.


Si dosen tersebut segera menghampiri Tania, "Keluar" Ucapnya dengan tegas.


"Buk".


"Keluar" Bentak ya dengan suara lantang.


"Iya buk iya buk, ini saya keluar" Perginya meninggalkan kelasnya.


"Berani-berani ya dia bermain dengan saya" Geramnya melihat Tania yang sudah berada di ambang pintu.


Kemudian Tania mendatangi ruangan dosen.


Tok.. Tok..


"Masuk" Jawab dosen yang ada disana.


Ceklek!!


"Hhmmm.. Elvan kok bisa berada disini yah?"Batinnya. "Pagi pak" Sapa Tania dengan sopan.


"Pagi, ada apa?".


"Maaf pa saya mengganggu waktunya, dosen manajemen yang membawakan mata kuliah hukum bisnis siapa saja ya pak?".

__ADS_1


"Kamu dari semester berapa?".


"Semester 5 pak".


"Manajemen apa kamu?".


"Manajemen E pak".


"Ada masalah apa kamu dengan buk Refi?" Tanya ya kembali melihat Tania.


"Hehehe.. Itu pak" Bingungnya mau mengatakan yang sebenarnya. "Enggak mungkin aku mengatakan karna aku bandel, abis deh aku" Batinnya melihat kearah Elvan yang sedang mengcopy.


"Kamu sedang melihat kemana? saya disini sedang bicara, mata mu entah kemana. Apa kamu masih punya sopan santun?" Bentaknya kesal.


"Maaf pak maaf" Tunduk ya sangat malu. "Astaga, dosen disini pada aneh-aneh semua, enggak capek apa marah-marah gitu terus".


"Apa kamu sedang memperhatikannya?" Tanya ya melihat Elvan.


"Tidak pak, saya tidak memperhatikannya".


"Lain kali jangan di ulangi lagi, kalau dosen sedang bicara harusnya kamu mendengarnya bukan lihat sana sini, mengerti?".


"Iya pak".


"Jangan bilang kamu dikeluarkan buk Reni gara-gara kaya gini juga" Geleng ya.


"Bapak kok tau sih" Sambung Tania dalam hati.


"Besok saya akan membawakan mata kuliah hukum bisnis di manajemen B jam segini juga".


"Baik pak, terima kasih banyak terima kasih" Senyumnya.


"Baik pak, kalau gitu saya permisi dulu" Perginya dari sana. Begitu juga dengan Elvan yang telah selesai dengan fotocopy an ya.


"Haahhh.. Itu dosen buat malu orang saja, mana di depan Elvan lagi!!" Gerutunya dengan kesal tampa menyadari Elvan dari belakangnya. Namun Elvan terlihat biasa saja dan semakin mempercepat langkahnya sampai melewati Tania yang berjalan santai. "OMG.. Elvan? berarti Elvan mendengar ya? Aarrkkhhh.. Tolong maafkan calon istri mu ini Elvan hiks.. hiks.."


Sambil menunggu pergantian les Tania sedang duduk santai di kantin yang berada di sudut ruangan, "Kenapa malam hari sangat lama sekali yah" Gumam Tania melihat jam ponselnya.


"Emang kenapa kalau malam hari".


"Aiiss.. Siapa sih yang ngagetin aku?" Bentak ya sangat kesal melihat kebelakangnya.


"Hallo Nia.." Senyumnya.


"Deska.. Sedang apa kamu disini?".


"Menemani mu" Duduknya dihadapan Tania.


"Emang kamu enggak belajar?".


"Aku tadi permisi saat melihat mu lewat dari depan kelas, lalu bagaimana dengan mu? kenapa kamu tidak belajar dan malah berada dikantin".


"Aku dikeluarin sama dosen killer benget itu" Jawabnya.


"Siapa?".

__ADS_1


"Siapa lagi kalau bukan buk Refi".


"Hahahaha" Deska langsung tertawa melihat Tania, "Emang gara-gara apa kamu sampai dikeluarin sama buk Refi" Masih tawanya.


"Hhhmmsss.. Tertawa terus" Kesalnya melihat Deska. "Tertawa sampai kamu puas".


"Sorry-sorry.. Abisnya kamu lucu sih, udah tau killer tapi kamu masih berani macam-macam dengan ya".


"Terus!! kamu menertawai ku gitu? aahh terserah kamu sajalah. Sana pergi, aku ingin sendiri" Usirnya.


"Kamu kok gitu sih Nia, aku datang kemari ingin menemani mu, tapi kamu malah mengusir ku".


"Abisnya kamu nyebelin banget".


"Ya udah aku minta maaf, tapi jangan sampai usir-usir dong" Bujuknya tersenyum manis. "Sial, kalau bukan soal taruhan itu aku sudah pasti akan melenyapkan mu sekarang juga" Batin Deska.


"Mmmmm" Gumam Tania dengan cuek.


"Aa iya, kamu mau makan apa? biar aku yang traktir" Tawarnya.


"Tidak usah Des, aku sangat kenyang sekali".


"Kamu yakin enggak mau makan apa-apa?".


"Mmmmmm sorry ya".


"Tidak apa-apa Nia, santai saja" Angguknya.


"Terus kamu enggak masuk kelas lagi Des? entar dosen kamu marah lagi".


"Demi kamu Nia tidak masalah".


"Hhmmm.. Kamu ada-ada saja, entar kaya aku lagi dikeluarin dari dalam kelas".


"Tidak mungkin Nia".


"Tidak mungkin gimana? entar benar-benar dikeluarin baru menyesal".


"Karna aku pintar, jadi dosen ya enggak mungkin keluarin".


"Iyalah" Dengus Tania. "Lagi-lagi gara-gara pintar" Gumam Tania masih bisa di dengarkan oleh Deska.


"Kamu mau belajar bareng dengan ku enggak Nia? tenang saja aku akan mengajari mu".


"Tidak Des, kalau aku mau aku sudah menyuruh kedua orang tua ku untuk mencarikan les privat dirumah".


"Ini anak bebal juga ya" Batin Deska geram. "Asal kamu tau Nia, lebih enak belajar bersama dengan teman dari pada sewa-sewa guru privat gitu, kalau kamu enggak percaya coba buktikan sendiri, dengan senang hati aku akan mengajari kamu Nia" Seringainya melihat wajah berpikir Tania.


"Lihat nanti deh Des".


"Kenapa tidak sekarang saja Nia?".


"Aku belum ada niat".


"Mmmmm.. Kalau kamu berubah pikiran jangan lupa beritahu aku".

__ADS_1


"Iya" Angguk Tania. "Terima kasih ya kamu sudah perduli".


"Sama-sama Nia" Balasnya.


__ADS_2