SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 32


__ADS_3

Sepulangnya dari kantin, Tania menyempatkan diri mencari keberadaan Elvan hingga ia dan Gavin bertemu di lorong kampus, "Aaiiss.. Pake ketemu Gavin lagi disini" Batin Tania. Tetapi ia tetap saja melangkahkan kakinya dan berpura-pura tidak melihatnya.


"Hallo Nia" Sapa Gavin tersenyum manis.


"Apaan sih, enggak usah pake pegangan tangan aku kamu bisa enggak?" Kesal Tania menghempaskan tangan Gavin.


"Hahahha.. Kamu galak sekali Nia" Tawanya. "Kamu mau kemana?".


"Tidak urusan kamu, minggir".


"Kalau kamu tidak menjawab pertanyaan ku jangan harap aku akan memberimu jalan, bagaimana, apa kamu masih tidak ingin menjawab pertanyaan ku?".


Tania yang geram langsung mendorong tubuh Gavin dari hadapannya dan melangkah panjang dari sana, "Dasar laki-laki sinting" Umpat Tania dalam hati.


Hingga kini Tania telah kelelahan mencari keberadaan Elvan namun ia tidak menemukannya, "Aahh.. Kamu dimana sih Elvan? mana jam kuliah sudah masuk. Ck, ya sudahlah bolos untuk kali ini saja" Lelah Tania mendudukan diri diatas kursi panjang yang berada di taman kampus.


Dan tampa Tania sadari Elvan tengah melihatnya dari kejauhan, "Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Tanyanya dari belakang.


"Hhhmmm?" Kaget Tania melihat ke arah sumber suara tersebut. "Elvan? kamu dari mana saja aku sedari tadi mencari mu?".


"Untuk apa kamu mencari ku?" Tanyanya ikut duduk di samping Tania.


"Tidak, aku hanya penasaran saja setelah jam mata kuliah habis aku tidak melihat mu lagi".


"Mmmm.. Tadi aku di ruang dosen".


"Ngapain?".


"Mengurus mahasiswa yang ikut daftar ujian".


"Mmmm.. Lalu bagaimana dengan mu?".


"Kenapa dengan ku?".


"Apa kamu akan.." Gantung Tania terlihat sedih.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan mengikuti ujian itu".


"Benarkah" Seketika kedua mata Tania langsung berbinar-binar.


"Mmmmm".


"Terima kasih Elvan, terima kasih banyak" Senang Tania memeluk Elvan.


"Terima kasih untuk apa?".


"Terima kasih tidak meninggalkan ku" Elvan langsung tersenyum manis mendengar jawaban Tania, "Terus kenapa kamu yang mengurus ujian mereka?" Penasaran Tania melepaskan pelukannya.


"Tidak tau, mereka memanggil ku begitu saja".

__ADS_1


"Mmmmm".


"Bagaimana dengan mu, kenapa kamu tidak masuk kelas dan memilih duduk disini?".


"Habisnya gara-gara kamu sih, siapa suruh kamu tidak memberitahu ku".


"Jadi gara-gara itu kamu bolos?".


"Mmmmm".


"Apa kamu tidak melihat ponsel mu?".


"Kenapa dengan ponsel ku?".


"Coba kamu lihat sendiri".


Tania pun segera mengeluarkan ponselnya dari dalam saku dan menemukan beberapa notifikasi dari Elvan yang bertanya dia sedang dimana karna dosen yang mengajar dikelas mereka telah masuk, "Heheheh.. Maaf, tadi aku tidak melihat ponsel ku dan malah fokus mencari keberadaan mu. Terus kamu kenapa malah ikut keluar?".


"Mencari mu juga".


"Benarkah?" Senyum Tania menggodanya.


"Mmmmm" Gumam Elvan menatap lurus.


"Ciieee.. Ternyata kamu perhatian juga, terima kasih telah mencari ku".


Sepulang kuliah, Tania mengikuti Elvan ke restoran dimana ia bekerja. Sebenarnya Elvan telah melarangnya tetapi Tania bersikeras ingin belajar disana dan malah menggoda Elvan kalau dia pasti bisa belajar sambil melihatnya.


"Lebih baik kamu belajar dirumah saja Nia" Ucap Elvan kembali.


"No, aku akan tetap belajar disana, please ya. Seandainya aku banyak yang tidak mengerti aku bisa bertanya kepada mu".


"Aku sibuk".


"Aku akan bertanya pada mu kalau kamu sedang tidak sibuk".


"Terserah kamu saja" Masuknya kedalam restoran.


"Hehehehhe" Tawa Tania mengikutinya dari belakang dan mengambil meja pada bagian sudah yang berada di dekat jendela.


"Selamat sore nona, silahkan" Ucap salah satu pelayan memberikan daftar menu ya.


"Mmmmmm" Tania segera memesan ya.


"Mohon di tunggu nona" Perginya meninggalkan Tania.


"Iya. Sekarang aku akan mengerjakan ya disini dan mari kita mulai" Namun saat Tania membuka materi pembelajarannya otaknya sudah langsung down melihat tugas yang akan ia kerjakan tersebut. "Sepertinya aku sudah salah mengambil jurusan selama ini. Aarrkkhhh, kenapa aku sangat bodoh sekali sih? kenapa otak ku tidak bisa seperti Elma atau pun Filia padahal papa sama mama pintar lalu kenapa aku bodoh sekali sedangkan Kayla tidak seperti ku hiks.. hiks.." Kesal Tania membaringkan kepalanya dia atas meja.


Dan dari kejauhan Elvan sedang tersenyum-senyum sendiri melihat Tania yang sedang kesal. "Elvan, kenapa kamu sedari tadi melihat wanita itu terus? apa kamu mengenal yah?" Tanya salah satu rekan kerjanya.

__ADS_1


"Mmmmm" Gumam Elvan.


"Oohh".


"Apa dia ke kekasih mu?".


"Mmmmmm".


"Pantas saja sedari tadi kamu melihat kearahnya terus" Elvan kembali tersenyum setelah salah satu di antara mereka mengantar pesanan Tania. "Kenapa kamu tidak menghampirinya dan memberinya semangat, sepertinya kekasih mu itu sedang pusing".


"Biarkan saja" Jawab Elvan kembali bekerja.


Kemudian Tania mencari sosok ya Elvan hingga kedua matanya menemukannya, "Elvan" Senyum Tania melambaikan tangannya. Namun Elvan mengabaikannya dan membuat Tania menurunkan tangannya, "Elvan lagi sibuk, tapi kasihan juga melihat Elvan seperti ini" Gumam Tania masih memperhatikannya.


Hingga kini hari semakin sore bahkan matahari telah terbenam, "Hhooaammm.. Aku pake mengantuk segala lagi, ini sudah jam berapa sih?" Lihat Tania di jam ponselnya. "Mmmm.. Ternyata sudah jam 7 malam dan tugas ku belum selesai-selesai juga sampai sekarang, aahhhh" Lelah Tania membaringkan kepalanya kembali diatas meja.


"Sebaiknya kamu pulang, ini sudah malam".


"Mmmm.. Aku akan menunggu mu".


"Apa kamu tidak melihat disekitar sini sedari tadi mereka melihat mu terus?".


"Aku tidak perduli, kamu kembalilah bekerja biarkan aku seperti ini".


"Lalu bagaimana dengan tugas mu? apa kamu sudah selesai mengerjakan ya?".


Tania langsung menghela nafas gusar sambil menggeleng kepala, "Aku tidak bisa mengerjakan ya Elvan" Jawab Tania dengan sedih di hadapan Elvan.


"Lalu apa yang kamu kerjakan sedari tadi?".


"Baca novel".


"Baca novel?" Kaget Elvan.


"Mmmm.. Abisnya cerita novel ya sangat sedih sekali Elvan, judulnya CINTA YANG TAK DIRESTUI dijamin kalau kamu membacanya kamu pasti akan menangis".


"Ckckck" Geleng Elvan melihat Tania.


"Hehehe.. Habis aku sama sekali tidak mengerti dengan contoh soalnya dan kamu juga sedari tadi sangat sibuk".


"Bukankah aku dari tadi mengatakan sama kamu untuk dirumah saja, tapi kamu bersikeras untuk mengerjakannya disini, dan hasilnya pun sama saja. Sebaiknya kamu pulang, pekerjaan ku masih banyak".


"Tidak, aku akan menunggu mu disini, tidak baik mengusir pelanggan cantik seperti aku dan seandainya saja aku pulang sendiri kamu enggak takut kalau aku di goda pria-pria mesum di luar sana nantinya?" Senyumnya menggoda Elvan.


"Aku akan menelpon supir untuk menjemputmu kemari".


"Tidak Elvan" Dengan cepat Tania merampas ponselnya Elvan. "Kamu tidak boleh melakukan itu, selagi aku bilang tidak boleh, kamu tidak boleh melakukan itu. Sekarang kembalilah bekerja aku akan melanjutkan mengerjakan tugas ku".


"Haahhhh" Hela Elvan melihat Tania dan meninggalkan ya kembali disana.

__ADS_1


__ADS_2