SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 39


__ADS_3

Begitu Elma dan Filia kembali pulang, Tania pun langsung memasuki kamarnya dan membersihkan tubuhnya, kemudian Tania menikmati cuaca malam hari diatas balkon kamarnya sambil menunggu kepulangan Elvan yang tidak Tania ketahui jam berapa Elvan akan tiba di rumah.


Hingga kini jam makan malam tiba, Tania segera keluar dari dalam kamar dimana semua anggota keluarga telah berada dimeja makan.


"Onty Nia, duduk disini onty" Senyum Saskia menyuruh Tania duduk disamping ya.


Tania pun memilih mendudukan diri disamping Saskia dan makan malam di keluarga Sandoro pun berjalan seperti biasanya dan disaat makan tidak ada diantara mereka yang membuka suara hingga kini mereka telah selesai makan malam.


"Wah.. Sepertinya Kia kenyang sekali yah" Senyum Tania melihat Saskia mengelus perutnya.


"Hehehehe.. Onty tau saja" Tawa Saskia.


Sekarang mereka tengah berada diruang keluarga, namun berbeda halnya dengan Vicky dan Chiko yang sedang berada di ruang kerja. "Nia" Panggil Amira.


"Iya ma".


"Jam berapa Elvan pulang, ini sudah jam 9 malam tapi anak itu belum pulang-pulang juga".


"Nia enggak tau ma, bentar ya ma Nia telpon Elvan dulu".


"Mmmmm" Lalu Amira melihat Zita yang sudah mengantuk. "Naiklah, besok kamu akan bekerja".


"Iya ma, Zita sangat mengantuk sekali. Enggak apa-apakan Zita duluan tidur ma?".


"Kamu ada-ada saja Zita, iya tidak apa-apa tidurlah duluan" Jawab Amira tersenyum.


"Zita duluan ya Ma Nia" Perginya meninggalkan Amira dan Tania yang masih berada di ruang keluarga.


"Ma" Lihat Tania.


"Elvan tidak menjawabnya?".


"Mmmm.. Sepertinya Elvan akan pulang terlambat ma padahal ini sudah hampir jam 10 malam".


"Kalau gitu kamu duluan yang istirahat sayang, biar mama yang menunggu Elvan".


"Eehh.. Tidak usah ma biar Tania saja, besok mama kan harus kerja".

__ADS_1


"Kamu juga besok harus kuliah".


"Hehehe.. Iya tapi Tania masih bisa bangun cepat kok ma, lagian Tania mau sekalian minta bantuan sama Elvan ngerjain tugas kuliah".


"Oohh ya sudah kalau gitu mama duluan ya sayang".


"Iya ma selamat tidur".


"Kamu juga sayang".


Seperginya Amira, Tania memutuskan menunggu kepulangan Elvan di depan pintu mension sambil membaca novel yang sempat ia tunda kemarin, "Astaga.. Disaat seperti ini aku masih saja nyempatin diri baca novel CINTA YANG TAK DIRESTUI, hehehe Nia Nia. Lagian jalan ceritanya sedih sih".


Tin.. Tin..


Begitu Tania mendengar suara klakson motor, ia pun segera memasukkan ponselnya kedalam kantong bajunya dan menghampiri Elvan yang sedang memarkirkan sepeda motornya. "Elvan" Panggilnya dengan senyum mengembang diwajah Tania.


"Mmmmmm?" Gumam Elvan melihat Tania.


"Ayo, aku akan menyiapkan makan malam mu" Ajarnya menarik lengan Elvan.


"Benarkah?".


"Mmmmm" Jalannya duluan.


"Ck, aku paling benci kalau Elvan sudah bersikap seperti ini" Kesal Tania mengikutinya dari belakang.


Didalam kamar Elvan langsung memasuki kamar mandi sedangkan Tania kebingungan ingin melakukan apa.


Tok.. Tok..


"Elvan, aku udah nyiapin pakaian kam..


Ceklek!.


"Astaga" Kaget Tania melonjak.


"Berikan" Mintanya.

__ADS_1


"Mmmmm" Sambil menelan ludah Tania memberikan pakaian Elvan saat ia melihat tubuh atletis Elvan yang sangat gagah dan juga Elvan yang hanya menggunakan pakaian dalam dan busa sabun yang berada di tubuhnya.


"Apa yang sedang kamu lihat Nia?".


"Hhmm? Astaga, tidak hahaha aku tidak melihat apa-apa Elvan" Jawab Tania membalikan tubuhnya. "Hahahah.. Serius aku tidak melihat apa-apa Elvan" Ucapnya lagi sambil berjalan meninggalkan kamar mandi tersebut. "Aarrkkhh.. Apa yang kamu lakukan Nia? bodoh-bodoh kamu sangat bodoh Nia" Teriaknya dalam hati.


Setelah Elvan selesai, ia pun langsung keluar dari dalam kamar mandi. Sedangkan Tania yang berada di atas ranjang, ia berpura-pura tidur dengan menutupi semua tubuhnya pakai selimut. "Tidak ada suara" Batin Tania sedikit membuka selimutnya.


"Elvan" Saat Tania melihat Elvan yang sedang sibuk dengan ponselnya Tania merasa sedikit sedih dan lagi-lagi ia merasa Elvan mengabaikannya. Namun Tania yang tidak ingin menimbulkan masalah, ia memilih untuk mendiamkannya dan kembali pura-pura tidur.


Sekarang telah menunjukkan pukul 12 malam, Elvan pun masih berada di atas sofa. "Ck, ayo dong mata, bisa kek diajak bekerja sama. Ini sudah pukul 12 malam lewat" Gumam Tania yang tak bisa tidur-tidur. Hingga Tania mendengar suara langkah kaki mendekati tempat tidur mereka, "Hhmm.. Elvan sudah datang" Tania kembali pura-pura tidur lagi tampa ada pergerakan dari tubuhnya.


Begitu Elvan membaringkan tubuhnya, dengan pelan Tania membuka matanya dan melihat kearah Elvan yang sedang membelakanginya. "Hiks.. Kenapa harus membelakangi ku sih? tidak bisakah dia memeluk ku" Kesal Tania ikutan membelakangi Elvan.


Elvan yang merasakan pergerakan, ia langsung melihat kearah Tania yang juga sedang membelakanginya, "Kamu belum tidur?".


"Belum tidur dari hongkong" Jawab Tania dalam hati.


Kemudian Elvan kembali membelakangi Tania dan itu membuat Tania semakin geram, sangking geramnya ia ingin sekali menendang tubuh Elvan dari atas tempat tidur.


Jam 2 pagi Tania yang tidur bisa tidur ia menyibak selimutnya dan melempar ya kepada Elvan yang sampai sekarang masih membelakanginya. "Dasar laki-laki dingin, untung kamu tampan kalau tidak aku sudah sedari tadi menendang mu dari ini" Lalu Tania menuruni tempat tidur menuju balkon dan menikmati udara seger disana.


"Aahh.. Udaranya segar sekali" Senyum Tania sambil menutup kedua matanya. Setelah hampir 15 menit lamanya Tania berada di luar, ia pun segera kembali masuk kedalam kamar dan menemukan Elvan yang masih terlalap dalam tidurnya.


Tidak ingin menggangunya, dengan pelan Tania membaringkan tubuhnya disamping Elvan dan mengambil selimut yang berada diatas tubuh Elvan, "Selamat tidur Elvan, semoga tidur mu benar-ben. Hhmmm" Kaget Tania Saat Elvan tiba-tiba saja memeluknya seperti bantal guling.


"Aaiiss.. Dia pikir aku bantal gulingnya?" Namun Elvan semakin erat memeluk tubuhnya dan membuat Tania ujungnya pasrah, "Baiklah, mari kita tidur" Tidak lama kemudian Tania pun benar-benar tertidur begitu Elvan memeluknya.


.


Pagi hari telah tiba, tetapi Tania masih tertidur lelap sedangkan Elvan telah bersiap-siap menuju kampus, "Hhooaamm" Uapnya yang baru bangun. "Aahh.. badan ku pegal semua" Gumam Tania melihat Elvan yang juga sedang melihat ya. "OMG.." Tampa ingin bertanya kepada Elvan, Tania langsung berlari memasuki kamar mandi.


BBRRAAKK..


"Ckckck" Geleng Elvan keluar dari dalam kamar.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Tania telah selesai dari dalam kamar mandi dan seperti biasanya Tania mengunakan pakaian yang selalu membuat laki-laki di kampusnya terpesona dengan kecantikannya dan Tania yang masih sempat-sempatnya memuji dirinya sendiri. "Kurang apa coba aku, tapi kenapa Elvan tidak pernah sama sekali memuji ku cantik atau menatap ku dengan tatapan terpesona dengan kecantikan ku seperti laki-laki lainnya".

__ADS_1


__ADS_2