
Begitu Fayola berangkat, Elvan dan Tania pun langsung pergi dari sana. "Elvan" Panggil Tania.
"Mmmmm".
Tania tersenyum, "Terima kasih telah mengakui aku sebagai istri mu".
"Kamu senang?".
"Mmmmm.. Aku sangat bahagia, sekali lagi terima kasih Elvan, mulai hari ini aku akan menjadi istri yang penurut".
"Bagus, cepak kenakan ini" Ucap Elvan memberikan helm Tania. Setelah itu Elvan langsung menjalankan sepeda motornya. "Nia" Panggilnya.
"Iya".
"Sudah jam berapa?".
"Sebentar, sekarang telah menunjukkan pukul 1 siang Elvan" Jawab Tania dari belakang. "Ada apa?".
Bukannya menjawab, Elvan semakin mempercepat laju sepeda motornya. Hingga kini mereka telah berada di pekarangan restoran tempat Elvan bekerja. "Ayo" Ajaknya membawa Tania masuk kedalam restoran tersebut.
"Wah.. Siapa wanita cantik ini Elvan?" Tanya rekan kerjanya melihat Tania.
Sambil menunggu jawaban Elvan, Tania tak henti-hentinya tersenyum manis kepada rekan kerjanya Elvan. "Dia wanita ku" Jawabnya.
"Apa?" Kaget mereka.
"Bu-bukankah selama ini kam.." Gantunya melihat Tania yang merona. "Wah.. Sepertinya dia benar-benar wanita mu yah".
"Aahh.. Maaf" Tunduk Tania.
"Minta maaf untuk apa? kamu sangat beruntung sekali jika benar apa yang baru saja Elvan ucapkan".
"Terima kasih".
"Mmmm.. Apa kalian mau makan siang? menu hari ini sangat enak" Tawarnya.
"Iya, kami datang kemari karna lapar" Jawab Elvan membawa Tania kearah meja kosong yang berada di dekat jendela. "Duduklah".
"Terima kasih Elvan" Duduknya dihadapan Elvan.
Sambil menunggu pesanan mereka tiba, Elvan menyempatkan diri untuk membuka ponselnya. Sedangkan Tania tampak mengerutkan keningnya saat ia melihat pria yang sangat familiar di penglihatannya, "Astaga, itu bukannya pak Varrel?" Batin Tania masih memperhatikan pria tersebut.
Begitu pesanan mereka tiba, Elvan langsung meletakkan ponselnya dan segera menikmati hidangan yang ada di hadapan mereka, "Apa yang sedang kamu lihat?" Tanyanya melihat Tania yang sedari tadi melihat kebelakangnya.
"Itu, itu bukannya pak Varrel" Jawab Tania sambil menunjukkan kearahnya.
Elvan pun melihatnya dan mengerutkan keningnya, "Sepertinya, lalu?".
"Tidak apa-apa sih" Senyum Tania.
"Ayo makan".
"Iya" Angguk Tania segera melahapnya. Namun saat mereka berdua sedang makan, tiba-tiba saja Varrel menghampiri meja mereka.
__ADS_1
"Apa yang sedang kalian lakukan disini? bukankah kalian berdua harusnya berada di kampus?" Tanya Varrel sambil mendudukan diri di kursi kosong yang berada disamping Elvan.
"Aahh pak Varrel" Tunduk Tania.
"Jangan lakukan itu disini, kita sedang berada di luar kampus" Senyum Varrel melarang Tania.
"Lalu kalian berdua apa sedang bolos kuliah?".
"Mmmmm" Jawab Elvan tampa melihat kearah Varrel.
"Aahhh" Angguknya. "Sepertinya kamu sangat lapar sekali sampai kamu tidak bisa melihat kearah ku".
Elvan langsung melihat Varrel yang berada disampingnya, "Lalu bagaimana dengan mu?".
"Kenapa dengan ku?".
"Apa yang sedang kamu lakukan disini?".
"Hhhmm? tentu saja makan siang seperti kalian berdua, kenapa?".
"Maaf, tapi keberadaan anda disini mengganggu kami berdua".
"Apa?" Kaget Varrel mendengar perkataan Elvan yang barusan saja menyebutnya dengan anda.
"Keberadaan anda disini menggangu makan siang kami" Ulangi Elvan kembali.
"Aaa.. Baiklah aku akan pergi, semoga kalian menikmati ya" Senyum Varrel meninggalkan mereka meskipun dalam hatinya ia berkata, "Mahasiswa jaman sekarang tidak ada takutnya lagi sama dosen, atau setidaknya dia menghargai ku sebagai dosennya".
Begitu Varrel pergi dari sana, "Apa lagi yang kamu lihat? kamu tidak mau makan?".
Selesai Elvan dan Tania menikmati makan siang mereka, "Kamu enggak masuk kerja Elvan?".
"Tidak".
"Kenapa?".
"Aku memutuskan libur hari ini".
"Mmmmm" Angguk Tania.
DDDRRRTTT.. DDDRRRTTT..
"Kalian sudah dimana?" Tanya Elvan mengangkat ponselnya.
"Dia sedang berbicara kepada siapa?" Gumam Tania memperhatikan wajah Elvan.
Kemudian Elvan melihat kearah Tania yang sedang memperhatikannya, "Kalian tunggu aku di aula, aku akan segera kesana" Ucap Elvan mematikan ponselnya. "Ayo, aku akan mengantar mu pulang".
"Emang kamu mau kemana Elvan? aku ikut".
"Tidak ada wanita disana, sebaiknya kamu pulang saja".
"Tidak, aku ikut kamu Elvan" Melasnya dengan wajah sedih.
__ADS_1
"Kamu yakin mau ikut? pekerjaan ku disana sangat banyak?".
"Iya" Senyum Tania menunjukkan senyum manisnya.
"Kalau gitu ayo".
"Yee.. Terima kasih Elvan" Senang Tania mengikuti langkah kaki Elvan.
.
Setibanya mereka di dalam gedung, Tania langsung melihat sebuah lapangan basket yang telah dipenuhi dengan banyaknya orang yang akan menonton pertandingan tersebut, "Kamu membohongi aku Elvan, kamu bilang tidak ada wanita disini, buktinya".
"Mmmm.. Aku tidak tau akan seperti ini, duduklah dan tunggu aku disini" Perginya meninggalkan Tania.
"Baiklah, aku akan menunggu mu disini" Ucap Tania mendudukan diri disalah satu kursi penonton. Hingga ia mendengar suara teriakan para wanita yang sedang meneriakkan suara Elvan. "Aiiass.. Kenapa harus Elvan sih? kan yang lainnya masih ada" Kesal Tania memperhatikan para kaum wanita yang sedang meneriakkan nama Elvan.
Di dalam ruangan, Elvan dan team ya sedang membicarakan bagaimana cara mereka untuk mengalahkan musuh. "Baiklah, sekarang siapa yang akan menjadi kapten?" Tanya Elvan.
"Aaiihh.. Tetap kamu saja Elvan" Jawab Jerry.
"Tidak bisa Jerry, aku sudah keseringan. Bagaimana kalau kamu saja atau Rizal?".
"Kamu saja Elvan, aku rasa yang lainnya juga setuju" Jawab Rizal.
"Iya Elvan kamu saja" Angguk mereka setuju.
"Baiklah kalau gitu, ayo" Gerak mereka semua segera keluar dari ruangan tersebut.
"Ayo" Semangat mereka.
Begitu team Elvan keluar, para penggemar mereka pun langsung berteriak histeris apalagi saat melihat ketampanan Elvan yang sangat terpancar.
"Aarrhhh.. Elvan, aku mencintai mu" Teriak mereka.
"Elvan semangat, kami selalu mendukung mu".
"Elvan.. Maukah kamu jadi kekasih ku? atau maukah kamu jadi pacar 1 hari ku saja?".
Tania yang tak mau kalah dengan mereka, ia pun akhirnya ikut berteriak dan memberi Elvan semangat, "Elvan, ayo semangat.. Aku mendukung mu, i love you" Senyumnya tak perduli dengan penggemar Elvan yang sedang melihat kearahnya.
"Ada apa dengan yah? kenapa dia berkata seolah-olah dia dekat dengan Elvan" Gumam mereka melihat Tania.
"Bahkan ini pertama kalinya aku melihat dia disini".
"Iya, siapa di sebenarnya?".
"Hehehhe.. Ayo, kalian pasti sedang bertanya-tanya siapa aku sebenarnya kan. Hhmmm, asal kalian tau aku ini istri ya Elvan, Elvan seorang hahahah" Tawa Tania dalam hati.
Jerry dan Rizal yang mendengar suara teriak Tania langsung melihat kearahnya, "Elvan, itu Tania" Tunjuk Jerry. "Hahahaha dia datang cuman mau menonton mu. Tania" Teriak Jerry melambaikan tangan ya.
"Jerry" Balas Tania sangat senang dan itu membuat kaum para wanita semakin penasaran siapa Tania sebenarnya. "Jerry semangat, aku mendukung mu".
Jerry pun membalasnya dengan membuat kedua tangan ya berbentuk love.
__ADS_1
"OMG.." Kaget mereka semua dengan mata membulat.
"Heheheh.. Kalian pasti iri kan? Yah.. tentu saja kalian iri apalagi kalau kalian semua tau aku ini adalah istrinya Elvan. OMG, aku tidak bisa bayangkan seterkejut apa mereka".