SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 42


__ADS_3

Begitu permainan di mulai, suara histeris pun langsung bergerumum ditempat tersebut sampai membuat kedua telinga Tania panas. Namun ia juga tetap ikut memberikan dukungan kepada Elvan meskipun Elvan tidak memperhatikannya setidaknya Elvan bisa mendengar suara ya.


Kini 1 ronde telah berlalu dan permainan diantara mereka terhitung seri.


"Hahh" Lelah Elvan meminum air putihnya.


"Ayo semangat Elvan" Ucap Jerry menepuk pundak Elvan.


"Mmmmm" Gumam Elvan. "Kamu baik-baik saja Zal?" Tanya Elvan melihat Rizal yang sedang memutar-mutar lengan kanannya.


"Iya, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?".


"Aku baik-baik saja" Angguknya melirik kearah para penonton yang masih memberikan dukungan kepada teamnya hingga kedua matanya berhenti di Tania yang sedang tersenyum manis kepadanya, "Apa yang sedang dia lakukan?" Batin Elvan.


Setelah waktu istirahat habis, mereka kembali melanjutkan permainan, "Elvan" Teriak Tania sangat kencang hingga tempat tersebut tiba-tiba hening.


"Hahhahaha.. Tania-tania" Geleng Jerry tertawa lucu mendengar suara Tania.


"Elvan" Teriak Tania kembali.


"Ada apa Nia?" Tanya Jerry melihat Elvan yang tidak mau menjawab teriak Tania.


"Semangat untuk team kalian, aku yakin kalian pasti bisa mengalahkan mereka".


"Hahahaha.. Thank you Nia" Jempol Jerry.


Kemudian salah satu wanita yang menggilai Elvan mendekati Tania, "Woi.. Kamu bisa diam enggak?" Bentaknya sangat kesal.


"Apaan sih?".


"Apaan sih apaan sih? saya nyuruh kamu diam, udah tau kita semua lagi tegang kamu ya masih asik-asiknya membuat Elvan tidak fokus".


"Mmmmm.. Baiklah" Angguk Tania tak perduli.


"Awas saja kalau kamu masih mengganggu ya".


"Ye".


Setelah beberapa lama permainan berlangsung, kini tiba saatnya penentuan siapa pemenang yang sebenarnya setelah team Elvan dan lawannya selalu memiliki poin yang sama. "Ayo semuanya, kita pasti bisa menang" Ucap Rizal memberi semangat untuk teamnya.


"Mmmm.. Kita pasti bisa" Angguk mereka melihat bola basket yang berada di tangan Elvan.


"Elvan" Teriak Jerry meminta bola.


Elvan pun langsung mengopernya kepada Jerry, dengan tubuh melayang keatas Jerry menangkap bola dan mengopernya kembali kepada Rizal yang berada di samping ring, namun saat Rizal ingin menangkapnya tiba-tiba saja Rizal terpleset yang mengakibatkan ia terjatuh diatas lantai hingga kini bola berada ditangan musuh.


"Hahahhaha" Tawa mereka.

__ADS_1


Tetapi Elvan yang mengetahui kalau dalam permainan ini telah terjadi kecurangan, ia pun segera membalas apa yang lawan mainnya lakukan kepada Rizal.


"Elvan" Kaget mereka dengan mata membulat meskipun kecurangan yang dilakukan oleh Elvan tidak terlihat dimata wasit dan juga para penonton tapi team ya dan juga team lawannya melihat apa yang telah Elvan lakukan.


Begitu bola basket tersebut masuk kedalam ring, suara ricuh langsung menggelegar di lapangan setelah beberapa saat yang lalu tempat itu hening ketika Rizal terjatuh.


"Aarrhhh.. Elvan" Teriak mereka kegirangan.


"Elvan.. Elvan.. Elvan.. " Sambung yang lainnya berteriak histeris.


"OMG.. Elvan kamu adalah penyelamat di team mu, aku sangat bangga kepada mu".


Begitu juga dengan Tania yang ikut tersenyum menangis melihat betapa gagahnya sang suami yang selama ini dia gila i. Elvan benar-benar terlihat sangat keren hingga para penonton datang menghampirinya dan memberi Elvan sesuatu berharga yang akan mereka berikan kepadanya, baik Elvan menang atau pun kalah dalam permainan.


"Hahhahaha.. Sepertinya kerusuhan akan terjadi" Tawa Jerry dan Rizal.


"Ck" Kesal Elvan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


"Tidak apa-apa, kamu harusnya senang mendapatkan fans sebanyak ini seperti artis, ayo kamu harus mengucapkan terima kasih kepada mereka" Ucap Rizal.


Dengan senyum mengembang diwajah Elvan, ia mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka dan juga telah mendukungnya dalam permainan.


"Elvan, kami ingin berfoto dengan mu, bisakah kami mengambil gambar mu" Minta salah satu penggemarnya.


"Mmmmm" Angguk Elvan memberi mereka izin.


"Yee.. Terima kasih Elvan" Senang mereka mengambil beberapa gambar bersama dengan pria yang mereka idolakan selama ini.


.


"Mmmm".


"Bagaimana bisa kamu tau Elvan?" Sambung Jerry bertanya.


"Aku tau saja" Jawab Elvan menyambar tasnya. "Aku duluan pulang".


"Yah.. Kita makan dulu. Kenapa kamu tiba-tiba ingin langsung pulang? harusnya kita merayakan kemenangan ini".


"Lain kali saja bersama dengan yang lainnya, aku duluan" Lambai-nya meninggalkan Jerry dan Rizal.


Ting..


Sebuah pesan memasuki ponsel Elvan, "Aku menunggu mu di parkiran" Isi pesan dari Tania.


Tampa membalasnya Elvan segera menuju parkiran dimana Tania yang sedang menunggunya diatas sepeda motor. "Kenapa kamu menunggu ku disini?".


"Sshhuueettt🤫".

__ADS_1


"Hhmmm?" Elvan mengerutkan keningnya.


"Aku ada sesuatu untuk kamu. Selamat, akhirnya team mu yang memenangkan ya" Senyum Tania mencium bibir Elvan.


Elvan tersenyum, kemudian ia menarik pinggang Tania hingga tubuhnya dan tubuh Tania sangat dekat dan Elvan yang semakin memperdalam ciuman mereka.


.


Didalam kamar, Tania tak henti-hentinya tersenyum senang. Ia sangat bahagia, sangking bahagian Tania tak henti-hentinya menunjukkan gigi ratanya. "Semakin hari rasa cintaku kepada Elvan semakin dalam saja".


Sedangkan Elvan yang sedang berada di perusahaan keluarga Sandoro sedang duduk diatas sofa yang berada di ruangan Vicky begitu ia mengantar Tania kembali pulang. Saat Vicky tiba-tiba memanggilnya kesana.


"Elvan" Panggil Vicky menatap Elvan.


"Iya pa, ada apa?".


Kemudian Vicky menghela nafas, "Apa kamu sudah mencintai Tania?".


"Maksud papa?".


"Kamu tinggal jawab iya atau tidak".


"Elvan tidak bisa menjawabnya pa, sebenarnya apa yang ingin papa bicarakan?".


Vicky tersenyum, "Kapan kamu PKL?".


"Bulan depan pa".


"Mmmmmm" Angguk Vicky. "Begini Elvan, sebenarnya papa memilih membicarakan ini di kantor karna papa tidak ingin menyakiti perasaan istri kamu".


"Kenapa papa tidak langsung ke intinya saja".


"Baiklah maafkan papa. Begitu kamu PKL nanti, papa mau kamu PKL di luar negeri".


"Apa? luar negeri?".


"Iya".


"Kenapa?".


"Saat ini papa sedang menjalan bisnis di luar negeri, dan sekarang papa dan beberapa rekan bisnis papa membangun hotel yang tidak bisa papa tinggalkan. Kamu tau sendiri kalau kakak kamu juga sangat sibuk dengan perusahaan ini, jadi harapan papa satu-satunya adalah kamu Elvan dan papa harap kamu tidak akan menolaknya".


"Ck" Kesal Elvan sambil berpikir.


"Bagaimana Elvan? begitu kamu setuju papa akan membicarakannya nanti dengan baik-baik kepada nak Tania".


"Elvan tidak tau pa, keputusan ini sangat sulit untuk ku" Jawabnya.

__ADS_1


"Kamu juga tidak harus menjawabnya sekarang, papa bisa menunggunya sampai minggu depan sebelum papa memutuskan".


"Iya pa" Lalu Elvan keluar dari ruangan Vicky dengan raut wajah yang tidak bisa Vicky artikan.


__ADS_2