SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 36


__ADS_3

Sekeluarnya dari rumah sakit Elvan dan Tania langsung kembali pulang kerumah dimana saat ini semua anggota keluarga sedang berada di luar.


"Bi, kenapa rumah sepi?" Tanya Tania.


"Tuan dan ibu sedang pergi undangan nona, begitu juga dengan tuan chiko dan nona Zita yang ikut pergi keluar" Jawabnya.


"Mmmmm" Angguk Tania.


"Iya nona, permisi" Perginya dari hadapan Tania dan Elvan.


Kemudian Tania menatap Elvan yang juga sedang melihat kearahnya, "Kenapa?".


"Tidak" Geleng Tania berjalan duluan.


Sedangkan Elvan tersenyum senang dari belakangnya saat melihat kedua pipi Tania yang merona. "Nia tunggu" Panggilnya. Tetapi Tania malah semakin mempercepat langkah kakinya menaiki anak tangga, hingga Tania telah berada di dalam kamar. "Nia" Panggil Elvan lagi.


"Astaga Elvan" Semakin gelisah Tania.


Ceklek!!.


"Nia.."


"Hhmm?".


"Aku memanggil mu kenapa kamu tidak menjawab ku?".


Tania tersenyum menunjukkan gigi ratanya, "Maaf, tadi aku tidak mendengar mu Elvan. Ada apa?".


"Tidak, aku hanya mengingatkan mu saja untuk tidak melupakan janji mu. Sekarang mandilah duluan".


"OMG" Batin Tania. "Iya, aku mandi dulu" Angguknya memasuki kamar mandi.


DDDDRRRTTT.. DDDDRRRTTT..


"Yola" Gumam Elvan melihat layar ponselnya.


DDDDRRRTTT.. DDDDRRRTTT..


"Ada apa Yola?" Tanyanya.


"Elvan, kamu dimana?".


"Tolong jangan pernah menghubungi ku lagi Yola, aku mohon tolong hargai suami mu".


"Aku ingin bertemu dengan mu Elvan, ada hal penting yang ingin aku bicarakan".


"Maaf aku tidak bisa Yola".


"Aku mohon, 10 menit saja dan temui aku di taman xx" Ucap Fayola mematikan ponselnya.


Lalu Elvan melirik kearah kamar mandi dimana Tania yang belum keluar dari sana, setelah itu Elvan memutuskan untuk menemui Fayola yang sedang berada di taman komplek rumahnya. "Yola" Panggil Elvan melihat Fayola yang berada di atas ayunan.


"Elvan" Senyum Fayola dengan manis.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan disini Yola?".


"Aku merindukan kamu El, aku sangat merindukan kamu" Bangkitnya memeluk tubuh Elvan. Sedangkan Elvan langsung menghela nafas panjang lalu ia melepaskan pelukan Fayola dengan lembut, "Tidak mau" Gelengnya.


"Yola" Lepaskan Elvan kembali.


Dengan mata berkaca-kaca Fayola menatap manik matanya Elvan, "Aku sakit Elvan".


"Maksud kamu?" Fayola meneteskan air matanya dihadapan Elvan, dengan penuh kekhawatiran Elvan menyeka air matanya, "Ada apa Yola? kenapa kamu menangis?".


"Hiks.. hiks.. Aku sakit Elvan, dan besok aku akan berangkat ke Amerika".


"Apa? kamu sakit apa Yola? kenapa bisa kamu sampai sakit?".


"Elvan hiks.. hiks.. Aku belum siap meninggalkan kamu selamanya Elvan".


"Yola" Elvan yang juga merasakan kesedihan Fayola langsung menarik tubuhnya kedalam pelukannya. "Kenapa kamu bisa sakit Yola, aku mohon jangan pernah sakit".


"Aarrkkhh.. Hiks.. hiks.. Elvan".


Sedangkan Tania yang sudah keluar dari dalam kamar mandi tidak menemukan Elvan didalam kamar, "Elvan kemana? kenapa dia tidak ada disini" Gumam Tania mencari-cari keberadaan Elvan.


Hingga sekarang Telah menunjukkan pukul 10 malam, tetapi Elvan tak juga pulang-pulang kerumah "Sebenarnya Elvan kemana sih, ditelpon enggak di angkat, di chat enggak di balas. Lalu kemana Elvan sebenarnya?" Sambil menunggu ke pulang Elvan Tania mencoba menghibur diri membaca novel I LOVE YOU TUAN DEVANO sampai Tania tertidur diatas sofa.


Begitu Elvan mengantar Fayola pulang, ia segera kembali kerumah meskipun sedari tadi Fayola menahannya dan mengajak Elvan untuk tidur di hotel. "Elvan" Panggil Chiko.


"Kak Chiko" Lihatnya kepada sang kakak dan juga kakak iparnya yang baru tiba.


"Nia ada dikamar kak, tadi Elvan ada urusan sebentar di luar".


"Mmmmm" Angguk Zita.


"Elvan duluan ya kak" Perginya meninggalkan sepasang suami istri tersebut. Tampa ingin mengetuk pintu terlebih dahulu Elvan masuk begitu saja kedalam kamar, "Tania" Senyum Elvan melihat sang istri yang tertidur di atas sofa. Kemudian ia berjongkok dan menyentuh wajah cantik Tania dengan lembut.


"Elvan" Kaget Tania.


Dengan senyum mengembang di wajahnya Elvan langsung mencium bibir mungil Tania, "Kamu menunggu ku?".


"Mmmmm.. Kamu dari mana saja?".


"Maaf, tadi aku ada urusan sebentar di luar. Kenapa kamu tidur disini?".


"Tadi aku menunggu mu dan akhirnya aku tertidur disini" Jawab Tania.


"Lain kali tidak usah menunggu ku dan tidur disini".


"Kenapa?".


"Jangan banyak bertanya" Dengan ringannya Elvan mengangkat tubuh Tania keatas tempat tidur, "Nia".


"Mmmmm".


"Kamu masih belum melupakan janji mu?".

__ADS_1


"Aku pikir kamu sudah melupakannya".


"Tidak, aku masih mengingatnya Nia" Senyum Elvan mengelus wajah mulus Tania kembali. Kemudian ia mencium bibir Tania dengan lembut sambil mengigit bibir bawahnya.


"Aahhh" Suara itu membuat Elvan semakin bergairah dan juga bentuk tubuh Tania sangat menggodanya. Lalu tangan Elvan mulai meraba di bagian gundukan Tania yang sudah mengeras.


"Nia.. Bisakah kamu meyebut nama ku dengan suara seksi mu".


"Aahh.. El-van" Mendengar suara itu Elvan langsung tersenyum senang dan mencium kening Tania. Hingga satu persatu pakaian Tania telah terlepas dari tubuhnya, "Elvan aku malu" Kesal Tania menutup wajahnya saat Elvan memandangi bentuk tubuhnya.


"Kenapa harus malu Nia?" Tanya Elvan menggodanya.


"Yah.. Jangan menggodaku".


"Aku tidak sedang menggoda mu sayang" Bisik Elvan sampai membuat tubuh Tania menggeliat dan juga Elvan yang mencium telinganya sampai leher Tania yang telah di penuhi kiss mark Elvan. "Bisakah aku memulainya Nia?".


"Mmmmmm" Angguk Tania yang sudah merasakan hal yang sama dengan Elvan.


.


Pagi harinya kedua pasangan suami istri tersebut masih terlelap dalam tidurnya mengingat Elvan yang menyudahinya sampai jam 3 pagi.


Sedangkan semua anggota keluarga sedang berada di taman belakang sambil menikmati cuaca pagi yang cerah.


Sekarang telah menunjukkan pukul 8 pagi, "Eemmkkkhh" Geliat Tania terbangun dari tidurnya. "Astaga, badan ku pegal semua dan" Batin Tania melirik Elvan yang masih tertidur. Lalu Tania tersenyum senang, "Elvan" Sentuhnya di bibir Elvan.


"Kamu sudah bangun?".


"Mmmmm".


"Aku masih mengantuk".


"Mmmm.. Tidurlah" Kemudian Tania menatap kearah luar jendela yang sudah sangat terang, "Sebaiknya aku mandi saja" Dengan pelan Tania menuruni tempat tidur mereka. Namun Tania yang merasa sangat perih di bagian kewanitaannya langsung meringis kesakitan. "Aahhh".


"Tania" Kaget Elvan.


"Elvan.. Tidak, jangan lihat kemari" Teriak Tania menghentikan Elvan ketika ia melihat tubuhnya dan juga tubuh Elvan yang tidak dibaluti oleh sehelai benang pun. Namun Elvan yang tidak perduli ia tetap saja menghampiri Tania dan mengangkat tubuhnya memasuki kamar mandi. "Elvan aku malu".


"Apa yang kamu malu kan Nia?".


Tania menggeleng.


"Aku akan akan membantu mu" Dengan pelan Elvan memasukkan tubuh Tania kedalam bath-hup dan juga tubuhnya. "Masih sakit?".


"Mmmmm.. Rasanya sangat perih".


"Kamu mau melanjutkan ya disini?".


"Yah" Bentak Tania.


"Kenapa?" Senyum Elvan.


"Hentikan Elvan, tidak usah menggoda ku".

__ADS_1


__ADS_2