
Begitu si bartender tersebut memberikan alkohol mereka berdua, Elvan kembali meneguk alkoholnya dengan sekali tegukan. "Sepertinya kamu peminum berat, bolehkah kita berkenalan?" Elvan langsung melirik kesamping ya dimana saat ini wanita tersebut sedang tersenyum manis kearahnya. "Kenalin nama ku Siska, nama mu siapa?".
Devano tersenyum seperti sedang mengejek wanita yang berada di hadapannya itu, kemudian Elvan menarik kursinya Siska supaya ia semakin dekat dengannya. Lalu Elvan membisikan sesuatu yang membuat Siska membulatkan kedua matanya. "Ba-bagaimana bisa kamu tau?" Kaget Siska.
Tampa menjawab, Elvan meminta segelas alkoholnya kembali. "Sial" Umpat Siska sangat kesal.
"Tidak usah memperdulikan aku, sebaiknya kamu meminum alkohol mu itu".
"Ck.." Siska pun meminum alkoholnya meskipun dalam hatinya ia sangat kesal kepada Elvan begitu Elvan mengatakan kalau dirinya masih anak di bawah umur. "Yah.. Lalu bagaimana dengan mu?".
"Kenapa dengan ku?".
"Kamu belum memberitahu nama mu".
"Apa kamu penasaran?".
"Mmmmm".
"David, apa kamu sudah puas" Senyum Elvan melihat wajah kesal Siska.
"Aaiiss.. Aku tidak mempercayainya sebelum kamu menunjukkan identitas mu".
Tampa ingin memberikan identitasnya Elvan kembali menghisap rokoknya dan membuang asap rokoknya tepat di wajahnya Siska. "Kenapa kamu tidak mempercayainya anak manis?".
"Karna dari mata mu kamu sedang berbohong".
"Oohh" Angguk Elvan. "Terserah kamu saja" Cuek ya kembali.
"Kamu mau bersenang-senang dengan ku? karna kamu tampan maka aku tidak akan meminta bayaran".
"Pergilah cari yang lain, aku kemari tidak ingin melakukan hal seperti itu".
"Benarkah kamu tidak mau?".
"Haruskah ak..
Cup.
Elvan menyeringai begitu Siska mencium bibirnya, "Kamu terlalu terburu-buru" Ucap Elvan melap bibirnya.
"Apa kamu masih tidak mau?".
"Mmmm.. Kamu terlalu muda untuk melayani ku".
"Kurang ajar" Umpat Siska dalam hatinya.
"Kenapa? kenapa kamu menatap ku seperti ini hhmmm?" Dengan lembut Elvan memperbaiki anak rambutnya. "Kamu cantik, tapi sayang kamu terlalu murahan. Maaf, aku tidak menyukai wanita seperti mu".
__ADS_1
Siska tersenyum sinis, kemudian menatap bola mata Elvan yang sudah bermerah. "Aku harap kamu tidak akan menyesal dengan kata-kata mu itu" Perginya meninggalkan Elvan.
Sedangkan Rizal dan Jerry telah berada di dalam kamar dimana saat ini mereka sedang bersenang-senang dengan sorang wanita cantik yang tak lain adalah teman ya Siska.
Hingga kini Elvan semakin mabuk dan pikirannya masih tetap saja tertuju kepada Tania yang mengobrol dengan Varrel. "Ada apa dengan ku, apa aku sedang cemburu? kenapa aku marah, kenapa aku harus marah?".
Sekarang telah menunjukkan pukul 1 pagi, Elvan masih belum menemukan kedua sahabatnya itu. "Kenapa mereka lama sekali?".
DDDRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT..
"Ada apa Elvan? kamu mengganggu saja" Jawab Jerry mengangkat ponselnya.
"Kalian dimana?".
"Dikamar".
"Mmmmmm" Gumam Elvan yang mengerti. "Kalau gitu aku balik duluan, aku sangat mengantuk sekali".
"Apa pulang? ada apa dengan mu Elvan? tidak seperti biasanya kamu".
"Iya, aku duluan yah".
"Ya sudah, tapi kamu masih bisa bawa mobil kan?".
"Mmmmm" Angguk Elvan mematikan ponselnya. Sedangkan Siska yang memantaunya sedari tadi sedang tersenyum tipis begitu ia mendengar Elvan ingin pulang.
Setelah Elvan turun dari atas kursinya, ia segera berjalan keluar dari sana dengan langkah sempoyongan.
BBBRRAAKKK...
Siska langsung menyeringai saat Elvan terjatuh tepat di hadapannya. "Sepertinya kamu sangat mabuk, kamu butuh bantuan ku?".
"Pergilah" Jawab Elvan berusaha bangkit berdiri dari hadapannya Siska.
"Tunggu" Tahan Siska. Dengan malas Elvan melihat kearah Siska, "Aku akan mengantar mu pulang, berikan kunci mobil mu".
"Tidak usah, terima kasih" Perginya meninggalkan Siska. Lalu Elvan memasuki mobil sportnya, "Aarrrhh.. Aku benar-benar sangat mabuk" Gumamnya sambil memijit pelipis ya.
****Tok****.. Tok..
Elvan membuka jendela kaca mobilnya, "Ada apa?" Tanyanya.
"Butuh jasa supir?".
"Tidak" Jawab Elvan menutup kembali jendela kaca mobilnya. "Disaat seperti ini aku tidak bisa membawa mobil" Elvan pun memilih untuk istirahat sebentar di dalam mobil.
Jam 4 pagi Elvan terbangun dari tidurnya, "Aahhh.." Dengan kepala pusing Elvan memijit keningnya. Setelah itu Elvan menyalakan mesin mobilnya dan segera meninggalkan pekarangan club tersebut.
__ADS_1
Sesampainya Elvan di mension, ia menyuruh petugas yang berjaga disana untuk memarkirkan mobilnya dan ia langsung naik kelantai atas dimana semua anggota keluarga belum ada yang terbangun.
Ceklek!!
"Nia" Gumam Elvan menaiki tempat tidur mereka dan menarik tubuh Tania kedalam pelukannya sampai membuat Tania terbangun dari tidurnya.
"Astaga Elvan" Kaget Tania mencium bau mulut Elvan. "Kamu habis dari mana Elvan? kenapa kamu bau alkohol".
"Diamlah Nia, aku sangat mengantuk" Jawab Elvan menarik tubuh Tania kembali kedalam pelukannya.
Tania menarik nafas panjang, ia benar-benar tidak tahan dengan aroma tubuh Elvan yang sangat tidak sedap. "Tidurlah Elvan, tapi aku mohon lepaskan tubuh ku" Kesal Tania melepaskan pelukan Elvan. Kemudian Tania menatap wajah Elvan yang lelah, "Ternyata kamu memilih pergi untuk menghilangkan beban pikiran mu, maaf jika aku salah Elvan" Sedih Tania mencium keningnya Elvan dan menyelimuti tubuhnya.
.
Pagi harinya sejak kepulangan Elvan Tania tidak bisa lagi menutup kedua matanya kembali hingga kini Tania memilih keluar dari dalam kamar dimana saat ini sang mama mertua sedang menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga besar mereka.
Sejak menikah dengan Vicky, Amira selalu membantu pelayan yang ada di dalam rumah mereka meskipun Vicky sudah melarangnya. Namun Amira tidak suka kalau dia tidak turun tangan. "Selamat pagi ma" Sapa Tania.
"Pagi sayang, kamu sudah bangun? ini masih jam 06.29 pagi".
"Nia mau membantu mama nyiapin sarapan pagi, lagian hari inikan libur ma".
Amira tersenyum senang, "Tidak apa-apa kan sayang kalau kamu bantu mama nyiapin sarapan pagi di taman belakang?".
"Iya ma, mana yang bisa Nia bantu?".
"Tidak banyak-banyak sayang, kamu bawa itu saja nanti sisanya biar bibi saja yang membawanya".
"Iya ma" Angguk Tania.
Hingga kini telah menunjukkan pukul 7 pagi dan satu persatu anggota keluarga berdatangan ke taman belakang, "Pagi semuanya" Sapa Zita yang ikut bergabung di sana.
"Pagi kak, Kia ya mana?" Tanya Tania tak melihat Saskia turun bersama dengan sepasang suami istri tersebut.
"Sebentar lagi Kia turun Nia".
"Oohh" Angguk Tania.
"Lalu Elvan mana Nia? kakak tidak melihatnya?" Tanya balik Chico.
"Elvan masih tidur kak, dia pulan.." Gantung Tania tak ingin menimbulkan masalah antara Elvan dan keluarganya.
"Kenapa Nia?" Tanya Amira.
"Aahh.. Tidak ma" Jawab Tania menggeleng".
"Kamu bangunin Elvan ya sayang, disaat seperti ini sangat enak bersama dengan anggota keluarga".
__ADS_1
"Iya ma" Angguk Tania segera menuju kamarnya dan Elvan.