SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 28


__ADS_3

Dirumah sakit, Elvan sedang memperhatikan jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 8 malam. "Yola, harus pulang, cepat sembuh yah" Bangkitnya dari atas kursi yang berada di samping Yola.


"Kamu mau kemana Elvan? tolong jangan tinggalkan aku" Tahan Fayola dengan mata sendu.


"Maaf, tapi aku harus pulang Yola, takut juga suami mu datang secara tiba-tiba".


"Tidak, dia tidak akan datang kemari El, dia tidak akan perduli dengan ku, jadi please tolong jangan tinggalkan aku".


Dengan lembut Elvan melepaskan tangan Fayola, lalu ia tersenyum. Setelah itu Elvan pergi begitu saja dan di susul oleh kedua sahabatnya. "Elvan" Teriak Fayola. "Elvan" Teriaknya kembali. "Aarrrkkhhh" Kesal Fayola meremas sprei tidurnya.


Begitu mereka bertiga berada di luar, "Elvan" Tahan Jerry menghentikan langkahnya.


"Mmmm" Gumam Elvan melihat ya.


"Itu, itu Elvan" Tunjuk Jerry kearah kedua orang tua Fayola yang baru tiba. "Bagaimana ini? kita ketahuan" Khawatir Jerry.


Dengan tatapan sangat marah Reynard papanya Fayola menghampiri mereka dan menampar wajah Elvan sangat kuat sampai membuat Jerry dan Rizal di buat merinding.


PPPLLAAKK..


"Berani-berani ya kamu masih menemui putri ku, kamu pikir kamu siapa haaahhh?" Bentaknya menampar wajah Elvan kembali. Dan kali ini Elvan benar-benar terdiam tampa melawan Reynard. "Dasar anak tidak tau di untung, apa ajaran orang tua mu seperti ini?".


"Hentikan, jika anda ingin memarahi saya, cukup saya saja dan tolong jangan sampai anda membawa-bawa kedua orang tua saya" Ujar Elvan dengan tajam.


Reynard menyeringai, lalu ia menatap Elvan dengan tajam. "Sekali lagi kamu ketahuan dengan saya, maka saya tidak akan segan-segan lagi untuk menghancurkan masa depan mu, ingat itu" Ancamnya meninggalkan mereka bertiga.


Elvan tersenyum sampai membuat kedua sahabatnya itu keheranan, "Elvan, kamu baik-baik saja?" Tanya Jerry khawatir.


"Apa menurut mu aku baik-baik saja Jerry?".


"Tidak Elvan" Geleng Jerry.


Kemudian Elvan menarik nafas panjang dan membuangnya, "Ayo.. Aku sangat lelah sekali" Jalan ya kembali.


"Elvan tunggu" Tahan Rizal.


"Ada apa?".


"Sebaiknya kita mengompres wajah mu dulu Elvan sebelum pergi" Jawab Rizal menunjuk kearah kedua pipi Elvan yang bermerah.


"Iya Elvan, kamu mau kalau kedua orang tua mu nantinya melihat kedua pipi mu seperti ini?" Sambung Jerry.


"Ck" Kesal Elvan menyentuh wajahnya. "Tidak apa-apa, kalian pulanglah duluan, aku akan naik taksi pulang kerumah".

__ADS_1


"Kamu yakin tidak ingin diantar Elvan?".


"Iya, kalian pulanglah".


"Baiklah, kalau gitu kami akan pulang duluan" Pergi mereka berdua meninggalkan sang sahabat.


"Mmmm.. kalian hati-hati dijalan".


"Ok bro".


Seperginya Jerry dan Rizal, tiba-tiba saja ponsel Elvan berdering. "Iya ma" Jawab Elvan mengangkat ponselnya.


"El, Nia enggak pulang kerumah, tadi dia sudah izin sama mama kalau malam ini Nia akan menginap di rumah ya".


"Terus ma?".


"Kok terus sih Elvan? yah kamu susul Nia lah kesana, kamu gimana sih?".


"Iya ma" Angguk Elvan mematikan ponselnya.


Sekeluarnya ia dari dalam rumah sakit, Elvan langsung menaiki taksi menuju kediaman keluarga Firan. Tidak membutuhkan waktu yang lama ia telah tiba disana, namun sebelum memasuki rumah Tania ia menyempatkan diri membeli sesuatu untuk ia bawa masuk.


Begitu Elvan mendapatkannya, ia segera masuk kedalam. "Selamat malam tuan muda" Sapa pelayan yang melihat Elvan.


"Iya tuan, ibu dan bapak sedang berada di ruang keluarga".


"Terima kasih bi".


"Sama sama tuan" Angguknya.


Setelah itu Elvan menghampiri kedua mertuanya dan menyapanya dengan ramah, "Pa ma" Salimnya sambil memberikan sesuatu yang ia beli tadi.


"Elvan" Senang Elvina melihat Elvan. "Ya ampun Elvan, kamu tidak usah repot-repot membawa ini".


"Tidak mungkin Elvan datang kemari dengan tangan kosong ma" Senyum Elvan.


"Hahhahaha.. Benar kata Elvan ma, ayok duduk dulu nak" Ujar Alvis.


"Terima kasih pa" Duduknya dihadapan sepasang suami istri itu.


"Kalau gitu mama buat kopi dulu yah, atau kamu belum makan malam Elvan?".


"Elvan sudah makan malam Ma" Jawab Elvan.

__ADS_1


"Oohh.. Jadi mama buat dua gelas kopi saja yah".


"Iya ma" Angguknya.


Lalu Elvan melihat sekitar ruangan, sedangkan Alvis yang mengerti langsung memberitahu Elvan kalau Tania sudah naik keatas. "Mmmmm" Gumamnya tersenyum.


Begitu Elvina selesai menyeduh dua gelas kopinya, ia segera membawanya dan memberinya kepada sang suami dan juga menantunya. "Ayo diminum".


"Terima kasih ma" Ucap Elvan menerima segelas kopinya.


Hampir 30 menit lamanya mereka mengobrol disana, Alvis langsung menyuruh Elvan menghampiri Tania kedalam kamar ya. "Kalau gitu Elvan naik dulu ya pa ma" Izin ya.


"Iya nak Elvan, naiklah" Angguk Alvis dan Elvina.


Sesampainya Elvan di depan pintu kamar Tania, ia tidak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu lalu ia membukanya.


Ceklek!!


"Tania" Panggilnya. Namun yang empunya nama sudah tertidur pulas diatas tempat tidurnya dengan manis. Dengan langkah pelan Elvan menghampirinya dan mendudukan diri disamping Tania, "Ternyata kamu sudah tidur" Senyumnya menyentuh wajah mulus Tania.


Kemudian Elvan meletakkan tasnya di atas meja dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. 15 menit lamanya ia berada di sana, Elvan langsung keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut basah. Sambil mengeringkan rambut, Elvan menyempatkan diri mencek ponselnya sebentar.


Setelah itu Elvan melihat kearah Tania yang masih tertidur pulas, "Apa dia tidak mengetahui kalau suami ya berada disini?" Gumam Elvan dengan manis sambil menunjukkan gigi ratanya.


Lalu ia melangkah dan membaringkan tubuhnya disamping sang istri, "Selamat tidur Tania" Peluknya dari samping.


.


Pagi harinya saat Tania ingin membuka kedua matanya, ia tiba-tiba saja merasakan sebuah tangan kekar menimpah tubuhnya. "OMG.. Apa aku sedang bermimpi lagi? tapi kenapa ini sangat nyata sekali? sedangkan aku saat ini sedang berada di dirumah, tidak mungkin kan kalau tangan ini tangan ya Elvan, ini tidak benar lagi, aku benar-benar sudah sangat sering sekali memimpikan Elvan" Kesal Tania membuka kedua matanya.


"Hhooaammm" Uapnya. Namun tangan kekar itu semakin nyata ia rasakan. "Astaga, tangan ini" Dengan pelan Tania melihat kesamping ya.


"OMG" Kaget Tania mengedip-edipkan kedua matanya. "Ini benar-benar Elvan" Lalu Tania menyentuh wajah Elvan dengan satu telunjuk.


Tania tersenyum mengembang, "Ini benar-benar Elvan" Gumam Tania kembali menyentuh pipi Elvan.


"Jangan menggangu ku Nia, aku sangat mengantuk sekali" Gurau Elvan menarik tubuh Tania kedalam pelukannya.


"Aahhh" Kaget Tania kembali menutup kedua matanya. "Oohh Tuhan, semoga ini tidak mimpi lagi" Doa Tania dalam hatinya.


Seperti tau apa yang sedang Tania ucapkan dalam hatinya, "Kamu tidak sedang bermimpi, jadi tolong biarkan aku tidur 20 menit lagi" Ujar Elvan masih menutup kedua matanya.


"Mmmmm" Angguk Tania sangat bahagia.

__ADS_1


Hari ini adalah hari yang tidak akan pernah Tania lupakan seumur hidupnya, ia sangat bahagia, sangking bahagianya Tania tidak bisa mengeluarkan kata-kata.


__ADS_2