
Varrel tersenyum begitu ia tiba di hadapan Gavin yang sedang melihatnya dengan tajam, "Bisakah kamu menghentikan game mu dan melanjutkannya nanti begitu mata pelajaran kita selesai?".
Tampa ingin menjawab Varrel, Gavin malah melanjutkan game ya yang sempat tertunda, "Nama ku Gavin, dan aku rasa itu jauh lebih cukup untuk perkenalan ya" Ucapnya.
"Mmmm.. Tidak apa-apa, ayo dilanjut" Suruhnya kepada mahasiswa di sebelah Gavin. Hingga kini tiba giliran Elvan yang juga sibuk dengan ponselnya. "Ternyata di kelas ini.." Gantung Varrel saat Elvan langsung memperkenalkan dirinya. "Lagi-lagi bapak memaklumi mahasiswa seperti kalian, ayok lanjut yang di depan ya" Suruhnya kepada Tania.
Dengan pelan Tania bangkit berdiri tampa ingin melihat kepada Varrel yang berada di belakang ya tepat di samping Elvan. "Nama saya Tania Firan" Ucapnya.
"Mmmm.. Depan ya lagi" Suruh Varrel.
Sedangkan dalam hati Tania ia berucap, "Selamat, untung saja dia tidak mengenali ku. Kalau tidak" Gantung Tania saat Varrel tiba-tiba saja berdiri disampingnya sambil menunjukkan senyum manisnya, "Astaga, kenapa dia malah tersenyum lagi kepada ku" Gerutu Tania.
Setelah perkenalan tersebut selesai, Varrel langsung memulai pembelajaran mereka.
.
Jam 12 siang Tania sedang berada didalam kantin bersama dengan Sani yang mulai menempel di dekatnya. "Nia" Panggil Sani.
"Mmmm?".
"Menurut mu siapa diantara Elvan dan pak Varrel lebih tampan?".
"Pak Varrel".
"Masa iya? tapi menurut aku sih jauh lebih tampan Elvan".
"Kenapa?".
"Karna Elvan lebih terlihat gagah dan sepertinya Elvan tipikal laki-laki penyayang".
"Hah.. Penyayang? seperti ya kamu sudah buta Sani".
"Tidak apa-apa kalau aku buta oleh karna cinta ku pada Elvan Nia. Mmm.. Elvan, aku ingin sekali berkencan dengan mu".
"Ckckck" Geleng Tania.
DDDDRRRTTT.. DDDDRRRTTT..
"Iya El" Jawab Tania mengangkat ponselnya.
"Siapa Nia?" Kepo Sani saat Tania menyebut nama El.
"Teman aku Sani, sebentar yah teman aku ada disini" Perginya meninggalkan Sani yang masih berada di dalam kantin.
"Mmmmm" Angguk Sani.
Begitu Tania bertemu dengan kedua sahabatnya ia langsung membawa Elma dan Filia masuk kedalam kantin. "Sani, kenalin ini Elma dan ini Filia sahabat aku" Ucap Tania.
"Hay, kenalin nama ku Sani teman satu kelas ya Tania".
Dengan ramah Elma dan Filia membalas jabatan tangan Sani, "Senang berkenalan dengan mu Sani dan terima kasih telah mau berteman dengan Tania".
"Iya, Tania orang ya menyenangkan".
"Oohh iya, kalian berdua mau makan apa? aku akan memesan ya?" Tanyanya.
__ADS_1
"Seperti biasa ya Nia" Jawab Elma.
"Baiklah, kalian tunggu sebentar yah" Perginya segera memesan makanan untuk kedua sahabatnya itu.
"Ayo duduk" Ucap Sani.
"Iya" Angguk mereka berdua ikut duduk diatas kursi kosong.
"Mmmm.. Berarti kalian berdua mengenal Elvan?" Tanya Sani penasaran.
"Hnmm.. Elvan?" Kaget Elma dan Filia melihat Sani.
"Iya, kalian kok terkejut seperti itu sih?".
"Aahh tidak" Senyum Elma dan Filia menggeleng.
"Tapi kalian berdua mengenal Elvan kan?".
"Iya, emang kenapa?".
"Hehehe.. Aku yakin kalian berdua pasti dekat dengan Elvan seperti Tania yang terlihat dekat dengan Elvan".
"Terus?".
"Boleh tidak kalian memberikan nomor ponsel Elvan pada ku?".
"Apa?".
"Kenapa?".
"Benarkah, atau kalian berdua tidak ingin memberinya?".
"Kami mengatakan yang sejujurnya Sani, bahkan melihat ya dengan jarak dekat saja kami tidak pernah apalagi memiliki nomor ponselnya" Jawab Elma kembali meskipun ia dan Filia telah pernah satu meja makan waktu di rumah Tania.
"Yah.." Kesal Sani melihat kearah Tania yang baru datang. "Aku akan membantu mu Nia".
"Terima kasih Sani, tapi kenapa wajah mu tampak sangat kesal?".
"Lagi-lagi aku tidak berhasil mendapatkan nomor ponsel Elvan Nia".
"Apa?".
"Mmmm.. Aku bertanya kepada kedua sahabat mu ini, namun mereka sama halnya dengan kamu yang tidak memiliki nomor ponsel Elvan".
Tania langsung melirik kearah Elma dan Filia yang sedang mengangkat bahu mereka masing-masing lalu Tania tersenyum. "Lagian kalau kamu mau kenapa kamu tidak langsung minta saja pada orang ya?".
"Kan aku sudah mengatakan pada mu Niaa..".
"Oohh iya aku lupa Sani heheheh".
"Ck, kalau enggak gini saja Nia, gimana kalau kamu yang membantu ku meminta nomor Elvan. Kamu tenang saja aku akan membayar mu seberapa pun yang kamu mau".
"Enggak aahh.. Aku juga punya harga diri sebagai wanita, iya enggak?".
"Iya" Angguk Elma dan Filia.
__ADS_1
"Ck, kalian benar-benar tidak asik" Kesal Sani lagi.
.
Sekarang Tania Elma dan Filia sedang berada di dalam mall hingga kini mereka bertiga berada di dalam bioskop, "Nia, setelah kamu menikah dengan Elvan, kamu tidak berencana gitu punya anak?" Tanya Elma.
"Mmmm.. Berencana sih, tapi bagaimana dengan kuliah ku?".
"Iya juga sih, tapikan kamu masih bisa cuti. Menurut mu gimana Lia?".
"Kalau aku sih kaya kamu Nia, aku mau memiliki anak terlebih dahulu baru lanjut kuliah lagi, kamu enggak takut kehilangan Elvan? kamu lihat sendiri setiap wanita dikampus kamu yang menggilai Elvan".
"Iya juga sih" Angguk Tania.
Selesai film tersebut, mereka bertiga langsung keluar dari dalam bioskop. Namun Tania yang masih memikirkan apa yang tadi Elma dan Filia ucapkan Tania tidak bisa berkonsentrasi.
BBRRAAKK..
"Aakkhh" Pekik Tania kesakitan saat ia menabrak punggung seseorang yang tidak ia kenal. "Maaf-maaf" Tunduknya.
"Iya tidak apa-apa" Senyumnya.
"Astaga aku memalukan sekali" Gumam Tania. Begitu juga dengan Elma dan Filia yang ikut minta maaf kepada pria tersebut sambil menarik tangan Tania. "Aku memalukan sekali yah?".
"Lebih-lebih Nia, lagian kenapa sih kamu sampai nabrak orang segala?" Ujar Elma.
"Heheheh.. Tadi aku enggak fokus, kita beli eskrim yok" Ajaknya berjalan duluan.
"Kamu yang traktir ya Nia?" Tawa Filia.
"Iya" Jawabnya.
.
Sore harinya Tania di antar pulang oleh Elma dan Filia, hingga kedua sahabatnya itu tengah berada di ruang tamu. "Kalian tunggu disini yah aku akan membuatkan jus sebentar".
"Iya Nia".
Seperginya Tania, Elma dan Filia di buat menganga melihat rumah mewah milik mertua sang sahabat. "Wah.. Elvan benar-benar sangat kaya Lia, lihatlah semua isi dalam rumah yah".
"Iya, ternyata kita selama ini telah salah menilai Elvan yang terlihat sangat sederhana".
"Mmmm.. Tania dan Elvan benar-benar sangat serasi".
"Kalian berdua lagi membahas apa?" Tanya Tania yang sedang membawa 3 gelas jus untuk mereka.
"Eehh Nia" Senyum Elma dan Filia menerima jus mereka dari tangan Tania. "Thank you Nia".
"Iya El, lalu apa yang tadi kalian bicarakan?" Masih penasaran Tania saat kedua sahabatnya itu menyebut namanya.
"Kamu beruntung Nia, kamu sangat beruntung mendapatkan Elvan yang sangat sederhana".
"Oohh.. Jadi kalian membahas itu".
"Mmmmm".
__ADS_1
"Aku juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kalian pikirkan kalau aku benar-benar sangat beruntung sekali bisa mendapatkan suami sebaik dan sederhana Elvan".