
Tidak lama kemudian Tania tersadar dengan apa yang kini ia lakukan, lalu ia dengan kuat langsung mendorong tubuh Elvan hingga ciuman itu terlepas.
"Maaf" Senyum Elvan melap sudut bibir Tania. Namun dengan cepat Tania menghempaskan tangan Elvan.
"Aku permisi dulu".
"Nia tunggu dulu" Tetapi Tania yang tidak ingin mendengarnya lagi membuat Elvan hanya bisa menghela nafas panjang.
Tok.. Tok..
"Masuk" Jawabnya dari dalam.
Ceklek!.
"Tuan".
"Ada apa?".
"Maaf tuan, jika saya mengatakan sekarang" Ucapnya dengan wajah linglung.
Elvan mengerutkan keningnya, "Ada apa? kenapa kamu...
DDDRRRTTTTT... DDDRRRTTTTT..
"Mmmmm?" Jawab Elvan mengangkat ponselnya.
"Elvan, apa kamu sudah tau kabar angin itu?".
"Alona?".
"Wah, kamu tidak menyimpan nomor ku? ckckck baiklah tidak apa-apa, sekarang bukalah ponsel mu".
Elvan melihat asistennya yang sedang berdiri dihadapannya, lalu ia membuka situs yang baru saja Alona ucapkan, dan benar sekali sesuatu diluar dugaan Elvan telah terjadi kepada Jessi.
"Bagaimana Elvan, apa kamu sudah melihatnya?" Senyum Alona dari sebrang sana.
Bukannya menjawab, Elvan malah mematikan ponselnya hingga media-media saat ini telah berada di depan perusahaanya untuk meminta klarifikasi mengenal kasus yang menimpa Jessi yang terciduk tidur bersama dengan seorang anak dari pengusaha kaya raya.
"Apa yang harus saya lakukan tuan?".
"Hhmmsss.. Saya tidak tau. Kamu beritahu yang lainnya, jangan sampai ada yang membuka suara mengenai kejadian ini".
__ADS_1
"Baik tuan" Angguknya.
Sedangkan di perusahaan TQ group saat ini Alona sedang tertawa puas begitu usaha yang selama ini ia rencanakan berhasil, "Rasain kamu Jessi, kamu pikir selama ini aku tidak tau kalau kamu sedang bermain di belakang Elvan? haaahhh.. Kini saatnya kamu jatuh setelah kamu mendapatkan apa yang selama ini kamu inginkan dan aku akan menikah Elvan begitu kalian berdua bercerai hahahaha.. Aku jadi tidak sabar ingin menikahi Elvan, selamat tinggal Jessi".
Tok.. Tok..
"Iya".
Ceklek!.
"Buk Alona di panggil tuan Robert sekarang keruangannya".
"Mmmmm" Angguk Alona segera menuju ruangan Robert yang kini sedang kacau. Begitu ia tiba di sana. "Pa" Panggilnya.
"Duduk" Ucap Robert.
Alona mendudukan diri diatas sofa, "Ada apa? kenapa papa..
"Apa pun caranya kamu harus menghentikan media itu sekarang juga dan bawa Jessi kehadapan ku. Berani-beraninya anak kurang ajar itu mempermalukan ku".
"Baik pa, Alona akan menghentikan pihak media dan membawa Jessi pulang kerumah".
"Mmmmm.. Kerjakan sekarang juga".
.
Tania yang sudah meninggalkan perusahaan TAESAN group, di dalam mobil ia dibuat keheranan saat ia melihat beberapa awak media berada di depan perusahaan. "Yah, kamu tau kenapa media banyak sekali di depan perusahaan TAESAN group tadi?" Tanyanya kepada sekretarisnya itu.
"Buk Nia tidak tau apa yang telah terjadi?".
"Tidak tau" Jawab Tania menggeleng.
Sekretarisnya langsung memberitahu Tania apa yang telah membuat awak media berada di depan perusahaan TAESAN. "Astaga, ini serius?".
"Mmmmm.. Padahal jaman sekarang perselingkuhan seperti itu sudah menjadi hal biasa, namun karna dia istri dari perusahaan TAESAN group jadi ia selalu tersorot dan juga dianya putri dari TQ group. Astaga, aku tidak bisa membayangkan seberapa kayanya dirinya tapi masih saja berselingkuh dari suaminya. Aahh, buk Nia tau enggak?".
"Apa?".
"Suaminya sangat tampan sekali bak seorang pangeran dari negeri dongen dan dia juga berasal dari indonesia loh buk. Kalau enggak salah dia itu putra bungsu dari tuan Sandoro yang kini mempunyai perusahaan raksasa di negeri kita. Wah, aku benar-benat tidak bisa bayangin enaknya hidup dia".
"Hhhmmsss.." Dengus Tania menatap kearah jendela kaca mobil tersebut.
__ADS_1
"Satu lagi, buk Nia tau enggak kalau dia sudah pernah menikah? tapi entah kenapa mantan istrinya itu di hilangkan dari media. Menurut buk Nia apa alasan mantan istrinya tidak pernah dibahas?".
"Tidak tau" Jawab Tania tampa melihat kearahnya.
"Apa karna mantan istrinya itu juga berselingkuh darinya?".
"Yah.." Bentak Tania sampai membuat sekretarisnya itu dan juga si supir taksi ikut terkejut. "Kamu itu kalau ngomong jangan asal ngomong. Ck" Kesal Tania.
"Maafkan saya buk" Tunduknya. Kemudian ia ikut menatap kearah luar jendela kaca mobil, "Ada apa dengannya? aku kan cuma membahas mantan istrinya kenapa buk Nia yang marah-marah seperti itu?".
Setibanya mereka di hotel, Tania menyambar ponselnya begitu Jasmin tiba-tiba menelponnya. "Iya kak Jasmin?".
"Nia.. Nia.. Kamu tau apa yang terjadi?".
"Maksud kak Jasmin?" Bingung Tania.
"Itu Nia, menyangkut mantan suami mu yang saat ini istrinya ketahuan berselingkuh dengan pria lain. Kamu tau itu? sekarang perusahaan Sandoro juga sedang ikut terserat mengenai kasus itu".
"Mmmmm" Gumam Tania.
Mendengar dari suara Tania membuat Jasmin menebak kalau Tania sudah mengetahui apa yang sedang terjadi, "Kamu baik-baik saja Nia?".
"Tentu saja Nia baik-baik saja kak Jasmin. Aahh iya, tadi Ansel menelpon ku katanya dia tidak bisa tidur. Apa dia sudah tidur kak?".
"Ansel sudah tidur Nia, kalau gitu aku tutup dulu".
"Iya kak" Angguk Tania meletakkan ponselnya diatas tempat tidur. Kemudian ia membaringkan tubuhnya yang lelah, "Aahh bodoh amat, untuk apa juga aku harus perduli dengannya? itu pelajaran buat dia karna telah menghianati aku".
.
Malam harinya, pihak media masih saja menunggu kedatangan Elvan untuk memberikan klarifikasi mengenai kasus perselingkuhan istrinya. Hingga tampa mereka sadari kalau Elvan tidak berada disana lagi.
Di kediaman keluarga Robert, Jessi dan Elvan telah berada di atas sofa yang berada di ruang keluarga dan juga yang lainnya. "Nak Elvan" Panggil Robert dengan lembut.
"Iya" Jawabnya melihat Robert yang sedang melihatnya dengan tatapan sendu.
"Apa yang harus kami lakukan mengenai kasus ini? papa tidak mau kalian berdua bercerai, tidakkah kalian memikirkan Rachel yang sebentar lagi akan tumbuh dewasa".
"Maaf pa, Elvan tidak bisa" Ucapnya melihat kearah Jessi yang juga sedang melihat kearahnya. "Sekali istri mu ketahuan berselingkuh maka sampai selamanya pun ia akan tetap melakukannya. Jadi untuk apa aku harus mempertahankannya?".
Lalu ibu Jessi menggenggam kedua tangan Elvan dengan erat, "Tolong, tolong nak Elvan maafkan istri mu sekali ini saja yah. Mama janji sama kamu kalau kejadian ini tidak akan terulang lagi, jadi tolong berikan Jessi satu kesempatan lagi".
__ADS_1
Alona yang melihat ibunya sedang memohon kepada Elvan oleh karna perbuatan anaknya yang tidak tau diri itu membuat ia sangat kesal kepada Jessi. "Dasar tidak tau di untung, kalau aku setuju kepada Elvan. Ayo Elvan ceraikan Jessi dan hiduplah bahagia bersama ku, karna aku tidak akan pernah seperti Jessi. Iya kali pria baik dan tampan seperti mu di sia-sia-in" Ucap Alona dalam hati.