SUAMI DINGIN TANIA

SUAMI DINGIN TANIA
Bab 98


__ADS_3

Sepulangnya Elvan dan Jessi dari kediaman Robert mereka berdua langsung kembali pulang kerumah, "Elvan tunggu" Tahan Jessi begitu Elvan menaiki anak tangga.


"Mmmm.. Ada apa?".


"Tolong maafkan aku" Jawabnya menunduk dengan mata berkaca-kaca. "Aku mohon Elvan, tolong jangan ceraikan aku, aku janji kejadian ini tidak akan terulang lagi. Jadi aku mohon Elvan, tolong berikan aku satu kesempatan lagi".


Elvan tersenyum menyeringai, "Tidak akan, bukankah ini yang kamu inginkan dari ku?".


"Bukan seperti itu Elvan".


"Jadi?".


"Aku mencintai kamu Elvan, hanya kamu pria yang aku cintai di dunia ini. Kejadian itu hanya kecelakaan yang tidak aku sadari. Jadi tolong Elvan, tolong berikan aku satu kesempatan lagi atau anggap saja ini semua demi Rachel putri kita".


Elvan tertawa kecil melihat Jessi yang sedang memohon, "Putri kita? sejak kapan kamu mengakui Rachel putri mu hhmmm?".


"Mau seperti apa pun Rachel tetap putri ku dan kamu Elvan meskipun dia tidak lahir dari rahim ku".


"Hentikan omong kosong mu itu. Aku lelah, aku butuh istirahat" Ucapnya pergi meninggalkan Jessi yang masih menangis dilantai bawah.


"Tunggu Elvan, jangan bilang kamu ingin kembali lagi dengan mantan istri mu itu. Hahh, jangan harap aku akan membiarkan mu kembali lagi dengannya".


"Terserah".


"Elvan.. Elvan.." Teriak Jessi begitu Elvan tidak ingin mendengarkannya lagi.


Didalam kamar, Elvan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan berkeringat meskipun ia tidak melakukan pekerjaan yang membuat ia berkeringat. Setelah ia selesai, Elvan memakai pakaian santainya lalu ia mendatangi kamar Rachel yang sudah terlihat gelap.


Kemudian dengan pelan, Elvan berjalan mendekati tempat tidur putrinya itu dimana Rachel yang sudah terlelap dalam mimpinya. Namun saat Rachel merasakan sentuhan tangan lembut Elvan membuat ia membuka kedua matanya, "Daddy".


"Sepertinya daddy menggangu tidurnya Rachel".


Rachel tersenyum lebar, "Kenapa daddy datang kemari?".


"Karna daddy merindukan putri daddy".


"Benarkah?".


"Mmmmm.. Sekarang Rachel tidur lagi yah. Besok Rachel bisa terlambat bangun".


"Iya daddy, selamat tidur" Rachel kembali menutup kedua matanya.


Begitu Rachel tertidur kembali, tidak lama kemudian Elvan juga ikut tertidur di samping Rachel. Sedangkan Jessi yang sedang melihatnya dari ambang pintu hanya bisa menghela nafas panjang sambil menyesali apa yang selama ini telah ia perbuat. Namun mengingat Elvan yang tidak bisa memaafkan dirinya membuat Jessi berpikir kalau Elvan akan kembali lagi dengan mantan istrinya, "Tidak, itu tidak boleh terjadi" ia akan mencari tahu keberadaan mantan istrinya saat ini dan bersumpah tidak akan membiarkan Elvan bersatu lagi dengannya.

__ADS_1


Begitu matahari terbit, Elvan dan Rachel langsung membuka kedua mata mereka saat cahaya matahari itu memasuki jendela kaca kamar Rachel. "Daddy? kenapa daddy tidur disini?".


"Daddy ketiduran" Jawab Elvan mencium keningnya. Kemudian Rachel memicingkan kedua matanya seperti orang dewasa yang sedang mencari tahu dari raut wajah Elvan. "Hahahah.. Daddy mengatakan yang sebenarnya".


"Daddy berbohong, sudah jelas Rachel melihat diwajah daddy sedang menunjukan kebohongan".


"Wah.. Sejak kapan putri daddy ini menjadi cenayang?".


"Mmmmm.. Saat daddy terlihat seperti ini".


Elvan tersenyum, lalu ia menyuruh Rachel mandi karna kali ini ia akan mengantar Rachel ke sekolahnya. Setelah Rachel selesai, ia segera menghampiri Elvan yang sedang menunggunya di maja makan.


"Pagi semuanya" Sapa Rachel.


"Pagi" Balas Elvan.


"Hhhmm? kapan mommy pulang? kok Rachel enggak tau".


Jessi tersenyum manis membawa Rachel duduk disebelahnya, "Rachel mau sarapan apa?".


"Seperti biasa saja mommy" Jawab Rachel.


"Inih, makan pelan-pelan saja. Pagi ini mommy yang akan ngantar Rachel ke sekolah".


"Tidak usah mom, pagi ini daddy yang akan ngantar Rachel ke sekolah. Mommy langsung saja ke kantor".


Rachel melihat kearah Elvan yang sedang mengangguk, "Baiklah kalau gitu, terima kasih banyak ya mom sudah mau ngantar Rachel ke sekolah".


"Iya sayang, ayo di habisin".


"Iya mom" Angguk Rachel melahap sarapannya sampai habis.


.


Di dalam kantornya, Elvan masih saja menghindari awak media yang semakin banyak menunggu di depan perusahaanya. "Tuan, meeting kali ini apa tidak sebaiknya kita batalkan saja?".


"Jam berapa sekarang?".


"Jam 8 lewat 37 menit tuan dan satu persatu client sudah berada di ruang rapat".


Elvan menatap keluar jendela kaca ruangannya sambil memasukan kedua tangannya kedalam kanton celana. "Apa yang terjadi di Indonesia?".


"Perusahaan keluarga tuan saat ini sama hal seperti yang terjadi disini tuan, namun tuan Vicky dan tuan Chiko tidak memberikan klarifikasi mengenai kasus ini. Mereka juga menghindari awak media".

__ADS_1


"Mmmm...".


"Dan satu lagi tuan, kemarin tuan Vicky menghubungi saya. Beliau bertanya tuan sedang dimana, kenapa ponsel tuan tidak bisa di hubungi".


"Mmmm.. Beritahu kepada mereka kalau untuk saat ini saya tidak ingin diganggu".


"Baik tuan".


"Sekarang sudah jam berapa?".


"Jam 8 lewat 52 menit tuan".


"Hhhmmsss.. Tidak terasa waktu berlalu secepat itu. Kamu sudah menyiapkan berkasnya?".


"Sudah tuan. Apa tuan yakin akan menghadiri meeting ini? saya takut mereka akan betanyak mengenai masalah rumah tangga tuan".


"Mereka tidak akan bertanya mengenai hal itu. Ayok" Jalannya segera menuju ruang aula dimana client lainnya telah menunggunya disana.


"Pagi tuan Elvan" Ucap mereka menunduk.


"Pagi" Balasnya melihat mereka semua yang sudah berada di atas kursi masing-masing hingga kedua matanya melihat kearah Tania yang terlihat tidak perduli. "Terima kasih untuk kalian semua telah hadir pada pagi hari ini tampa kendala, dan untuk 3 hari kedepannya meeting tetap akan berjalan dengan lancar seperti hari ini. Sekarang bisa kita mulai?".


"Bisa tuan" Angguk mereka.


Elvan mendudukan diri diatas kursinya, lalu ia membuka proposal yang akan mereka bahas. Setelah itu ia memberikan proposal tersebut kepada asistennya untuk dipersentasikan.


Sambil menunggu asistennya selesai bicara, Elvan menyempatkan diri melihat Tania kembali. "Ada apa dengannya? kenapa dia melihat ku seperti itu terus?" Batin Tania merasa tidak nyaman. "Jangan bilang sekarang kamu menyesal meninggalkan ku. Apa yang kamu tabur itu yang akan kamu tuai Elvan. Jadi terimalah apa yang sudah menimpa keluarga mu".


Selesai asisten Elvan berbicara, baru ia yang akan berbicara dihadapan mereka. "Saudara Tania presdir dari perusaan A&E group" Ucapnya melihat Tania.


"Iya" Jawab Tania.


"Saya baru saja mendapatkan email dari perusahaan anda, bahwasanya anda saat ini sedang mengusulkan kenaikan harga saham. Apa itu benar?".


"Iya tuan" Angguknya.


"Bagaimana dengan pemasaran AE group?".


"Karna pemasaran dari produk kami semakin hari semakin meningkat, jadi saya dan direktur marketing sepakat untuk menaikan harga saham 50% dari perusahaan kami".


"Menurut anda, apa itu tidak berlebihan?".


"Saya rasa tidak".

__ADS_1


"AE group adalah perusahaan lama yang sudah semakin tahun semakin maju. Tapi menurut saya, anda tidak boleh menaikan harga saham sedrastis itu, karna kita tidak tau kapan harga pasar menurun. Silahkan pertimbangkan kembali".


"Baik tuan" Angguk Tania.


__ADS_2