
Didalam kamar Tania sedang berada di atas balkon sambil menikmati pemandangan indah pada malam hari.
Ceklek!!
"Hhmmm? itu pasti Elvan" Senyum Tania memasuki kamar. Dan benar sekali Elvan lah yang memasuki kamar mereka. "Kamu sudah pulang?" Tanyanya menghampiri sang suami.
"Mmmmm" Gumam Elvan meletakkan tasnya diatas sofa. Kemudian ia memasuki kamar mandi dan membiarkan Tania berdiri disana.
"Sepertinya Elvan sangat lelah sekali" Gumam Tania melihat kerah kamar mandi. Lalu Tania memungut tas Elvan dan meletakkannya di tempat yang seharusnya.
Setelah itu Tania menunggu Elvan diatas sofa, hampir 20 menit lamanya yang ditunggu-tunggu belum keluar dari sana. "Kenapa Elvan belum keluar yah? inikah sudah 20 menit lamanya" Batin Tania melihat jam ponselnya.
Saat Tania bangkit berdiri dari atas sofa yang ditunggu pun telah membuka pintu kamar mandi. Tania tersenyum, "Ternyata dia keluar juga".
"Kenapa?" Tanya Elvan melihat Tania.
"Tidak, kenapa kamu lama sekali di dalam kamar mandi?" Tanyanya sedikit penasaran.
"Haruskah aku menjawabnya?" Tanyanya balik melihat Tania.
Tania yang mengerti langsung menggeleng.
"Besok, kamu sudah bisa masuk kuliah di kampus baru mu" Ujar Elvan memberikan formulirnya ke tangan Tania.
"Benarkah?" Tanyanya dengan mata berbinar-binar.
"Mmmmm".
"Terima kasih banyak ya Elvan, kamu benar-benar malaikat penolong aku" Senangnya melihat Elvan.
.
Pagi harinya Tania dan Elvan telah bersiap-siap menuju kampus, namun sebelum berangkat kuliah mereka tidak lupa menikmati sarapan pagi bersama dengan keluarga Sandoro.
"Selamat pagi semuanya" Sapa Tania mendudukan diri diatas kursi yang selalu ia gunakan.
"Pagi juga Nia" Balas mereka.
"Bibi" Panggil Saskia.
"Iya Kia" Jawab Tania melihatnya.
"Kia dengar bibi pindah kampus ya bersama dengan paman?".
"Mmmm.. Kia tau dari mana?".
"Oma, mama dan semuanya, lalu kenapa bibi dan paman sampai pindah kampus?" Tanyanya seperti orang dewasa.
Sedangkan keluarga yang mendengar pertanyaan Saskia langsung tertawa, "Apa Kia penasaran?" Tanya Elvan.
"Iya paman" Angguknya.
__ADS_1
"Jawabannya karna paman dan bibi ingin mencari suasana baru di tempat lain, sama halnya dengan Kia yang sempat pindah sekolah kemarin".
"Oohh" Angguk Kia mengerti.
"Hahahaha" Tawa mereka kembali melihat Saskia.
Setelah mereka selesai sarapan, satu persatu anggota keluarga telah berangkat kerja, hingga kini Elvan dan Tania lah yang masih berada di depan rumah. "Kamu mau naik motor ini?" Tanyanya kepada Tania.
"Mau" Jawabnya bersemangat.
"Ayok" Elvan menaiki sepeda motor bututnya dan juga Tania. "Pegangan yang kuat, nanti kamu bisa jatuh".
"Siap" Peluknya dari belakang.
Elvan tampak tersenyum tipis, lalu ia menjalankan sepeda motornya menuju kampus baru mereka.
Tidak menghabiskan waktu yang lama, mereka telah tiba disana. "Turun" Ujar Elvan.
"Iya" Turunnya dari sepeda motor butut Elvan. "Wah.. Kampusnya tidak beda jauh dari kampus lama kita Elvan" Ucapnya tampa menyadari Elvan yang telah pergi dari sana. "Hhmmm? dia kemana?" Carinya melihat keberadaan Elvan. "Ck.. Dia meninggalkan aku lagi" Kesalnya memasuki kampus tersebut.
Sambil mencari-cari fakultas ekonomi Tania tampak sangat dibuat kebingungan dengan lika-liku kampus baru ya itu, Lalu Tania menanyai salah satu mahasiswi disana, "Permisi" Sapanya.
"Iya" Jawab mereka.
"Mmmmm Fakultas ekonomi dimana yah?" Tanyanya.
"Anak baru yah?".
"Iya".
"Oohh.. Terima kasih banyak yah" Senyum Tania.
"Iya" Angguk mereka.
Sambil mengikuti petunjuk yang mahasiswi itu beritahu tadi, tiba-tiba saja Tania telah melihat Elvan berada di ujung lorong sana dan sama halnya seperti kampus lamanya setiap pagi para mahasiswi selalu menatapnya dengan tatapan kagum.
"Dasar wanita-wanita genit" Umpat Tania dalam hatinya. Hingga kini Tania telah melihat Elvan memasuki ruangannya, dan seketika wanita-wanita yang mengangumi Elvan langsung berhenti tampa Tania tau alasan mereka tidak menyukainya lagi. "Aneh" Gumamnya kembali berjalan.
Kemudian Tania mencari kelasnya, "Manajemen E dimana yah?".
Saat Tania sedang mencari kelasnya, 3 orang wanita cantik menghalangi jalannya. "Kamu pasti mahasiswa baru disini?" Tebaknya.
"Iya" Jawab Tania.
"Semester berapa kamu?" Tanyanya dengan angkuh.
"Semester 6" Jawab Tania.
"Manajemen berapa?".
"Disini dibuat manajemen E".
__ADS_1
"Hahahahahah" Tawa mereka bertiga langsung. "Ckckck.. Sepertinya kamu mahasiswa bodoh sama seperi laki-laki itu tadi, hhmmsss" Dengusnya menggeleng melihat Tania.
"Apaan sih" Kesal Tania dalam hatinya.
"Sanah pergi" Usir mereka.
"Permisi" Tania segera pergi dari hadapan mereka bertiga, hingga kini ia telah menemukan kelasnya. Saat memasuki ruangannya Tania tampak sangat terkejut melihat Elvan yang sudah duduk diatas kursinya dengan santainya sambil memainkan ponselnya.
"OMG.. Ini benar-benar Elvan? hahahha.. Astaga aku dan Elvan satu kelas hahhahaha" Tawa Tania dalam hatinya.
Hingga mahasiswa lainnya memasuki ruangan itu, "Wah.. Sejak kapan wanita cantik berada di dalam kelas kita?" Ucap salah satu mahasiswa yang baru masuk tersebut.
"Hay" Sapa Tania ramah.
"Hay" Balasnya dengan senyum penuh arti. "Kamu mahasiswa baru disini ya cantik?".
"Iya, nama ku bukan cantik tapi nama ku Tania" Jawabnya.
"Tania?".
"Iya" Angguknya.
"Lalu dimana tempat duduk mu nona cantik?".
"Belum tau, aku baru tiba disini".
"Ooohhh.. Bagaimana kalau kamu duduk di kursi ku saja?" Tawarnya.
Teman satu kelasnya pun langsung bersorak mengejeknya. "Hhhhuuuuhhhhh" Teriak mereka tertawa.
"Ckckck.. Kamu tidak usah mendengarkan mereka" Senyumnya melihat Tania.
"Aahh iya" Angguk Tania. Lalu ia melihat Elvan yang sedang menatap tajam kearahnya kemudian ia melihat kursi kosong yang berada di depan Elvan. "Permisi, sepertinya dosen akan segera datang" Jalannya menghampiri kursinya.
Si pria tersebut menyeringai melihat Tania, dan tampaknya Tania tidak merasa takut atau pun merasakan sesuatu yang akan mengganggunya. "Tidak perduli dengan mereka, selagi Elvan berada di dekat ku, semua akan baik-baik saja" Gumam Tania meletakkan tasnya diatas meja.
Tania yang tidak perduli dengannya, ia sedikit merasa kesal kepada Tania, "Perhatian semuanya" Ucapnya kepada mereka semua.
"Hhhuuuuu" Teriak mereka kembali tertawa.
"Kalian bisa dengarkan saya apa tidak?" Bentaknya.
"Baiklah Gavin, kami akan mendengar kan mu" Jawab mereka.
Tania yang mendengar namanya, "Oohh.. Jadi namanya Gavin" Batinnya melihat Gavin yang sedang menatapnya dengan tajam. "Hhmmm? ada apa dengan ya? kenapa dia melihat ku seperti ini? dasar manusia aneh".
Kemudian Gavin memanggil Tania, "Kamu, anak baru".
Tania yang tidak merasa, ia tidak menjawabnya dan memilih memainkan ponselnya untuk memberitahu kabarnya kepada Elma dan Filia.
"Wah.. Sejarah saya berada di kampus ini, baru kali ini saya diabaikan seperti tidak di anggap di muka bumi ini" Ucapnya dengan tajam.
__ADS_1
Mahasiswa yang lainnya langsung melihat kearah Tania, dan lagi-lagi Tania tidak perduli dan masih asik dengan ponselnya.
"Apa yang sedang dia lakukan? sepertinya dia tidak takut sama sekali kepada Gavin" Bisik mereka yang melihat Tania.