Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Berita Duka (Season 2)


__ADS_3

Sebulan telah berlalu.


Hari ini rafan akan berangkat ke London untuk mengikuti tes ujian masuk universitas beberapa hari lagi.


Semua keluarganya mengantar kepergiannya ke bandara.


"sayang apa kamu yakin mau kuliah disana?" tanya amelia sedih


"iya ma, agar rafan juga bisa sering-sering melihat oma buyut dan om alex" kata rafan


"kamu jaga diri disana ya" kata arka


"iya pa" kata rafan


"ra, terus kalo lo disana siapa dong temen berantem gue" refan terlihat menutupi kesedihannya.


"kayak anak kecil aja lo" rafan memukul tangan refan lalu memeluknya


"kak, jaga kesehatan kakak ya, jangan pacaran disana" kata syifa yang membuat mereka semua tertawa


"anak kecil, kok udah bilang bilang pacaran, harusnya kamu yang diwaspadai" kata rafan mengejek


"kak rafaaaaan" kata syifa ngambek


"iya iya sini sayang" rafan memeluk adiknya yang manja itu dengan erat.


"kamu jagain mama ya jangan bikin mama sedih apalagi marah" bisik rafan.


syifa mengangguk tersenyum.

__ADS_1


"adel mana ra?" tanya arka


"adel mau jemput orang tuanya dibandara xxx pa, soalnya hari ini orang tuanya pulang" kata rafan


"oh , syukurlah dia kan sudah bertahun tahun gak ketemu sama orang tuanya" kata amelia


"yauda ma, pa, re, syi rafan berangkat ya" kata rafan memeluk mereka satu per satu.


saat akan melangkah tiba tiba terdengar teriakan dari jauh memanggil nama rafan.


rafan membalik badan dan ternyata Livia tetangga adelia yang tengah berlari menuju tempatnya.


Livia telah sampai dihadapan rafan. dia ngos ngosan dan sedang mengatur nafas. semua heran melihatnya.


"ada apa liv" tanya rafan heran


"adel ra, hah hah hah" livia masih mencoba mengatur nafasnya.


"ra, adel ra, dia. orang tuanya" livia menggantung kata katanya.


"kenapa liv?" rafan semakin cemas.


"barusan gue dapet kabar dari pembantu adel kalau pesawat yang ditumpangi orang tua adel mengalami kecelakaan dan jatuh k laut. dan........" livia berhenti bicara


"kenapa liv?" tanya rafan makin cemas


"semua penumpang dinyatakan meninggal" kata livia dengan suara pelan


"apa???" rafan melotot tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

__ADS_1


orang tua rafan dan refan serta syifa kaget juga sedih mendengarnya.


"jadi sekarang adel dimana?" tanya rafan


"dia masih di bandara xxx. dia masih syock dan nggak mau kemana mana juga nggak mau bicara sama siapapun" kata livia


rafan segera berlari meninggalkan mereka.


yang lain mengikutinya juga membawakan kopernya. rafan menyetop taksi lalu menuju ke bandara tersebut. sedangkan keluarganya menaiki mobil pribadi.


rafan terlihat sangat kalut, dia terus memikirkan adel.


20 menit kemudian sampailah dia di bandara tersebut. disana banyak sekali orang yang memadati bandara itu. ada yang merupakan keluarga korban. ada juga yang hanya ingin mengecek kebenaran berita tersebut.


rafan berlari mencari celah agar bisa masuk. dia terus memanggil nama adel. menelponnya namun tidak diangkat. rafan seperti orang bingung. dia menuju ruang tunggu di bandara tersebut. matanya menyapu seluruh ruangan mencari keberadaan adel.


rafan terus mencari hingga akhirnya dia melihat sesosok gadis sedang meringkuk disudut ruangan.


dia mendatanginya. dan benar saja itu adelia yang duduk dengan posisi wajahnya dibenamkan diatas lutut.


rafan mendekatinya perlahan. dia berlutut lalu di sentuhnya kepala adelia yang masih menunduk. adelia mendongak dan segera dia memeluk rafan. tangisnya pecah didalam pelukan rafan.


rafan mendekap erat tubuh adelia. dia juga ikut menangis merasakan kesedihan adelia.


"ra, ayah sama bundaaaaaaa" adelia terus menangis


"iya del, sabar ya ini semua cobaan buat lo, gue ada disini buat lo. lo harus kuat" kata rafan masih menangis


"ra, gue harus gimana, cuma mereka yang gue punya. gue sebatang kara sekarang" kata adelia semakin membuat hati rafan terenyuh

__ADS_1


"ada gue del, gue nggak akan ninggalin lo. gue akan jagain lo sampai kapanpun" kata rafan membelai rambut adelia.


adelia terus menangis didalam pelukan rafan. beberapa mata melihat mereka kaget. karena ada keluarga wijaya disana sedang memeluk seorang gadis. rafan tidak memperdulikan tatapan itu. dia tetap memeluk adelia agar dia segera tenang


__ADS_2