
Amelia masih berdiri dengan tatapan yang tidak percaya.
Sementara papa Arka menahan emosinya agar tidak menghajar Arka di depan banyak orang.
"Bagaimana Amel, apa kamu ingin mengatakan sesuatu?" kata Alexia sambil berjalan menghampiri Amel.
"Sepertinya kita harus berbagi suami" Alexia tersenyum.
Wajah Arka semakin pucat.
Amel yang berdiri disamping Arka menatap lekat ke arah Arka kemudian menatap Alexia
sambil berkata lirih.
"Kenapa? Kenapa aku harus berbagi suami denganmu?"
"Karena Arka sudah menikah dengan ku" teriak Alexia.
"Terus gue harus bilang woww gitu" Wajah Amel berubah yang tadinya sedih menjadi santai membuat semua orang disana terkejut termasuk Alexia.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak terkejut?" kata Alexia heran.
"Karena aku udah tau Alexia, hello hari gini mau main kucing kucingan norak deh"
Sontak Arka terkejut bagaimana Amel bisa tau dan sesantai itu menghadapi Alexia.
"Apa?" Alexia tidak percaya.
Amel meuju ke layar infokus yang sengaja diletakkan tepat didinding depan para tamu sehingga akan terlihat jelas apa yang akan diputar disitu.
Amel memasukkan sebuah flashdisk kemudian tampak lah video didepan layar itu.
Video 1- Saat Alexia menyuap dokter Rudi agar mau bekerja sama membuat analisa penyakit palsunya dengannya namun wajah dokter rudi di blur.
Video 3 - Saat Alexia menyuruh beberapa orang untuk berpura pura mengejarnya dan menabrakkan diri ke mobil Arka.
Video 4 - Saat Alexia menaruh obat tidur dan membawa Arka kekamar Arka lalu berpura pura tidur dengannya.
Video 5 - Saat Alexia menyuruh Leo untuk menjebak Amel.
__ADS_1
Setelah semua video diputar wajah Alexia pucat hampir pingsan. Wajah arka? Wajahnya sudah seperti kepiting rebus menahan geram
sedangkan mama dan papa masih melongo disertai semua para tamu. Mereka memandang Alexia dengan tatapan jijik.
"Kenapa Alexia? Kamu mau tau aku dapet semua ini dari mana?" Amel pun mendekatinya dan berkata, "Aku paham bagaimana sikap suamiku apalagi kalau dia sedang berbohong. Dari sorot matanya dan gerak geriknya aku tau. Maka dari itu aku mulai menyusun rencana memata mataimu saat aku mendapat informasi bahwa Arka pernah bertemu denganmu. Karena aku yakin kamu akan terus mengganggunya" Amel menghentikan kata katanya kemudian mendekati Arka.
"Aku percaya suamiku tidak akan menghianatiku. Dan pernikahan tidak sah dimata hukum Alexia. Jangan bermimpi kamu akan menjadi nyonya Arka Wijaya" tegas Amel.
"Maaf Alexia, kalau saja kamu tidak membongkarnya disini, tentu kamu tidak akan mendapat tatapan jijik dari mereka semua. Aku tadi sudah berusaha bersikap manis kepadamu tetapi ternyata kamu tidak mengerti ya" Amel menggelangkan kepala melihat Alexia dengan tatapan prihatin dengan maksud mengejek.
Alexia yang kehabisan kata kata langsung pergi meninggalkan gedung itu dengan perasaan dendam yang sangat membara.
Aku bersumpah akan membunuhmu Ameliaaaaaaaaa.
Didalam gedung, Amel kembali ke podium dan mengambil microphone kemudian berkata, "Saya harap kejadian barusan menjadi cerita didalam gedung ini saja. Saya berharap kejadian ini tidak sampai terdengar keluar, terima kasih" Amel turun disertai tepuk tangan para tamu. Mereka kagum kepada sosok Amelia yang cerdas dan sabar.
Amel menghampiri Arka dan memeluknya. "Maaf sayang, aku tidak memberitahumu dan membuatmu jadi terbebani dengan semua yang udah terjadi"
"Kamu tidak perlu minta maaf dan terima kasih kamu sudah menyelamatkanku malam ini"
__ADS_1
Kemudian musik di hidupkan dan para pasangan yang ada di gedung itu berdansa
termasuk Amel dan Arka. Juga papa dan mama Arka.