
Hari itu disebuah gedung sedang diadakan mediasi permintaan maaf terkait video Cantika yang viral. karena ternyata CCTV saat Cantika menampar Vina tersebar luas.
Mediasi itu menghadirkan Vina dan pengacaranya, Refan dan Cantika.
Cantika yang sudah duduk bersebalah dengan Vina merasa gugup karena banyak sekali yang melihat. kebanyakan mereka menatap Cantika sambil membisikkan sesuatu yang jelek.
Cantika hanya tertunduk. Refan menggenngam tangannya agar dia tidak gugup.
"akhirnya kamu minta maaf juga ya perempuan ******" bisik Vina ke telinga Cantika sambil menunjukkan senyuman tulus ke awak media.
Cantika sangat geram dengan kata katanya.
"iya, Refan menyuruhku agar pernikahan kamu berjalan lancar. dia sangat mencintaiku" bisik Cantika
"Aku yakin setelah ini mertuamu akan membencimu karena kamu sudah mencoreng nama baik keluarga Refan" bisik Vina lagi
"terserah apa katamu. yang jelas aku akan menjadi istri Refanku yang tampan dan sempurna dan kamu nggak dapat apapun dari ini" bisik Cantika yang sontak membuat Vina kesal
Mediasi pun dimulai.
Refan mulai membuka suara.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya, mungkin kalian sudah melihat isi video yang tengah viral yang melibatkan calon istri saya dengan Dokter Vina yang merupakan salah satu dokter terbaik di rumah sakit keluarga Wijaya" Refan diam kemudian Cantika melanjutkan
"Disini saya ingin meminta maaf pada Dokter Vina karena tempo hari saya sudah bertindak kelewatan hingga menampar dokter Vina, padahal dokter Vina adalah dokter yang terkenal dengan prestasinya yang membanggakan. kala itu saya hanya terbawa emosi. sekali lagi saya minta maaf kepada dokter Vina" Cantika mengakhiri ucapannya.
kini para awak media menanti jawaban Dokter Vina.
Vina diam sebentar kemudian mengangkat kepalanya.
"saya adalah seorang dokter yang mengabdikan hidup saya kepada masyarakat. saya mempunyai orang tua dan tidak pernah sekalipun orang tua saya menyentuh saya apalagi menampar saya. maaf tapi saya belum bisa memaafkan Cantika karena luka dihati saya masih terasa sampai sekarang"
Refan dan Cantika menatap ke arah Vina.
"saya tetap akan melaporkan gugatan ini ke polisi, karena sebagai seorang manusia biasa saya masih merasa sakit hati saat dipermalukan seperti itu padahal saya hanya bilang kalau saya mengangumi dokter Refan tapi dia marah kemudian menampar saya. dia berkata kalau saya tidak pantas mengagumi Refan" kata Vina menangis.
yang hadir disitu pun terlihat mengasihani dia dan menatap benci pada Cantika
Cantika menatap Refan, matanya berkaca kaca.
"huuuuuuuu" semua menyoraki Cantika
Cantika hendak beranjak pergi namun Refan menahannya.
__ADS_1
Refan berdiri.
"baiklah karena dokter Vina mau memperpanjang masalah ini, maka saya tidak bisa berbuat apa apa lagi" kata Refan
Cantika meneteskan air matanya kala melihat Refan menyerah.
"tapi saya punya sesuatu yang ingin saya tunjukan kepada kalian semua. sebenarnya saya akan melakukan ini saat mediasi ini selesai dengan perdamaian tapi sepertinya saya memang harus melakukannya sekarang.
Semua terdiam menatap Refan. Vina juga menatapnya heran terlebih lagi Cantika.
Refan mengambil sebuah Flashdisk dari kantongnya dan memasukkannya pada laptop yang tersambung dengan infokus.
Semua melihat ke arah layar besar yang terpajang di belakang posisi Cantika dan Vina.
Refan memutar sebuah video. dari covernya sepertinya itu Video saat Cantika menampar Vina.
"mau apa lagi dia" Vina tersenyum mengejek
Video diputar. namun secara mengejutkan Video itu memiliki suara didalamnya.
Vina terkejut karena.........
__ADS_1