Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Pengakuan Rafan (Season 2)


__ADS_3

Rafan terdiam cukup lama.


"iya ma, Rafan memang mencintai Adelia" Rafan akhirnya jujur


"kapan kamu akan memberi tahu dia?" tanya Amelia


"Rafan belum berani mengatakan ini sekarang ma, Rafan takut Adelia marah dan membenci Rafan" Rafan menunduk


"kalau kamu diam aja, apa kamu bisa menjamin nggak ada laki laki yang menarik baginya" kata kata mamanya semakin membuat Rafan gusar


"ma, Rafan harus tau dulu bagaimana perasaan Adelia terhadap Rafan, lagian kenapa mama pengen banget Rafan punya pacar? kan Refan udah nikah" kata Rafan mencari alasan


"ibu mana yang betah melihat anak laki lakinya yang ganteng dan pintar menjomblo selama hampir 25 tahun. emmm kamu normal kan Ra" Amelia ragu ragu


"mama kok ngomongnya gitu sih, normal lah" Rafan menggerutu


"ya siapa tau Adelia cuma alasan karena kamu itu,,,,,"


"maaaaaa"Rafan memotong pembicaraan Amelia


"ma, omongan adalah doa'a" Rafan menatap sebal ke mamanya


"iya iya, gitu aja marah dasar kuper, kurang pergaulan" Amelia mengejek


"ma,,,,kok malah ngatai Rafan sih" Rafan mendengus kesal


"andai aja anak Tante Elsa masih hidup, pasti dari dulu udah mama jodohin sama kamu" kata Amelia


"ma ini bukan jaman sity nurbaya lagi main jodoh jodohan" kata Rafan

__ADS_1


"iya kan mama cuma bilang andai aja" kata Amelia


"kapan anak tante Elsa meninggal ma" tanya Rafan penasaran


"seminggu setelah kelahirannya. sejak lahir memang anak tante Elsa sudah di vonis punya kelainan pada jantung. aneh juga karena setau mama setiap kontrol ke dokter, mereka bilang bayinya sehat. ya tapi itu semua udah takdir" kata Amelia


"kasihan ya tante Elsa ma" kata Rafan


"iya, jika dia masih hidup usianya hanya terpaut beberapa bulan aja dari kamu dan Refan. ya tapi sekarang kan tante Elsa juga sudah punya Gilang" kata Amelia


"iya ma" Rafan tersenyum


"baik lah Tuan Muda, pikirkan apa yang mama bilang tadi. jangan sampai kamu menyesal nantinya" Amelia berlalu meninggalkan kamar Rafan


Rafan masih memikirkan apa yang dibilang mamanya. Dia menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


"cinta,,,kenapa harus serumit ini. kenapa aku harus mencintai sahabatku sendiri" Rafan mengusap wajahnya berulang kali.


"bagaimana ma?" tanya Arka


"akhirnya dia mau mengaku pa,,, dia persis seperti papanya. tertutup!!" Kata Amelia menyindir suaminya


"namanya juga anak Arka Wijaya" Kata Arka membanggakan diri


Amelia menatap suaminya.


"jadi gimana kelanjutannya pa" tanya Amelia


"kita adakan makan malam saja ma biar lebih mendekatkan mereka" kata Arka

__ADS_1


"tapi kita harus minta persetujuan Rafan dulu pa, dia pasti curiga" Amelia tampak berpikir mengingat Rafan memang terlalu susah untuk diajak kompromi


"perusahaan baru papa berencana akan bekerja sama dengan perusahaannya, kita bisa jadikan itu alasan" kata Arka


"oh boleh juga ide papa" kata Amelia


"yauda ma , kita susun jadwal makan malam 2 hari lagi ya. karena itu pas jadwal kita tidak padat" kata Arka


"iya pa, mama akan kabari Adelia secepatnya" kata Amelia


Sementara itu....


Adelia masih memikirkan kata kata wanita itu.


Flashback on


"ingat Adelia kamu harus melakukan apa yang harus kamu lakukan" kata wanita paruh baya


"haruskah aku menyakiti Rafan? dia nggak salah apa apa" kata Adelia


"kamu harus melakukannya demi aku, aku sudah cukup menderita karena mereka" kata Wanita itu


"nggak, aku nggak bisa melakukan ini pada Rafan" Adelia menggeleng


"Adelia aku mohon padamu" Wanita itu hendak bersimpuh di kaki Adelia namun Adelia mencegahnya


"baik akan aku lakukan" Adelia mengangguk


"terima kasih sayang" Wanita itu memeluk Adelia dan tersenyum senang.

__ADS_1


flashback off


__ADS_2