
2 Tahun telah berlalu
kini Rafan dan Refan telah menyelesaikan studinya.
Rafan sudah selesai dengan gelar S 2 sedangkan Refan sudah selesai dengan gelar dokter spesialis penyakit dalam.
Rafan mulai memimpin sebuah perusahaan yang didirikan oleh papanya Arka Wijaya.
Arka sengaja memberikan perusahaan itu agar Rafan memulai semuanya dari Nol.
sedangkan Refan bekerja Rumah Sakit terbaik di kota itu. Dia memilih untuk menjadi pekerja karena dia tidak mau langsung menjadi pimpinan karena menurutnya semua butuh proses.
Syifa sudah memasuki dunia perkuliahan. dia kuliah di London sebagai permintaan oma buyut dan Alex.
Dia tinggal bersama mereka disana.
Dia mengambil Jurusan yang sama dengan Rafan.
meski berat, amelia dan arka harus merelakan Syifa kuliah disana. karena mengingat Rafan yang gagal kesana membuat oma sedikit bersedih.
Adelia mulai memimpin perusahaan warisan alm orang tuanya.
sedangkan Cantika masih menunggu 1 tahun lagi agar mendapat gelar dokter kecantikan/kulit.
Angel dan dinda?
sejak kejadian memalukan itu, mereka memutuskan keluar dan pindah ke universitas lain.
Teman teman Refan bekerja di beberapa rumah sakit berbeda milik Arka.
Pagi itu, Arka sekeluarga sedang sarapan bersama.
__ADS_1
"Ra, mama sama papa ada perjalanan bisnis selama seminggu ke Amerika sekalian ke London untuk temuin syifa. kamu jagain Refan ya" kata amelia
Rafan mengangguk.
"ma, Refan kan udah gede masa mesti dijagain Rafan sih" kata Refan mengeluh
"tetap saja posisimu sebagai adik yang harus dijaga" kata Amelia
"ma, kita kan cuma beda 1 menit aja" kata Refan
"iya, anak mama memang udah besar kok, kapan kamu lamar Cantika" kata amelia.
sontak Refan terbatuk batuk.
"maaaaa" Refan menatap mamanya dengan tatapan memohon
"ya kan kalian udah lama pacaran, kenapa harus ditunda" kata Amelia
"iya kamu kan bisa lamar dia sekarang" kata Amelia
"ma, adik gak boleh mendahului abang" kata Refan yang sontak membuat Rafan melotot ke arahnya.
"kamu ini alasan terus, jelas jelas Rafan masih nunggu Adelia" kata Arka tiba tiba membuat Rafan terbatuk batuk
Amelia tersenyum.
"Pa, Bukan Adelia yang membuat Rafan menunggu, tapi Rafan yang nggak mau memulai duluan" kata Amelia membuat Rafan salah tingkah
"maaaaa, plis" kata Rafan memohon
"iya iya, udah lanjutin sarapannya" kata Amelia tersenyum puas.
__ADS_1
mereka pun menghabiskan sarapannya.
Rafan dan Refan segera berangkat kerja sedangkan Amelia dan Arka masih dirumah, karena jam keberangkatan pukul 09.00 wib.
Dirumah sakit.
Refan masuk keruangannya, memeriksa beberapa laporan kesehatan pasiennya. jam kerja dimulai setengah jam lagi, itu artinya dia masih punya waktu untuk...
"halo" suara seorang gadis mengangkat telepon. dialah Cantika
"halo sayang, lagi apa?" tanya Refan
"Lagi dirumah sayang" kata Cantika
"kamu nggak ngampus?" tanya Refan
"nanti jam 1 sayang, tiba tiba diundur sama dosen" kata Cantika
"sebelum kamu ke kampus, nanti singgah ya kesini kita makan siang bareng" kata Refan
"iya sayang, mau makan diluar atau aku masakin?" tanya Cantika
"Dimasakin aja sayang, masakan kamu lebih enak daripada koki restoran" kata Refan
"ih mulai deh gombalnya" kata Cantika mengulum senyum
"sejak kapan aku suka gombal sayang, kan memang enak" kata Refan
"iya iya sayang nanti aku masakin makanan kesukaan kamu" kata Cantika
"yaudah aku mau kerja dulu ya sayang I Love You" kata Refan
__ADS_1
"iya sayang, I Miss You" balas Cantika lalu mematikan panggilan tersebut.