
Seminggu telah berlalu namun amelia belum sadar juga
keluarga yang lain selalu mampir setiap hari kesana demi memastikan keadaan amelia
sementara alex dan oma hanya sesekali menjenguk karena si kembar tidak mau ditinggal lama lama
sejak kedatangan oma dan alex si kembar menjadi sangat manja
apalagi terhadap alex
mereka sangat suka berada didekatnya
mereka bilang rasanya seperti berada di dekat mama mereka
alex mendengarnya menjadi terharu dia berdoa semoga amelia cepat sadar
dirumah sakit
arka masih menunggui amelia didalam ruangannya
sesekali dia mengusap ujung kepala istrinya
"sadarlah sayang, kuatlah demi aku dan anak anak kita. apa kamu tau sekarang oma, alex dan si kembar berada dirumah kita. mereka sangat akrab. mereka begitu menyayangi buyut dan pamannya" kata arka pelan
tak lama kemudian arka ikut tertidur didekat istrinya
air matanya masih melekat dipelupuk matanya
1 jam kemudian arka merasa ada yang mengusap rambutnya dengan segera dia mendongak dan melihat amelia sudah sadar dari komanya
arka tidak bisa berkata kata lagi
__ADS_1
hatinya begitu senang hingga dia pun menangis
"kenapa kamu menangis, aku baik baik saja" kata amel pelan
"dokter dokter" arka segera memanggil dokter agar memeriksa keadaan istrinya
tak lama kemudian dokter pun datang
dia memeriksa kedaan amelia
"syukurlah ibu amelia sudah melewati masa kritisnya"
"alhamdulillah terima kasih ya Allah" arka menangis lalu menelpon seluruh keluarganya mengabarkan bahwa amelia sudah sadar
mereka pun segera kerumah sakit
sesampainya disana
seluruh keluarga sudah berkumpul didalam
amelia tersenyum melihat oma amelia, oma arka dan alex juga ada disana
"sayang bagaimana keadaanmu?" tanya oma amel
"aku baik baik saja oma, jangan khawatirkan aku" kata amel pelan
alex memghampiri lalu memeluknya
"aku hampir mati karenamu" kata alex pelan
amelia tersenyum
"akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan kalian"
__ADS_1
semua yang ada disitu tersenyum
"oma, apakah Tuan Richard sudah di eksekusi?" tanya amel
"3 hari yang lalu dia sudah menjalani hukuman mati. polisi juga mengumukan jika anak buahnya masih mengincar kita maka akan langsung di tembak ditempat" kata oma
"syukur lah oma, dengan begitu aku bisa leluasa kerumah oma. aku juga tidak sabar ingin mengunjungi taman xxxx" arka langsung terkejut mendengarnya. demikiakn juga oma dan alex
"apa?? kenapa kamu tau tempat itu?" tanya arka
"karena kita pernah berkencan disana sayang, apa kamu tidak ingat?" amel meyakinkan
"dokter dokter" arka memanggil dokter
dokter segera datang dan memeriksa amelia
"dokter apakah ingatannya kembali?" tanya arka
"ini kasus yang sangat langka terjadi. mungkim saat dia kecelakaan, ingatannya langsung tertuju pada kejadian yang sama persis seperti ini" kata dokter
"benar dok, dulu dia pernah mengalami kecelakaan dan hampir masuk kedalam jurang" kata oma
"syukurlah, saya harap agar bapak sekeluarga jangan sampai membuatnya terlalu banyak berpikir. dia belum pulih seutuhnya" kata dokter
"baik dokter terima kasih" kata arka
dokter langsung keluar ruangan
semua yang ada didalam ruangan itu tersenyum
"sayang bagaimana dengan anak anak kita. anpa mereka baik baik saja?" tanya amel khawatir
"mereka baik baik saja, dan mama juga sudah memberitahu mereka kalau kita sedang dalam perjalanan bisnis agar mereka tidak mencari kita" kata arka
"ah syukurlah, aku gak sabar mau ketemu mereka. tapi bagaimana menjelaskan soal kakiku" tanya amel
"kita akan pikirkan itu nanti, sekarang istirahatlah. kami akan keluar" kata arka mengecup kening istrinya
__ADS_1
lalu mereka meninggalkan amelia
tak lama kemudian dia pun terlelap