Tak Pernah Berhenti Mencintaimu

Tak Pernah Berhenti Mencintaimu
Dilema (Season 2)


__ADS_3

Rafan sedang berada di kamarnya.


sejak Refan pindah dia sangat kesepian, apalagi syifa juga tidak ada disini begitu juga dengan orang tuanya yang sejak pernikahan Refan, mempunyai semakin banyak klien bisnis.


Rafan memandangi sebuah foto saat dia dan adelia berada di sebuah acara.


terlihat senyum Adelia yang tersenyum lebar bersamanya dan dua teman kampusnya yang lain.



Rafan menelpon Adelia


"halo" Adelia


"Halo del lagi apa?" Rafan


"lagi benerin laptop" Adelia


"aku bantuin ya aku kerumah kamu" Rafan


"nggak usah bentar lagi juga kelar, aku mau ke rumah klien habis ini" Adelia


"hari minggu?" Rafan


"iya, memang dia bisanya hari minggu" Adelia


"aku anterin ya" Rafan


"nggak usah aku bisa sendiri" Adelia


"yaudah kamu hati hati ya" Rafan


"iya" Telepon dimatikan


Tampak raut wajah Rafan yang kecewa karena ini pertama kalinya Adelia menolak segala yang dia tawarkan. dan nada bicaranya terlihat dia sangat cuek.


Rafan membuka galeri hp nya dan memandangi foto Adelia yang pernah di ambilnya diam diam

__ADS_1



"Lo kenapa sih Del sekarang kayak menghindar dari gue" Rafan menghembuskan nafas panjang.


*****


Adelia membuka file yang ada didalam laptopnya yang sudah bagus kembali.


dia membuka file yang berisi foto Rafan



Terlihat Rafan yang tengah terseyum lebar saat adelia mengambil gambarnya


Adelia memandangi foto itu dengan tatapan sedih


"siapa yang nggak naksir sama cowok se keren dan seganteng dia. cuma cewe beruntung yang bisa dapetin cinta dia"



"sebenarnya aku juga mencintai kamu Rafan, tapi satu hal yang nggak bisa aku bantah, yaitu kita tidak akan bisa bersama. ketika keluargamu tau kebenaran ini, aku yakin mereka akan membenciku seumur hidup. maafkan aku Rafan, aku harus melakukan ini demi orang yang paling berkorban dalam hidupku" Adelia segera menghapus foto Rafan. dia tidak ingin melihat wajah Rafan. dia tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya Rafan saat mengetahui rahasia yang dia simpan selama ini.



"udah lah, aku harus pergi" Adelia bersiap siap.


Dia mengemudikan mobilnya ke sebuah Villa miliknya.


Villa itu terletak di desa yang cukup jauh dari rumahnya. bisa menempuh waktu 3 jam.


Adelia memarkirkan mobilnya didepan Villa itu.


terlihat dia masuk dan memeluk seorang wanita paruh baya.


Wanita itu mencium keningnya sangat lembut.


Dia masuk dan duduk di sofa. mereka sedang membicarakan sesuatu yang serius.

__ADS_1


Terlihat Adelia berbicara dengan wajah sedih.


Wanita itu menangis dan memohon kepada Adelia.


Adelia terlihat menggeleng namun wanita itu tetap memaksanya bahkan hendak bersimpuh dibawah kakinya.


Adelia mencegahnya, dia menatap wanita itu.


Adelia menangis lalu mengangguk.


wanita itu memeluknya dan membelai rambutnya.


wajahnya terlihat sangat senang,


lalu mereka makan siang bersama.


Rafan masih uring uringan dikamarnya.


"Rafan boleh mama masuk" Amelia mengetuk pintu


"boleh ma" kata Rafan


Amelia membuka pintu.


"mama udah pulang?" tanya Rafan


"udah baru aja. Rafan boleh mama bicara hal serius?" Amelia menatap Rafan dengan serius


"bisa ma, mama mau ngomong apa?" tanya Rafan penasaran


"bagaimana perasaan kamu terhadap Adelia?" Amelia menantikan jawaban Rafan


"ma kita sahabatan" Rafan mulai risih dengan pembicaraan itu


"mama yang melahirkan kamu. mama tau semua arti dalam setiap pandanganmu, tingkahmu. mama tau kamu mencintai Adelia. iya kan? Rafan jangan bohongi mama. mungkin papa bisa kamu kelabui tapi itu nggak berlaku bagi mama" Amelia mendesak


Rafan terdiam, dia menatap lekat wajah wanita yang sangat disayangi dan dikaguminya itu

__ADS_1


__ADS_2