
Rafan sedang berkutat dengan laptopnya. dia tampak sibuk sampai melewatkan makan siang.
suara dering hp terdengar.
"halo" Rafan menjawab panggilan itu
"Ra, udah makan?" tanya adelia
"belum del masih banyak kerjaan" kata Rafan masih serius dengan laptopnya.
"kok belum emang sibuk banget ya" tanya adelia
"ya gitu deh del" kata Rafan singkat
"tinggalin bentaran napa sih, gue temenin makan siang" ajak adelia
"nggak bisa del, banyak banget nih" kata Rafan
"lo bandel banget ya jadi orang, apa perlu gue hajar?" ancam adelia
"aduh del bukan gitu, lo udah kayak emak emak aja deh" gerutu Rafan
"ya iyalah, abisnya lo kayak anak anak makan aja pake dibujuk segala" kata adelia kesal
"yauda iya gue makan siang, lo buruan ke tempat biasa ya" kata Rafan
"oke bos" adelia menutup panggilan teleponnya.
__ADS_1
setengah jam kemudian mereka bertemu di sebuah restoran tempat biasa mereka makan.
mereka segera memesan makanan.
"lo itu kebiasaan ya mesti dipaksa dulu baru mau" kata adelia masih kesal
"lo lama lama kayak mama ya kalo gue nggak mau pasti mau main hakim sendiri" kata Rafan
"ya emang kita kan sama sama perempuan yang sayang sama elo" kata adelia
"ya iya tapi nanti kalo gue udah punya istri baru deh gue bebas dari omelan lo dan mama" kata Rafan asal
Adelia terdiam menatap Rafan.
"lo udah ada pacar Ra?" tanya adelia
"yakin lo?" tanya adelia lagi
"kenapa?" tanya Rafan heran
"siapa? gimana orangnya? cantik gak?" adelia tampak menunggu jawaban Rafan
"cantik banget, baik, sopan, ramah, lembut dan nggak cerewet" kata Rafan senyum senyum sendiri seperti memikirkan seseorang.
"oh ya,. emmmm selamat deh" adelia tersenyum kecil
"kan belom jadian. doain aja ya" kata Rafan tersenyum girang
__ADS_1
kok sakit ya dengernya. Adelia
"ayo buruan makan" kata Rafan melihat pesanan mereka sudah datang
mereka pun mulai menyantap makanannya. Rafan melirik wajah Adelia yang terlihat masih kesal. dia menyendok makanannya dengan kasar.
apa dia marah karena cemburu atau karena sahabatnya akan membagi waktu dengannya?
ayolah Adel ini cuma karangan ak**u aja buat ngetes kamu. aku mau tau kamu menganggap aku sahabat atau lebih?
selesai makan segera mereka meninggalkan tempat itu. Adelia masih memasang wajah masam.
"Del lo kenapa?" tanya Rafan
"nggak apa apa" jawab Adelia jutek
"oh ya besok gue nggak bisa makan siang bareng lo ya, gue ada janji sama PDKT-an gue" kata Rafan
"yaudah kalo mau ngedate ya sana ngapain lapor gue, mau pamer lo. udah ah gue mau balik ke kantor. salam buat calon pacar kesayangan lo itu!!!" Adelia membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan keras. lalu melajukan mobilnya tanpa berpamitan kepada Rafan.
Rafan pun masuk ke mobilnya lalu mengemudi ke arah kantorny. dia terkekeh sepanjang jalan mengingat tingkah Adelia tadi. dia tidak habis pikir Adelia akan bertingkah kekanak kanakan seperti itu. tapi itu membuatnya semakin menggemaskan.
Adelia oh Adelia kenapa kamu menggemaskan begitu sih. aku jadi makin sayang sama kamu
Adelia mencengkram kemudinya kuat. dia sangat kesal.
"Rafan apaan sih, malah cerita cewe ke gue. emang dia pikir dia siapa pamer pamer cewe ke gue" Adelia terus menggerutu didalam mobilnya. sepanjang jalan dia terus memasang wajah masam. berbeda dengan Rafan yang memasang wajah ceria sepanjang jalan.
__ADS_1