
Hari yang ditunggu pun tiba. Amelia, Arka dan Rafan mengadakan makan malam bersama.
Namun makan malam ini di adakan dirumah Adelia karena perminataan Adelia.
"Selamat datang ma, pa, Rafan" Adelia menyambut mereka didepan pintu
Amelia memeluknya.
Lalu mereka semua masuk kedalam rumah,
Dimeja makan telah tersedia makanan yang banyak dan menggugah selera.
Mereka pun langsung memulai makan malamnya.
Setelah makan malam, mereka duduk di ruang tamu.
Arka sedang berdiskusi dengan Adelia tentang rencana mereka hendak bekerja sama.
Sedangkan Amelia dan Rafan hanya mendengarkan.
Setelah selesai, Amelia memulai pembicaraan diluar bisnis
"sayang, kapan kamu berencana akan menikah?" tanya Amelia
Rafan langsung menatap mamanya dengan tatapan kaget.
Adelia bingung harus menjawab
__ADS_1
"anu,, ma Adelia belum kepikiran" kata Adelia
"kalau pacar? apa kamu sudah punya?" Amelia semakin gencar bertanya lebih detail
"emmmm, belum ma" Adelia semakin gugup
"kamu betah ngejomblo ya sama seperti Rafan" kata Amelia sengaja menyindir
"hehehe, kita mau fokus berkarir dulu ma" kata Adelia cengengesan
"berkaris sih boleh tapi jangan sampai lupa nyari jodoh" kata Amelia membuat Adelia dan Arka tertawa. Rafan hanya diam saja karena dia tau mamanya pasti akan melakukan lebih dari ini
"Adelia, kalau seandainya mama melamar kamu untuk Rafan, apa kamu mau?" Kata kata Amelia behasil membuat semua yang ada disitu terpelongo kaget,,,
"ma, kok mama ngomong gitu sih" Rafan mulai bertindak agar mamanya tidak bertindak lebih jauh lagi
Adelia tampak gugup
"Adel,,,,"
"tentu saja Adelia menolak" suara seorang wanita yang muncul mengagetkan mereka.
Amelia menatap wanita yang seperti tidak asing baginya, begitu juga dengan Arka.
"bunda" Adelia berdiri melihat wanita yang dipanggil mama keluar dari kamar, padahal Adelia sudah mewanti wanti agar dia jangan keluar
"apa kamu bilang? bunda?" Amelia dan Arka sama sama terkejut,,
__ADS_1
Adelia tertunduk seperti takut. Rafan bingung dengan situasi itu
"i,,,iya ma, dia ibu kandung Adelia. Adelia hanya anak adopsi Alm Ayah dan Bunda" kata Adelia masih menunduk takut
Amelia menutup mulutnya dengan tangan, seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat dan didengarnya.
"ma, ada apa ini? kenapa mama seperti mengenalnya?" tanya Rafan yang sejak tadi heran melihat ekspresi mamanya
"Ste,,,,Stefani" Amelia menyebut nama wanita yang dipanggil Bunda oleh Adelia
"Iya Amelia, aku Stefani. apa kabar? kalian sepertinya sudah bahagia setelah menghancurkan hidupku ya" kata Stefani
STEFANI ADALAH MUSUH AMELIA YANG PERNAH HAMPIR MEREBUT ARKA
(BACA "TAK PERNAH BERHENTI MENCINTAIMU" EPISODE #SIAPA DIA)
"Stefani, tolong jelaskan semua ini" Arka menatap serius ke arah Stefani
"apa yang perlu aku jelaskan? maksudmu aku menyuruh putriku Adelia mendekati keluargamu dan membuat Putramu tergila gila padanya, lalu dia akan meninggalkannya? begitu?" Kalimat Stefani mampu menghancurkan perasaan Rafan pada saat itu juga
"apa? bagaimana bisa Adelia melakukan hal setega itu pada mama?" Amelia menatap Adelia yang masih tertunduk dan menangis
"jangan sebut dirimu mamanya, karena akulah ibu kandungnya" Stefani menatap tajam ke arah Amelia wanita yang sangat dibencinya sejak dulu
"kenapa kau melakukan semua ini? apa salah kami?" Amelia mulai menangis
"salahmu? kamu mau tau salahmu?, apa perlu aku ingatkan saat kamu berkali kali mempermalukanku dan mengirimku ke penjara dan membuatku di perkosa oleh polisi ******** dan melahirkan dipenjara?" Stefani berteriak. suaranya memenuhi seluruh ruangan
__ADS_1