
Malam itu Refan uring uringan diatas tempat tidurnya.
entah kenapa dia masih saja badmood.
"re, udah tidur belum?" terdengar suara rafan sambil mengetuk pintu
"masuk" sahut refan dari dalam
"ada apa ra?" tanya refan yang segera bangkit lalu duduk diatas kasurnya
"lo udah mint maaf sama cantika?" tanya rafan
"maaf? ngapain? kayak ga ada kerjaan lain?" kata refan ketus
"gue ngerasa bersalah karena udah bentak dia kemaren" kata rafan
"lo abis diceramahin adel kan?" tanya refan
"iya, gue keceplosan dan dia ngomelin gue mulu" kata rafan
"baik banget si adel. kita tuker peran lagi yuk gue pengen kenal deket sama adel" kata refan
"jangan ngalihin pembicaraan lo, adel pasti tau mana gue mana lo" kata rafan
"nggak usah minta maaf deh, lagian dia udah baik baik aja kok. sama gue biasa aja. bahkan dia udah gak gangguin gue lagi. kalo gue minta maaf ujung ujungnya dia ganguin gue lagi" kata refan
"tapi kayaknya lo kesel karena dia nggak gangguin lo lagi" kata rafan
"enak aja lo siapa yang kesel gue biasa aja" kata refan mendengus kesal
__ADS_1
"kalo lo suka mending ungkapin daripada nyesel" kata rafan
"sok tau lo kayak pengalaman aja " kata refan mengejek
"tau ah yang penting udah gue kasih tau ya" kata rafan lalu meninggalkan kamar refan
"nggak mungkin seorang refan naksir cantika. nggak mungkin" refan berbicara sendiri. hatinya menjadi semakin gundah dan dia memilih untuk tidur
keesokan harinya
dikampus refan
pagi itu refan sedang berkumpul bersama temannya.
"eh re, lo udah liat postingan gue nggak?" tanya beni
"nggak tuh emang apaan?" tanya refan pura pura tidak tau
"emang apaan sih? penting?" kata refan
"lo nggak tau ya sosmed beni diserang netizen gara gara posting video cantika?" kata angga
"oh ya? kok sampek segitunya?" tanya refan
"mereka marah karena berteman sama cantika pun gue nggak pantes. sialan banget kan" kata beni
"hahaha jadi lo pantesnya jadi apa?" tanya refan
"tau. jadi kesetnya kali" kata beni menggerutu
__ADS_1
angga, bayu dan refan tertawa
"emang dia segitu populernya ya" tanya refan
"followersnya 5 juta loh asal lo tau" kata beni
"terus?" kata refan
"tapi dia nggak sombong, nggak posting foto vulgar, atau main tiktok. Langka banget kan. udah cantik, baik, aduh idaman banget sih" kata bayu
"yauda deketi sono" kata refan
"gue sadar diri kali, dosen muda kita yang tajir, pinter, ganteng aja ditolak apalagi gue" kata bayu
"yaudah mimpi aja lo ahahah" beni tertawa mengejek
"sialan lo" kata beni kesal
"refan aja yang terlalu banyak tingkah" kata angga
"apaan sih lo" refan memukul lengan angga
"kan memang hahhaha asal lo bukan g*y aja " kata angga menyentuh dagu refan ala ala b*nci
refan langsung melingkari leher angga dengan tangannya lalu menjitak kepala angga..
"aduhh ampun re" kata angga meringis
"makanya congor jangan kayak comberan" kata refan seraya melepaskan angga yang masih memegangi leher dan kepalanya.
__ADS_1
"eh tu cantika kok diikuti cowok cowok sih" kata beni menunjuk kearah kanan mereka.
terlihat banyak pria mendekati cantika seperti menawarkan sesuatu tapi cantika menolaknya secara halus