
Cantika sedang duduk melamun di halaman kampus.
tidak ada yang menyapanya apalagi memperdulikannya.
tapi bukan itu yang mengganggu pikirannya.
hari ini tepat 3 bulan setelah pertemuan keluarga dengan keluarga ray.
artinya dia akan melangsungkan pertunangan 3 hari lagi.
"hai sayang" suara ray membuyarkan lamunan cantika
"kamu lagi mikirin apa?" tanya ray
"nggak ada kak, aku cuma mikirin soal persiapan kkn" kata cantika
ray duduk lalu melingkarkan tangannya ke leher cantika.
"kak lepasin" cantika melepas tangan ray
"kenapa? sebentar lagi kita tunangan dan langsung nikah" kata ray
"apa maksud kakak? kita kana hanya bertunangan kak" kata cantika
"berarti om doni belum memberitahumu ya sayang, kita bertunangan sekaligus menikah" kata ray
"nggak, kakak pasti ngarang cerita kan?" kata cantika
__ADS_1
"apa wajahku kelihatan berbohong?" tanya ray serius
"kak aku mohon, biarakan aku menyelesaikan pendidikanku dulu" kata cantika
"itu terlalu lama sayang, butuh dua tahun lebih, aku nggak sabar pengen cicipin tubuh mulus ini" kata ray menyentuh kulit wajah cantika dengan jarinya membuat cantika merasa jijik
ray meraih tas nya dan menarik tangan cantika dengan paksa.
"kak kita mau kemana?" tanya cantika
"udah ikut aja, 1 minggu terlalu lama buat aku menahan hasrat" kata ray setelah memasukkan cantika kedalam mobil dengan paksa
"kak aku mau turun" kata cantika namun ray tetap saja melaju kencang dan hingga sampai lah mereka dipinggir hutan.
ray menghentikan mobilnya.
lalu melepas sabuk pengaman cantika dan menariknya seraya memindahkannya ke bangku belakang.
"kak jangan kak" cantika mendorong tubuh ray namun itu sia sia karena tubuh ray sangat kekar.
saat ray hendak membuka baju cantika, tiba tiba dia merasakan sakit dibagian belakang kepalanya. dia pun pingsan seketika.
seseorang menarik tubuh ray keluar agar cantika bisa bergerak.
cantika masih menangis. dia memeluk orang tersebut yang tak lain adalah bima.
cantika langsung memeluk bima ketakutan.
__ADS_1
"sudah ya, tidak apa apa ada mas disini" kata bima menenangkan cantika
setelah lebih tenang, bima membawa cantika dengan mobilnya. sementara tubuh ray dimasukkan kedalam mobilnya sendiri. mereka meninggalkannya sebelum dia sadar.
"ada apa ca?" tanya bima
"aku akan dinikahkan sama kak ray seminggu lagi mas, tolong aku mas" cantika terus menangis
"apa papamu tidak tau sifat ray seperti apa?" tanya bima
"tau mas, tapi papa nggak peduli, baginya yang terpenting adalah bisnis" kata cantika menyeka air matanya
"sudahlah nanti mas akan cari cara supaya pernikahan kalian tidak dilaksanakan. kamu jalani aja sementara mas akan mencari cara agar bisa menolongmu" kata bima
cantika mengangguk. bima mengusap kepalanya. dia sangat menyayangi cantika sejak kecil.
alm ayah bima adalah kakak kandung ibu cantika.
dulu saat ayahnya masih hidup, mereka hidup mewah, namun saat doni, papa cantika merebut harta ayah bima, disitulah penderitaan dimulai.
ayah bima terkena serangan jantung dan meninggal setelah mendengar kabar perusahaannya diambil alih papa cantika.
setelah mendapatkan hartanya, papa cantika mulai berbuat kasar pada mama cantika dan juga pada cantika.
ternyata selama ini dia menikah dengan mama cantika karena ingin hartanya saja. karena pada saat menikah, papa cantika dari keluarga miskin dan pekerjaannya hanya sales produk.
karenanya mama cantika tidak mau kalau cantika menikah dengan orang miskin karena takut akan bernasib sama sepertinya.
__ADS_1
bima menghela nafas panjang
untung refan cepet ngasih tau gue