
Amelia dan Cantika sedang mengobrol diruang tamu.
Amelia bercerita kisahnya sejak kecil hingga sekarang tanpa ada yang terlewat.
Cantika terharu mendengarnya.
Dia begitu kagum dengan perjuangan calon mertuanya itu.
Cantika bercerita sedikit tentang dirinya sejak kecil.
Dia bercerita tentang papanya yang membencinya sejak lahir hanya karena dia terlahir sebagai anak perempuan.
Amelia sedih mendengarnya.
"sayang, semua itu sudah berlalu, sebentar lagi kamu akan menjadi istri Refan, jadi berbahagia lah dengan orang yang kamu cintai" kata Amelia menggenggam tangan Cantika
"iya ma, pasti Cantika akan bahagia dengan kak Re" kata Cantika
"sepertinya kamu harus mengganti nama panggilan untuknya" kata Amelia
"mengganti jadi apa ma?" tanya Cantika
"Mas mungkin" kata Amelia
__ADS_1
"Mas Refan?" kata Cantika yang lidahnya sedikit geli saat mengatakannya.
"kamu bisa coba itu setelah menikah" kata Amelia melihat kerisihan diwajah Cantika
"ma, apa rahasia mama kok bisa mendidik dua anak kembar yang bisa akur sampai dewasa" kata Cantika penasaran karena dia melihat perbedaan Rafan dan Refan yang jauh dari segi prestasi tapi dia tidak melihat persaingan dianatara keduanya.
"itu karena apapun pencapaian mereka mama selalu dukung, walaupun Refan dibawah Rafan tapi mama nggak pernah membedakan. mama tetap memujinya dan membanggakannya. itu sebabnya mereka nggak punya rasa iri satu sama lain" kata Amelia
"mama hebat banget bisa menjadi ibu yang mengerti anak anaknya. Cantika bisa lihat seberapa sayangnya dia sama mama" kata Cantika
"karena itu, mama minta setelah kamu jadi istrinya, buatlah dia terus tersenyum ya. karena yang mama dengar dari Rafan, kamu dulu pernah membuat dia galau" kata Amelia
Cantika tertawa mengingat momen saat dulu dia mengabaikan Refan sehabis dibentak Rafan yang menyamar jadi Refan.
"bagus kalau begitu, mama harap kalian selalu hidup rukun ya" kata Amelia
Cantika tersenyum mengangguk.
"hayo lagi gosipin Refan ya" kata Refan tiba tiba muncul
"ge'er kamu" kata Amelia
"habis wajahnya serius gitu" kata Refan yang memang sejak tadi memperhatikan mereka
__ADS_1
"Re duduk dulu" kata Amelia
Refan duduk disamping Cantika yang berhadapan dengan mamanya.
"Re, sebentar lagi kalian akan menikah, pesan mama jagalah keutuhan rumah tangga kalian. setiap kalian bertengkar cobalah mengingat bahwa kalian menikah karena saling mencintai. ingat Re, Cantika adalah alasan mama tidak menjodohkanmu dengan rekan bisnis papamu yang selalu memaksa menjodohkan anaknya denganmu" kata Amelia serius
"i,,,iya ma" Refan gugup mendapat tatapan dari Cantika
"Refan nggak mama jodohkan karena mama tau dia sangat mencintai kamu sayang, walaupun mama dan papa adalah hasil dari perjodohan, tapi kami nggak akan memberlakukan hal itu pada Rafan dan Refan karena belum tentu perjodohan itu berakhir baik" kata Amelia
Cantika tersenyum malu.
"oh ya apa kalian akan langsung memiliki anak?" tanya Amelia
"ma, Cantika harus menyelesaikan kuliahnya dulu, setelah itu kami akan memikirkannya" kata Refan
"jangan lama lama ya mikirnya, mama dan papa kan ingin gendong cucu" kata Amelia
Cantika dan Refan saling menatap sembari melemparkan senyuman.
"mama harap kalian bisa akur sampai tua seperti mama dan papa" kata Amelia
"iya yang mulia ratu" kata Refan yang disambut cubitan Amelia dan tawa Cantika
__ADS_1