
Disebuah rumah kecil tampak beberapa wanita sedang sibuk melayani para pembeli sarapan.
Ya mereka adalah nek Ijah, Amel dan 2 orang yang membantu mereka. Nek Ijah memang bekerja berjualan sarapan pagi didepan rumahnya.
Sejak kedatangan Amel rumah nek Ijah jadi ramai pembeli karena masakan Amel sangat lezat bahkan para pembeli rela mengantri.
Sementara itu dipanti asuhan
bu Indah sedang menangis setelah Arka menceritakan kepergian Amel karena ulahnya.
"Kenapa kamu tega mengusir Amelia, kalau kamu tidak suka kembalikan dia padaku hiks hiks" bu Indah terus menangis lalu melanjutkan.
"Kamu tidak tau bagaimana penderitaannya selama ini hiks hiks. 8 tahun yang lalu dia dibuang oleh nenek dan kakaknya tepat setelah orang tuanya dikuburkan" bu Indah kembali mengenang saat amel datang
flasback on
..tokkk...tokkk....tokk...
Bu Indah membuka pintu dan terkejut melihat Amelia, anak sahabat baiknya datang dalam keadaan syock.
"Ya Allah nak, kamu kenapa?" bu Indah cemas melihat wajah Amel yang pucat. Kemudian Amel pingsan.
Setelah sadar Amel tidak bicara dia mengunci mulutnya berhari hari. Dia tidak ingin menceritakan kepahitan hidupnya pada sahabat alm mamanya.
Berminggu minggu amel tidak bicara dan tersenyum, hingga suatu hari panti asuhan dirampok. Melihat itu Amel langsung menghajar para perampok dan memeluk anak anak panti yang ketakutan.
Sejak saat itu dia mulai mau bicara, tersenyum bahkan tertawa.
flasback off
__ADS_1
Arka diam membisu dia seperti merasakan ada batu besar mengahntam dadanya
bagaimana dia tidak tau penderitaan istrinya dulu.
"Bu apakah ibu tau tempat yang mungkin di datangi Amel?" kata Arka tiba tiba.
"Ada, namanya nek Ijah. Amel pernah cerita kalau dia punya teman yang sering dia datangi dulu, namanya nek Ijah. Rumahnya di jl. xxxxxxxxxx" kata bu Indah.
"Bu Arka pamit, Arka janji akan bawa Amel pulang" kata Arka kemudian berlalu menuju mobil dan melaju ke alamat yang di bilang bu Indah.
Diperjalanan.
Awas kamu Alexia, aku akan menangkap basah dirimu. Tidak sekarang tapi nanti saat aku menemukan Ameliaku.
Dirumah nek Ijah.
"Iya Nek makasih ya" Amel mengambil gelas berisi susu lalu meminumnya.
Tiba tiba.
tokkk...tokk...tokk....
"Biar Amel aja yang buka Nek" kata Amel sambil berjalan hendak membuka pintu.
Pintu dibuka dan berdiri lah seseorang yang sangat ia rindukan.
"Mas arka, kamu ngapain kesini?" tanya Amel bingung.
"Boleh aku masuk?" pinta Arka.
__ADS_1
Amel mempersilahkan Arka masuk. Nek Ijah yang melihat Arka langsung berdiri dan berkata, "Nenek tinggal dulu" Lalu pergi ke belakang.
"Ada apa mas? aku sedang sibuk, kamu cepat katakan keinginanmu lalu pergi" kata Amel ketus.
"Apa kamu masih marah padaku" tanya Arka.
"Maaf mas aku harus bilang ini, kamu sangat bodoh masih bertanya bagaimana perasaanku. Kamu egois sekali mas hanya memikirkan perasaanmu. Pergi lah mas, kamu buang waktumu kemari" kata Amel datar.
"Aku sudah tau kebenarannya. Kamu ternyata dijebak. Aku minta maaf. Aku tidak mencari tau dulu dan hanya mengikuti emosiku" kata Arka.
"Baguslah kalau kamu sadar, sekarang pergi lah, aku sibuk" Amel membuang mukanya.
"Sayang maafkan aku, aku menyesal" kata Arka memohon.
"Ya udah sesali lah seumur hidupmu karena aku tidak mau kembali padamu. Kamu sudah membuangku" kata Amel sinis menahan air matanya agar tidak tumpah.
"Aku mohon. Demi mama dan papa. Mereka sangat menghawatirkanmu begitu juga aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Ku mohon kembali lah" Arka sampai berlutut didepan amel dan membuat Amel tidak tega.
"Baik lah aku akan ikut denganmu pulang, tapi itu bukan berarti aku memaafkanmu. Aku tidak mau sekamar denganmu" kata Amel menegaskan.
"Iya sayang apapun permintaanmu akan aku kabulkan" kata Arka tersenyum.
Lalu mereka berpamitan pada nek Ijah, tak lupa Arka memberi uang sebagai ucapan terima kasih karena telah menjaga Amel. Awalnya nek Ijah menolak, tapi karena Amel membujuknya akhirnya ia mau menerima uang itu.
Amel juga meninggalkan resep agar kedai makan nek Ijah tetap ramai.
Setelah itu mereka pergi meninggalkan nek Ijah yang tersenyum bahagia.
Semoga kalian selalu bahagia.
__ADS_1